Oleh: bening1 | Januari 31, 2008

Doa Sapu Jagad

Rabbana atinaa fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinaa adza bannar..
Seringkali kita memohon kepada Allah doa Sapu Jagad seperti di atas, sesungguhnya surat Al-Baqarah menerangkan bahwa siapa yang mengejar kebahagian dunia saja,maka ia juga akan mendapatkan dunianya tidak mendapatkan apa-apa untuk akheratnya.

” Maka diantara manusia ada yang berdoa,YaTuhan kami,berilah kami kebaikan di dunia.Dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apapun.” ( Al-Baqarah 200)
“Dan di antara mereka ada yang berdoa,Ya Tuhan kami,berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan akherat,dan lindungilah kami dari azab neraka. Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan dan Allah Maha cepat perhitunganNya.” (Al-Baqarah 201-202)

Ayat yang terakhir ini menjelaskan siapa yang memohon kebahagian dunia dan akherat,maka Allah akan mudahkan orang tsb untuk mendapatkannya, hidayah & rahmat Allah akan menaunginya.

Kebanyakan manusia hanya memikirkan kebahagian dunia,jarang yang perduli dengan akherat. Padahal sesungguhnya akherat itulah kebahagian yang kekal. Tapi benar, sedikit sekali yang mengutamakannya. Seperti dalam surat Al-Asr.
” Demi Masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran.” ( Al-Asr 1-3)

Itu adalah firman Allah,itu artinya Allah telah bersumpah Demi Masa,manusia dalam keadaan merugi,merugi,dan terus merugi hingga akhir hayatnya karena yang dilakukan hanyalah mengejar dunia,dunia,dan dunia. Kecuali sedikit bagi orang-orang yang berpikir bahwa hidup di dunia hanya sekejap,sementara,melakoni peran seperti sebuah sandiwara. Dan hidup setelah mati itulah yang lebih berat,lebih kekal yang merupakan pertanggungjawaban atas segala peran dan fasilitas yang Allah berikan selama di dunia. Dimana keadaannya nanti bergantung dari amal ibadah yang telah kita tanam selama di dunia.

Ketika harta yang menjadi titipan tidak mampu digunakan untuk beribadah, mendekatkan diri pada Allah. Maka tunggulah saatnya ketika Allah mencabut semua itu dan manusia terdiam putus asa. Segala sesuatu yang diperoleh di dunia, rumah, kendaraan, uang, usaha mampukah itu dijadikan sebagai sebuah ibadah? Mari kita renungkan bersama, rumah yang kita tinggali lebih banyak digunakan untuk apa? mengadakan taqlim? mengajar anak-anak kita mengaji? dipenuhi dengan bacaan Quran setiap hari? atau hanya sebagai tempat untuk berteduh dan tidur? lebih parah lagi dipakai bersama dengan orang yang bukan muhrim kita,untuk bermaksiat pada Allah? Badan ini.. kita pakai untuk apa? taat atau mengundang murka Allah? kemana kaki banyak melangkah? Masjid? Tempat taqlim atau tempat yang mengandung maksiat? Tangan.. digunakan untuk apa? sedekah pada fakir miskin / anak yatim atau mengambil sesuatu yang bukan haknya? korupsi, tipu sana tipu sini.

Islam sangat menganjurkan kita bekerja untuk memenuhi kepentingan dunia tetapi juga mempersiapkan kehidupan akherat.Karena itu mari kita sama-sama menyeimbangkan kepentingan dunia dan akherat supaya kita tidak terus menerus disebut manusia yang merugi oleh Allah dan sebelum habis waktu kita di dunia ini. Ikhtiar dan ibadah yang istiqomah ditamengi dengan doa sapu jagad,insyaAllah kita akan diberikan kemudahan dunia maupun akherat oleh Allah.Wa allahu a’lam bishawab.

About these ads

Responses

  1. saya minta doa sapu jagad yg asli, kejawen punya

    • kejawen apa kelalen hahah..

  2. Ass bening yang dirahmati Allah,
    Betapa sulit memang umat muslim diseluruh dunia untuk meminta keselamatan dunia dan akherat, seperti doa yang diberikan Saidinna Ali Ra, sebenarnya doa tersebut hanya untuk diri beliau sendiri, kadang kita umat hanya mengambil sisi keuntungan / baiknya saja untuk egonya, apabila Beliau masih hidup mengetahui bahwa terjadi perakitan doa yang dimilikinya sama hal telah memenggal surat (Al-Baqarah 201-202) dan yang hanya di dapat kebahagian dunia semata dan Allah memberikan tanda-tanda pada orang tersebut baik yang muslim maupun muslimahnya dan kelompok tersebut digongkan sebagai ” orang-orang yang mencintai dunia “, apabila bening perhatikan jelas tampak.

    Saidinna Ali Ra adalah sosok yang galak dan tegas baik semasa hidupnya maupun hingga sekarang pada ruhwinya dan turun temurun pada kedua anaknya yang telah mangkat, hingga sekarang kediaman yang abadi Beliau oleh para ahli hakekat dianggap ruang batas antara pusar dunia dengan yang disana, dan beliau mencintai anak yatim dan terlantar terutama semasa hidupnya juga hingga sekarang karena hasil dan akibat dari perjuangan semasa siar islam ( sejahtera buat beliau dan keluarga, dan anak2 asuhnya ).

    Masa sekarang kaum muslim dan muslimah belum menyadari apa akibat dari perbuatan pemenggalan doa dan firman Allah, memang Allah memberikan nikhmat dunia yang begitu besar, tapi apabila disadari itu sebenarnya adalah cobaan, apabila mereka telah melalui tanpa menyadari, lihat kejadian pada masa hayatnya pada saat akan sakaratul maut yang punyanya saja enggan mendekati walaupun akan dikhatamkan/akan ditutup bukunya.

    Anna punya sedikit cerita saat melihat orang yang sedang sakit di Rs, anna bertanya apa yang bapak derita, beliau menjawab ” saya sudah 3 bulan di Rs, dokter sudah tidak mampu tapi berusaha menyembuhkan, dia berkata lagi kepada saya, harta saya banyak yang selama saya peroleh tapi apabila keadaan seperti ini tidak berarti, lebih baik saya miskin dan kaya akan nikhmat sehat “.

    Itulah sekedar gambaran betapa besar Allah memberikan nikhmat, bukan saja nikhmat dunia juga Allah membuka akan nikhmat Akherat, doa yang yang dipanjatkan oleh Saidinna Ali Ra, sebenarnya tidak boleh sembarangan dan akan membawa dampak apabila disalah gunakan dan apabila akan melakukan secara sungguh-sungguh itu juga harus ijin dari Beliau agar ” KHUN ” nya yang mengawal.
    Mudah2an umat Rosullah SAW menyadari, dan mbak Bening walaupun ( Al-Asr 1-3) merupakan kewajiban kita seluruhnya, kita serahkan denga umat yang menjalani.

    Wass

    Syech jagad


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: