Oleh: bening1 | Desember 19, 2007

Penangguhan Waktu (Istidraj)

Ketika Allah memberikan peringatan kepada manusia,tetapi manusia itu tidak juga mengindahkanNya bahkan jalan melenggang menikmatinya,maka Allah akan membiarkannya dalam kesesatan yang dia sukai tsb.

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu,maka sungguh baginya kehidupan yang sempit,dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha:124)

Inilah jawaban bagi yang sering bertanya mengapa banyak orang bermaksiat [korupsi,zina,judi,dll] tapi masih berada dalam kemewahan. Jawabannya, belum saja.. alias belum kena, hukuman mah pasti terjadi atuh, hukum sebab akibat selalu tertuai. Semakin lama waktu diulur akan semakin sakit. Inilah Penangguhan waktu [istidraj] yang Allah berikan secara perlahan-lahan,untuk kemudian dibetot sekali tarik.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat Kami,akan kami biarkan mereka berangsur-angsur (kearah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka.Sungguh rencanaKu sangat teguh.” (Al-A’raf 182-183)

Karena itu kaum muslim, jikalau kebetulan Allah berkehendak memberikan rezeki yang ‘kurang’ pada pandangan kita,janganlah iri pada yang lebih.Tetaplah beriman padaNya,berprasangka baik padaNya.Kita bisa beribadah dengan tawadhu, itu adalah anugrah termahal yang kita terima, kita bisa sholat tepat waktu, berzakat dengan kesadaran, bersedekah tanpa disuruh, berpuasa dengan sabar, itu semua jauhhhh lebih berharga dari pada setumpuk harta yang tidak bisa mendatangkan ketentraman dan kebersihan hati bagi pemiliknya.

Bolehlah kita iri pada mereka-mereka ini (dalam arti iri atas amal sholehnya) yaitu orang kaya tapi ibadahnya bagus,pendapatan dan sedekahnya berimbang,kepeduliannya pada anak yatim besar. Atau pada orang yang berilmu,tetapi dia tidak segan-segan membagi ilmunya,dengan ikhlas setiap saat mengajarkanya pada orang lain,tanpa rasa takut dirinya tersaingi.

Harta dan ilmu sesungguhnya milik Allah semata,status kita manusia hanya menerima titipan dariNya. Allah saja bermurah hati memberikan harta dan ilmu pada kita, seharusnya tidak ada alasan bagi kita menjadi pelit berbagi dengan sesama.

Mudahan-mudahan ujian kebaikan berupa harta dan ilmu yang kita terima tidak menjadikan kita terlena sehingga kita termasuk orang-orang yang sedang dalam penangguhan waktu. Waallahua’lam bishowab

About these ads

Responses

  1. jazakallah mas.
    bagus nih artikelny.
    ngingetin saia. hha.

  2. Subhannallah sesungguhnya saya mau seperti orang kaya yg suka membagikan kekayaannya pada sesama umat manusia, tapi apalah daya diriku yg gak punya kekayaan seperti itu.. Mbak atau mas gimana caranya orang miskin dan dungu seperti saya bisa berbuat amal saleh,sekiranya mas atau mbak bisa melong diriku.. Kalau saya melakukan amal soleh dgn cara2 saya semua orang2 pasti marah dan mencercaku seperti tempo yg lalu tolong saya beri aku saran..
    Untuk bisa berbuat amal saleh yg tepat sasaran bukan musuh yg aku peroleh,hormat dan salam saya untuk semua dari catur doliyanto.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: