Oleh: bening1 | Maret 3, 2008

Gito Rollies Kembali pada-Nya

Gito Rollies Kembali pada-Nya

Oleh : Redaksi 29 Feb, 08 – 5:00 pm

Gito Rollies, rocker senior yang belakangan lebih dikenal sebagai dai,
menghembuskan napas terakhir
kemarin (28/2). Ia wafat saat mendapat perawatan intensif di ruang ICU RS
Pondok Indah, Jakarta. Sampai
sekitar pukul 21.45 WIB, jenazah masih disemayamkan di rumah duka di Jalan
Mabad II No. 18, Rempoa, Ciputat,
Tangerang.

…Kegiatan utama Gito belakangan memang berdakwah. Namun, baginya, dakwah
bukanlah profesi. ”Profesi
saya, ya, menyanyi. Melalui nyanyian, saya mengajak siapa saja untuk lebih
mengenal rahman dan rahim-Nya.

Adrie Subono, sahabat Gito, mengatakan bahwa penyanyi yang juga bintang film
itu masuk ruang ICU sejak Rabu
(27/2). Sebelumnya, Gito sempat ke rumah sakit, namun diperbolehkan pulang.
Namun di rumah, anfal dan
langsung dilarikan ke ICU. ”Ia mengalami pendarahan,’ ‘ kata promotor
artis-artis asing ini.
Atas kepergian sang sahabat, Adrie mengaku sangat kehilangan.
( simak streaming Kembali Kepadanya )

Sahabat lain Gito, Rano Karno, aktor yang kini menduduki kursi Wakil Bupati
Tangerang, menuturkan ia
menjenguk Gito. “Saya bilang; istirahat dan banyak istighfar. Saat mau
shalat maghrib saya dikabari
isterinya kalau Gito wafat,” ungkap Rano, saat melayat di rumah duka,
semalam. Selain Rano, pelayat lain
terlihat sejumlah selebriti antara lain Sys NS, Camelia Malik, dan Melly
Goeslow.

Sejak mengidap kanker kelenjar getah bening pada 2005, Gito pernah menjalani
perawatan intensif di salah satu
rumah sakit di Singapura, tiga tahun silam. Hampir tiga kali dalam sepekan,
musisi bernama asli Bangun
Sugito ini harus menjalani kemoterapi.

Sejak saat itu, ia nyaris absen dari pentas hiburan di Tanah Air. Baru pada
2007, dia meluncurkan album
”Kembali pada-Nya”. Sebuah album religi yang judulnya menjadi jalan
hidupnya kini.

Pada ulang tahunnya ke-60, November 2007, Gito muncul di depan umum dan
tampak segar. Bukan sebagai
penyanyi, melainkan untuk berdakwah di hadapan jamaah masjid di kawasan
Cinere, Depok.

Kegiatan utama Gito belakangan memang berdakwah. Namun, baginya, dakwah
bukanlah profesi. ”Profesi
saya, ya, menyanyi. Melalui nyanyian, saya mengajak siapa saja untuk lebih
mengenal rahman dan
rahim-Nya.” Bintang film Kereta Api Terakhir itu tampil terakhir kali di
depan publik pada awal
Februari ini. Saat itu, lelaki kelahiran Biak, Papua, 1 November 1947, itu
tampil berkursi roda membacakan
puisi karya Ketua Umum PP MUhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam Konser Gerak
Hijrah Bermarwah di
Jakarta.

(akb )

SELAMAT JALAN KANG GITO…
Ketika saya mendengar berita wafatnya Gito Rollies melalui pengumuman yang
disampaikan Eko Patrio dalam
acara Superstar di Indosiar malam ini, saya sama sekali tidak kaget karena
[29:57] Tiap-tiap yang
berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada,Kami kamu
dikembalikan. Lagipula sekitar 2 tahun yang
lalu Gito Rollies memang sudah divonis terkena Kanker getah bening dan
terlihat kondisinya makin lama makin
menurun. Saya juga tidak begitu takjub ketika melihat reaksinya menghadapi
penyakit tersebut :Hilang
sudah kesombongan dan keangkuhan saya selama ini, penyakit ini saya terima
untuk menggugurkan dosa-dosa
yang telah saya perbuat. demikian kurang lebih tanggapannya beberapa tahun
yang lalu.

Sosok Gito Rollies selalu menjadi idola yang menginspirasikan saya, baik
ketika dia berlaku urakan sebagai rocker ditahun 70an, maupun ketika berobah
total menjadi seorang insan yang bertaubat dan berusaha mendekatkan dirinya
kepada Allah. Saya ingat ketika masa-masa jahiliyah saya dulu di SMA dan
perguruan tinggi, saat saya
meniru-niru gaya kelompok musik The Rollies yang jantan, macho dan sangar di
atas panggung, lengkap
dengan atribut kaos buntung dan sarung-tangan berpaku. Lagak bicara sok cuek
dan seenaknya seolah tidak ada
yang bisa membatasi. Celakanya lagak dan gaya tersebut tidak saya pakai
ketika saya bermusik karena memang
saya tidak bisa main musik, tapi dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Sekitar tahun 2001, saat itu saya mengajak istri dan anak-anak jalan dan
berolah-raga minggu pagi di
Senayan, kami melihat Gito Rollies keluar dari lapangan softball,
kelihatannya dia barusan selesai memberikan ceramah disana, gayanya sangat
berbeda,pakai baju Pakistanidan menenteng rangsel kain, pakai kopiah Turki
dan berjanggut. Selanjutnya inipun menginspirasikan saya untuk berbuat
serupa, saya juga mulai memelihara janggut dan mulai sering memakai baju
muslim (katanya), kadang berbaju taqwa, dilain waktu memakai baju gamis dan
itu saya pakai dalam setiap keadaan, baik ketika ke mesjid maupun
jalan-jalan di mall. Saya pernah membaca wawancaranya ketika Gito ditanya
mengapa memakai pakaian model demikian dan dia menjawab bahwa itu bisa
berfungsi sebagai pagar atau tembok agar dia tidak gampang kembali
kejalannya yang sesat dahulu. Itupun bisa saya terima ketika saya melakukan
hal yang sama, memang terasa sangat berat untuk mendekati kemaksiatan atau
kelakuan yang aneh-aneh ketika saya mengenakan baju tersebut.

Bagaimana cara kita memberikan penilaian terhadap jalan hidup Gito Rollies
yang berliku tersebut..?? ,
Seorang mualaf kulit putih di Amerika Serikat mengungkapkan penafsiran
tentang kehidupan sesuai apa
yang diajarkan Al-Qur’an :

“Kita sudah melihat bagaimana Al-Qur’an menggaris-bawahi kemampuan belajar
manusia dan nilai pelajaran dalam pertumbuhan moral spiritual manusia. Bahwa
manusia akan khilaf dalam memilih, memang tidak bisa dielakkan. Akan tetapi
Tuhan, menurut Al-Qur’an, TIDAK MENGHARAPKAN KITA MENJADI SEMPURNA. Sebagai
gantinya, Dia menganugerahi kita dengan kemampuan untuk belajar dan
mengambil hikmah dari kekeliruan-kekeliru an kita. Al-Qur’an mengingatkan
tentang bahaya dosa, tapi juga menjelaskan bahwa jika seseorang menyadari
kesalahan-kesalahan nya, bertobat dan beriman dan kemudian beramal saleh,
maka Tuhan akan mengubah amal-amal destruktif yang telah dilakukannya
menjadi menguntungkan :

[25:70] kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal
saleh; maka itu kejahatan mereka
diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

(Bahkan Malaikatpun Bertanya, Jeffrey Lang, PT.Serambi Ilmu Semesta)

Dengan tulus tentu saja saya berdo’a agar Gito Rollies telah mengakhiri
hidup ini dengan khusnul khatimah menjalani akhir yang baik dan ketika dia
berpindah kepada kehidupan berikut, semua dosa-dosanya sudah dibereskan di
dunia ini, dan apa yang dibawanya semata-mata hanyalah pahala yang bisa
diterima disisi Allah. Entah terinspirasi atau tidak, akhir-akhir ini saya
juga sering meminta dan berdoa kepada Allah disetiap waktu, agar apapun dosa
yang telah saya lakukan cukuplah Allah menyelesaikannya di dunia ini saja,
apapun cara yang akan ditimpakan Tuhan buat saya, tentunya tidak lupa saya
juga meminta agar Allah melimpahkan kekuatan buat saya untuk menghadapi
proses penghapusan dosa tersebut dengan tabah dan sabar, karena itu hanya
bisa saya lakukan semata-mata atas pertolongan- Nya. Saya juga berharap
ketika waktunya sudah sampai kelak, yang tinggal hanyalah amal baik dan
pahala yang bisa diterima Allah, itulah bekal yang saya bawa kepada
kehidupan berikut.

Apa yang harus kita ucapkan atas kepergian Gito Rollies..?? kita biasanya
mengucapkan :”¬ĘSelamat
jalan Kang Gito” Islam mengajarkan kalimat yang indah untuk mengantarkan
kepergian seseorang menuju
Tuhannya :

“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun(Sesungguhnya kita adalah milik
Allah dan
kepada-Nya-lah kita kembali)

archa


Adrie Subono, sahabat Gito, mengatakan bahwa penyanyi yang juga bintang film
itu masuk ruang ICU sejak Rabu
(27/2). Sebelumnya, Gito sempat ke rumah sakit, namun diperbolehkan pulang.
Namun di rumah, anfal dan
langsung dilarikan ke ICU. ”Ia mengalami pendarahan,’ ‘ kata promotor
artis-artis asing ini.
Atas kepergian sang sahabat, Adrie mengaku sangat kehilangan.
( simak streaming Kembali Kepadanya )

Sahabat lain Gito, Rano Karno, aktor yang kini menduduki kursi Wakil Bupati
Tangerang, menuturkan ia
menjenguk Gito. “Saya bilang; istirahat dan banyak istighfar. Saat mau
shalat maghrib saya dikabari
isterinya kalau Gito wafat,” ungkap Rano, saat melayat di rumah duka,
semalam. Selain Rano, pelayat lain
terlihat sejumlah selebriti antara lain Sys NS, Camelia Malik, dan Melly
Goeslow.

Sejak mengidap kanker kelenjar getah bening pada 2005, Gito pernah menjalani
perawatan intensif di salah satu
rumah sakit di Singapura, tiga tahun silam. Hampir tiga kali dalam sepekan,
musisi bernama asli Bangun
Sugito ini harus menjalani kemoterapi.

Sejak saat itu, ia nyaris absen dari pentas hiburan di Tanah Air. Baru pada
2007, dia meluncurkan album
”Kembali pada-Nya”. Sebuah album religi yang judulnya menjadi jalan
hidupnya kini.

Pada ulang tahunnya ke-60, November 2007, Gito muncul di depan umum dan
tampak segar. Bukan sebagai
penyanyi, melainkan untuk berdakwah di hadapan jamaah masjid di kawasan
Cinere, Depok.

Kegiatan utama Gito belakangan memang berdakwah. Namun, baginya, dakwah
bukanlah profesi. ”Profesi
saya, ya, menyanyi. Melalui nyanyian, saya mengajak siapa saja untuk lebih
mengenal rahman dan
rahim-Nya.” Bintang film Kereta Api Terakhir itu tampil terakhir kali di
depan publik pada awal
Februari ini. Saat itu, lelaki kelahiran Biak, Papua, 1 November 1947, itu
tampil berkursi roda membacakan
puisi karya Ketua Umum PP MUhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam Konser Gerak
Hijrah Bermarwah di
Jakarta.

(akb )

SELAMAT JALAN KANG GITO…
Ketika saya mendengar berita wafatnya Gito Rollies melalui pengumuman yang
disampaikan Eko Patrio dalam
acara Superstar di Indosiar malam ini, saya sama sekali tidak kaget karena
[29:57] Tiap-tiap yang
berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada,Kami kamu
dikembalikan. Lagipula sekitar 2 tahun yang
lalu Gito Rollies memang sudah divonis terkena Kanker getah bening dan
terlihat kondisinya makin lama makin
menurun. Saya juga tidak begitu takjub ketika melihat reaksinya menghadapi
penyakit tersebut :Hilang
sudah kesombongan dan keangkuhan saya selama ini, penyakit ini saya terima
untuk menggugurkan dosa-dosa
yang telah saya perbuat. demikian kurang lebih tanggapannya beberapa tahun
yang lalu.

Sosok Gito Rollies selalu menjadi idola yang menginspirasikan saya, baik
ketika dia berlaku urakan sebagai rocker ditahun 70an, maupun ketika berobah
total menjadi seorang insan yang bertaubat dan berusaha mendekatkan dirinya
kepada Allah. Saya ingat ketika masa-masa jahiliyah saya dulu di SMA dan
perguruan tinggi, saat saya
meniru-niru gaya kelompok musik The Rollies yang jantan, macho dan sangar di
atas panggung, lengkap
dengan atribut kaos buntung dan sarung-tangan berpaku. Lagak bicara sok cuek
dan seenaknya seolah tidak ada
yang bisa membatasi. Celakanya lagak dan gaya tersebut tidak saya pakai
ketika saya bermusik karena memang
saya tidak bisa main musik, tapi dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Sekitar tahun 2001, saat itu saya mengajak istri dan anak-anak jalan dan
berolah-raga minggu pagi di
Senayan, kami melihat Gito Rollies keluar dari lapangan softball,
kelihatannya dia barusan selesai memberikan ceramah disana, gayanya sangat
berbeda,pakai baju Pakistanidan menenteng rangsel kain, pakai kopiah Turki
dan berjanggut. Selanjutnya inipun menginspirasikan saya untuk berbuat
serupa, saya juga mulai memelihara janggut dan mulai sering memakai baju
muslim (katanya), kadang berbaju taqwa, dilain waktu memakai baju gamis dan
itu saya pakai dalam setiap keadaan, baik ketika ke mesjid maupun
jalan-jalan di mall. Saya pernah membaca wawancaranya ketika Gito ditanya
mengapa memakai pakaian model demikian dan dia menjawab bahwa itu bisa
berfungsi sebagai pagar atau tembok agar dia tidak gampang kembali
kejalannya yang sesat dahulu. Itupun bisa saya terima ketika saya melakukan
hal yang sama, memang terasa sangat berat untuk mendekati kemaksiatan atau
kelakuan yang aneh-aneh ketika saya mengenakan baju tersebut.

Bagaimana cara kita memberikan penilaian terhadap jalan hidup Gito Rollies
yang berliku tersebut..?? ,
Seorang mualaf kulit putih di Amerika Serikat mengungkapkan penafsiran
tentang kehidupan sesuai apa
yang diajarkan Al-Qur’an :

“Kita sudah melihat bagaimana Al-Qur’an menggaris-bawahi kemampuan belajar
manusia dan nilai pelajaran dalam pertumbuhan moral spiritual manusia. Bahwa
manusia akan khilaf dalam memilih, memang tidak bisa dielakkan. Akan tetapi
Tuhan, menurut Al-Qur’an, TIDAK MENGHARAPKAN KITA MENJADI SEMPURNA. Sebagai
gantinya, Dia menganugerahi kita dengan kemampuan untuk belajar dan
mengambil hikmah dari kekeliruan-kekeliru an kita. Al-Qur’an mengingatkan
tentang bahaya dosa, tapi juga menjelaskan bahwa jika seseorang menyadari
kesalahan-kesalahan nya, bertobat dan beriman dan kemudian beramal saleh,
maka Tuhan akan mengubah amal-amal destruktif yang telah dilakukannya
menjadi menguntungkan :

[25:70] kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal
saleh; maka itu kejahatan mereka
diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

(Bahkan Malaikatpun Bertanya, Jeffrey Lang, PT.Serambi Ilmu Semesta)

Dengan tulus tentu saja saya berdo’a agar Gito Rollies telah mengakhiri
hidup ini dengan khusnul khatimah menjalani akhir yang baik dan ketika dia
berpindah kepada kehidupan berikut, semua dosa-dosanya sudah dibereskan di
dunia ini, dan apa yang dibawanya semata-mata hanyalah pahala yang bisa
diterima disisi Allah. Entah terinspirasi atau tidak, akhir-akhir ini saya
juga sering meminta dan berdoa kepada Allah disetiap waktu, agar apapun dosa
yang telah saya lakukan cukuplah Allah menyelesaikannya di dunia ini saja,
apapun cara yang akan ditimpakan Tuhan buat saya, tentunya tidak lupa saya
juga meminta agar Allah melimpahkan kekuatan buat saya untuk menghadapi
proses penghapusan dosa tersebut dengan tabah dan sabar, karena itu hanya
bisa saya lakukan semata-mata atas pertolongan- Nya. Saya juga berharap
ketika waktunya sudah sampai kelak, yang tinggal hanyalah amal baik dan
pahala yang bisa diterima Allah, itulah bekal yang saya bawa kepada
kehidupan berikut.

Apa yang harus kita ucapkan atas kepergian Gito Rollies..?? kita biasanya
mengucapkan :”¬ĘSelamat
jalan Kang Gito” Islam mengajarkan kalimat yang indah untuk mengantarkan
kepergian seseorang menuju
Tuhannya :

“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun(Sesungguhnya kita adalah milik
Allah dan
kepada-Nya-lah kita kembali)

archa

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: