Oleh: bening1 | Januari 18, 2008

Masuk Surga Bukan Karena Amalan Kita,Lantas Apa?

Kita masuk surga bukan karena amalan-amalan kita..
Bukan karena tiap hari kita sholat lima waktu plus sholat-sholat sunah yang lain
Bukan karena kita taat puasa ramadhan dan rajin puasa sunnah
Bukan karena teratur mengeluarkan zakat bahkan sedekah..
Terlalu kecil amalan-amalan di atas untuk sekedar mendapatkan tiket masuk surga
Lantas apa? Rahmat Allah pada kita,Kasih SayangNya pada kita..
Masalahnya bagaimana mengundang Rahmat Allah tsb?
Yaitu dengan melakukan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya
Jika kita telah berusaha melakukan segala amalan yang dicintai Allah
Tinggallah menunggu keputusanNya,akan diletakkan dimana kita..

Rasulullah SAW pernah berkata, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh sayapun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?” . Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.
Memahami Allah dengan menggunakan kemampuan akal manusia adalah sia-sia, karena hakikat sifat-sifat Allah tidak dicerna oleh akal manusia, tapi oleh hati manusia. Hati manusia akan membantu kita memahami Allah, karena didalam hati bersemayam fitrah manusia yang salah satunya memiliki sifat-sifat cinta kepada Allah. Hatipun perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran (sifat sombong, dengki, kikir, dsbnya) agar fitrah manusia bisa diaktifkan untuk memahami sifat-sifat Allah dengan baik.
Melalui pengenalan yang baik terhadap Allah melalui cara-cara yang diatur dalam Qur’an dan hadits, akan kita temukan bahwa Allah mensyaratkan aqidah Islam yang benar sebelum segala amal ibadahnya diterima.
Aqidah adalah hal yang pokok yang membedakan Islam dengan agama lainnya.
Aqidah adalah fondasi bangunan seorang umat Muslim, sedang ibadah (syariah) adalah dinding bangunan seorang Muslim, lalu akhlak adalah atapnya. Tanpa fondasi maka ia pun tidak bisa mendirikan bangunan diri seorang Muslim, tanpa aqidah yang benar dan lurus iapun tidak pantas disebut seorang Muslim. Tanpa ibadah yang sesuai syariah Islam, iapun belum sempurna untuk dikatakan sebagai sebuah bangunan yang bernama Muslim. Demikian pula, tanpa Atap yang bernama akhlak, bangunan yang bernama Muslim ini belum utuh dan akan mudah rusak oleh hujan dan panas.
Muslim yang baik wajib memiliki ketiga syarat ini (aqidah, ibadah dan akhlak) secara lengkap, tidak kurang satupun, dan harus sempurna. Bila aqidahnya salah, maka kekal lah ia di neraka, bila ibadah dan akhlak buruk maka ia ‘mungkin’ masih berpeluang masuk surga setelah di’cuci’ dulu di neraka. Semoga kita tidak termasuk sebagai orang yang di’cuci’ dulu, apalagi kekal, di neraka. Mumpung kita masih hidup di dunia ini, semoga kita diberi ilmu oleh Allah SWT mengenai kedahsyatan akhirat dan neraka, supaya kita tidak menggampangkan diri untuk menganggap bahwa di’cuci’ di neraka adalah bukan masalah besar. Memang sanggup panasnya? Siapa mau kipasin?! Naudzu billah min dzalik.
About these ads

Responses

  1. munkin sebaiknya kita tidak menyakiti hati Manusia ,meski yg kita tahu Allah Maha Mengampuni ….,tapi tidak dapat begitu saja mengampuni kita kalau kita berdosa ke Manusia belum minta Maaf ke yg berSangkutan ……..

  2. munkin sebaiknya kita tidak menyakiti hati Manusia ,meski yg kita tahu Allah Maha Mengampuni ….,tapi tidak dapat begitu saja mengampuni kita kalau kita berdosa ke Manusia belum minta Maaf kembali sm yg berSangkutan ……..

  3. Waalaikumsalam wr wb
    terimakasih sebelumnya.
    bicara mengenai surga dan neraka kadangkala saya malu, karena amalan saya lakukan tak akan pernak memasukan saya ke dalam surgamu ya Allah.
    kadang-kala dalam hati saya berkata
    “ya Allah sesungguhnya aku tak-kan kuat dengan siksan mu dineraka tapi aku malu dengan surga mu ya Allah”
    “ya Allah Bila aku berbuat kebajikan karena balasan surga mu maka masukan lah aku ke dalam neraka mu ya Allah tetapi bila aku berbuat kebajikan karena kehendak Mu kewajiban ku maka letakkan lah aku kedalam naungan takdir yang berikan kepadaku,amiin

  4. Astaghfirullah, Yaa Allah Yaa Rabb, ampuninah hamba-Mu ini..

  5. ALLAH selalu ada di hati kita , di dekat kita ,, tapi yang menjauh bukan ALLAH tapi kita sendiri karena kita seorang hamba yang tidak mau bersyukur atas nikmat Nya ,,

    YA ALLAH betapa banyak dosa yang pernah hamba lakukan ampuni semua dosa dosa hamba MU yang hina ini YA allah ….. beri lah hidayah MU kepada hamba dan saudara saudara hamba aminnn……

  6. Kunci surga LAAILLAHA ILLALLAH…dg sungguh2 dan ikhlas

  7. tiket masuk surga karena rahmat Allah SWT, untuk memperoleh rahmat itulah yang perlu diperjuangkan dengan ikhlas, tahan uji , lurus aqidah dsb.

    • amienn…

  8. Ass Bening yang rajin buat artikel,

    Tidak ada yang mengerti dimana seseorang akan ditempatkan di neraka atau disurga, setahu saya kedua tempat itu itu bersipat Ghoib, memang ketiga itu yang menentukan seseorang akan dimuliakan dihadapan gusti Allah dimana yang paling utama adalah Aqidah seseorang, karena kesaksian perkataan dan perbuatan didasari atas ibadah dan keikhlasan yang sesungguhnya yang semata-mata karena Allah, apabila perkataan dan perbuatan selain karena Allah itulah golongkan sebagai orang – orang yang Munafik dan akan dikelompokan sebagai orang-orang yang Jholim

    Jelas didalam Fateha apabila kita memohon jalan yang lurus karena Allah itulah mahluk Allah yang sebenarnya dan sebagai umat Rosullah SAW apabila perkataan dan perbuatan dilandasi dengan Dua kalimah syahadat sebagai akidahnya, orang-orang itulah yang dijadikan sebagai kelompok an amtaallaihim, jalan yang lurus mengandung unsur perkataan dan perbuatan

    Akhlak merupakan sipat yang akan terbawa secara otomasi apabila perkataan dan perbuatan seperti yang saya katakan diatas.

    ALLAH, tidak akan menyiksa manuasia “”””‘ setelah kematian, tapi manusia yang akan menyiksa badan ruhnya sendiri, ruh kita sebagai saksi dari perbuatan kita sendiri dihadapan Allah, proses pencucian sampai dengan dia dikembalikan yang pada akhirnya kesurga, merupakan doa yang setiap waktu, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, oleh Rosullallah SAW dan Malaikat Zibril agar umat islam ditempatkan di surga, itulah rasa sayangnya seorang manusia yang dijadikan sebagai Guru, sebagai Nabi dari umat yang beragama islam kepada umatnya, lihat pada saat Nabiallah Miraz meminta keringanan dalam hal shalat wajib, dan Gusti Allah memberikan kewajiban shalat yang seringan-ringannya hanya 5 waktu dari dari jumlah sholat yang telah dijanlani oleh Nabiallah, karena betapa berat umatnya apabila menjalankan sesuai jumlah yang Nabiallah jalankan sebelum keputusan dari pulang Miraz, sudah ringan didoakan agar umatnya dimasukkan ke surga ( betapa kasihnya Nabi Muhammad SAW)

    Bening yang dirahmati Allah,
    Syariat adalah kulit, wajib bagi umat untuk mengetahui dan hadist sebagai acuannya serta sunnah Nabi sebagai sandaran, apabila umat sudah menguji Kitabnya dengan pengujian secara ilmiah dan sudah menyampingkan hadist dan sunnahnya allahhuallam semakin bercerai berai islam dijagad raya, dan jauh dari keberan yang sesungguhnya, sekarang ini banyak orang pintar di syariat tapi Zero di Hakekat padahal, minta doanya selamat dunia dan akherat tapi tidak menyempurnakan islam yang sesungguhnya, syariat sudah matang tidak mau menaikki tangga ilmu hakekatnya, takut akan hilang performence private nya sehingga terlalu jauh sampai-sampai menjual ayat.

    Saya bertanya kepada Rosullah SAW apa hukuman bagi orang yang pintar, Mahaguruku Rosullallah SAW menjawab ” ada tempatnya tersendiri Haj “, betapa sedih saya apabila yang akan diadili adalah orang yang pintar terlebih dahulu, padahal dia adalah ujung tombak kita, mudah2an saya yang bodoh ini yang tidak mengetahui apa-apa dimaafkan atas dosa lahir maupun dosa bathin saya

    Wass, Nun sewu

    Syechjagad

  9. amin…

  10. jadi kalo begitu, harus darimana dulu kita berangkat,,,,,,

  11. Obsesi terbesar kita adalah surga Firdaus. Selalu berdoalah mengharap surga firdaus sebagai kampung halaman kita yang kekal. Jangan ragu meminta jangan takut berharap. Allah sesuai persangkaan Umatnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: