Oleh: bening1 | Maret 22, 2008

Panjang Angan-Angan

Seorang manusia jika panjang angan-angannya,dia akan melakukan pekerjaan dangan sungguh-sungguh dan cenderung tidak memperdulikan waktu,dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang diangan-angankan oleh hatinya, meramalkan dunia dengan berbagai macam usahanya dan akan merobohkan sendi-sendi kepentingan akhiratnya. Rasulullah SAW bersabda,”tidak henti-hentinya hati orang tua itu tetap muda dalam dua hal, yaitu cinta terhadap dunia dan panjang angan-angan.”

Jika kita mengerti tinggal berapa sisa umur kita dan sudah berapa umur yang kita lewati niscaya kita akan hidup lebih hati-hati dalam meraih apa yang kita angan-angankan.Tentunya kita lebih senang untuk menambah amal ibadah kita dan memperpendek angan-angan kita,yang ujungnya hanya cenderung mendapatkan kesenangan dunia alias hubbudunya.

Rasul SAW bersabda “jadilah kamu di dunia seolah seperti orang yang sedang menyeberang jalan.”

Menyeberang jalan bukan berleha-leha apalagi jalan di metropolitan,dimana kendaraan saling beradu kecepatan ingin sampai tujuan secepatnya.Ketika tidak bergegas menyeberang dan kurang hati-hati,siuut…brakk,tertabrak minimal kesrempet.Di duniapun kita demikian,ketika kita lengah tidak bergegas menyiapkan bekal untuk hari akhir,setan akan segera menyambar iman kita,dan selanjutnya kita menjadi korbannya,sekutu setan,seperti kerbau yang dicocok hidungnya,ditunggangi hawa nafsu kemana-mana,gampang diperintah berbuat munkar dan susah sekali melakukan hal-hal yang ma’ruf.

Ingatlah,jika kau panjangkan angan-anganmu..maka itu sebagai tempat masuknya setan untuk mempermainkanmu.Karena dengan adanya angan-angan yang muluk padahal kosong belaka,maka waktumu akan habis untuk kesibukan dunia saja dan mengorbankan akheratmu.Thats the goal of Evil!

“yaitu orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan belaka dan senda gurau,dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia.Maka pada hari kiamat,Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini,dan karena mereka mengingkari ayat-ayat kami.” [Al-Araf 51].

About these ads

Responses

  1. Seni Mengelola Kesedihan
    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Sahabat…
    Kehidupan dihiasi berbagai warna
    Setiap warna mengisyaratkan sebuah makna
    …yang bisa dihayati…dan difahami jika kita mau terbuka

    Sahabat…
    Kesedihan adalah bagian dari warna kehidupan
    Ia bisa singgah di dalam mengisi lembaran hidup siapapun
    Jangan pernah berfikir bahwa orang kaya tidak pernah sedih
    Jangan pernah mengira bahwa pejabat tak mungkin bersedih
    Jangan berprasangka bahwa orang terkenal akan jauh dari kesedihan
    Ketahuilah bahwa kesedihan akan hinggap di sela – sela hidup siapapun
    Meskipun dalam bentuk dan warna yang berbeda

    Sahabat…
    Kita mungkin pernah bersedih karena kesulitan ekonomi yang dihadapi
    Mungkin juga ada yang bersedih karena pangkat dan jabatan yang stagnan
    Ada juga yang bersedih karena soal jodoh atau pasangan
    …ntah berupa pengkhianata…kejujuran….ketulusan…atau kesetiaan
    Ada juga yang berjodoh tapi masih belum punya momongan…
    Ada yang bersedih karena kenakalan anak – anaknya…
    Ada yang bersedih karena sulit pekerjaan…
    Bahkan ada juga yang sedih karena tumpukan pekerjaan yang terus – terusan..
    Itu semua adalah warna….
    Adakah celah hidup tanpa kesedihan …?

    Sahabat…
    Tergantung bagaimana kita mengelolanya…
    Dan jangan mengira bahwa orang – orang yang berada di sana jauh dari
    kesedihan…
    Sama saja…., hanya mereka bisa mengelola kesedihannya
    Coba lihat kawan – kawan di sekitar kita…
    Lihat kiri kanan wajah – wajah mereka…
    Tak bisa dipungkiri banyak raut muka yang berhiaskan kesedihan

    Sahabat….
    Tiba saatnya untuk kita melaksanakan qana’ah
    Bukan sekedar pengetahuan atau hapalan…tapi dipraktekan dalam keseharian

    Sahabat…
    Kesedihan adalah manusiawi dan wajar saja
    Selama bisa dikelola dengan baik dan wajar pula
    Dan kesedihan yang terpenting adalah….
    …ketika kita tidak melaksanakan amanah kehidupan ini dengan baik
    Parameternya bukan gelar akademis yang panjang
    Bukan pula jumlah harta yang dilaporkan ke negara
    Tetapi sebuah ktulusan dalam melaksanakan keyakinan agama dengan ketaqwaan

  2. bnar s x ap yg d’ktakn sbt..
    sy aj skrg d’rundung dg ksedihn, g’ tau sm sp hrs d’luahkn rsa ini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: