Oleh: bening1 | April 14, 2008

Tidak Ada Asap Tanpa Api

Terkadang orang tidak menyadari jika ia mendapat sebuah musibah / bencana adalah karena perbuatannya sendiri. Karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan akibat tanpa sebuah sebab. Orang mendapat musibah kecelakaan misalnya, ada sebab visible yang bisa kita telaah,pertama,mungkin karena kurang hati-hati,teledor,melamun,dll. Sebab kedua yang invisible, terkait dengan keimanan seseorang pada Allah dan hubungan kita dengan manusia lain .

Sebab invisible jarang disadari oleh manusia,
1.Hubungan Manusia dengan Allah
Keimanan kita pada Allah yang terkotori oleh sifat kekafiran,sungguh kafir bukan hanya ada dalam hati orang yang tidak beriman pada Allah,yang terang-terangan tidak mengakui adanya Allah,tetapi sifat kafir juga bisa muncul dalam diri tiap muslim.

Ketika seorang muslim percaya pada seseorang (mis.peramal,paranormal,dll) melebihi percaya pada Allah,sesungguhnya dia telah memelihara sifat kafir dalam hatinya. Begitu pula ketika seorang muslim merasa amat bergantung/cinta pada seseorang melebihi bergantungnya/cintanya ia pada Allah, maka ia juga telah menanam sifat kafir dalam hidupnya.

“Dan perbuatan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana karena perbuatan mereka sendiri,atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka.” (Ar-Rad 31)

Oleh sebab itu Allah akan memberi sebuah peringatan yang berupa musibah,dengan tujuan agar ia bisa meluruskan hidupnya kembali ke jalan yang benar, bertaqwa, bersandar & percaya hanya pada Allah semata. Allah mempunyai banyak cara untuk membuat manusia menyadari kesalahannya. Tinggal manusia tsb mau atau tidak merespon peringatan Allah.

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (As-Sajdah 21)

2.Hubungan Manusia dengan Sesamanya
Mungkin dalam muamalah dengan sesama,kita pernah menyakiti hati seseorang,mendzaliminya atau mungkin kita mengambil hak orang lain. Sehingga yang seharusnya itu bisa menjadikan kebahagiannya,malah menjadikan susah orang,sehingga terlontar doa orang yang terdzalimi. Dan doa orang yang didzalimi,akan sampai pada Allah tanpa penghalang,selama orang yang didzalimi ini bertaqwa dan istiqomah pada Allah.

Sehingga Allah akan memberikan balasan pada siapapun yang berbuat dzalim setimpal dengan yang ia kerjakan.

“Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka,mereka kekal di dalamnya.” (Yunus:27)

Karena itu sebagai seorang muslim hendaknya senantiasa koreksi diri setiap saat,menjaga hati dari sifat kafir yang akan membuat Allah menurunkan azab dunia serta menjaga hubungan kita dengan sesama manusia agar tidak menyakiti atau mendzalimi mereka.

Apabila kita tidak dapat mengerti akan azab dunia adalah akibat perbuatan kita yang tidak benar,lantas kita tetap berada dalam pusaran kesalahan yang sama dan tidak kunjung keluar,maka Allah akan tutup hati kita sampai Allah memberikan azab akherat yang kita tidak sanggup lagi mengabaikannya.Naudzubillah..

“Mereka tuli,bisu dan buta (*) maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” ( Al-Baqarah: 18 )

(*)Walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.

Birohmatika ya Ghofurur rohim

About these ads

Responses

  1. Assalamu ‘alaikum
    Kalau boleh kasih saran sebaiknya hati-hati menggunakan istilah habluminanas dan habluminallah. Penggunaan kedua istilah tersebut dalam al Quran ternyata merupakan istilah khusus yang diperuntukkan bagi ahlulKitab (Yahudi-Nashara). Coba periksa (QS.Ali Imran :102-112 terutama pada ayat 112). Sementara bagi mukmin (muslim tentunya) digunakan istilah hablullah.Lihat (QS.3:103).Semoga menjadi ilmu bagi kita bersama. Sebarkan hal ini sebab masih banyak saudara kita yang belum tahu, bahkan dari kalangan ulama dan cerdik pandai.

    Reply:
    Alhamdulilah,syukron..
    senang saya diingatkan. InsyaAllah saya cek Al-Quran, jg majlis taqlim tempat saya menimba ilmu karena selama ini yg lazim di telinga muslim adalah 2 istilah tsb.
    Sekali lagi jangan berhenti saling mengingatkan dalam kebaikan & kesabaran.

  2. kenapa sih nggak ada gambarnya.
    aku kan mau gambar surga dan neraka, mana coba ! nggak kan?
    Reply
    itulah salah keimanan yg mesti ada dlm setiap diri setiap muslim..
    Tidak bisa melihat wujudnya,tp kita percaya adanya. Bukan cuma surga neraka,tms Allah,malaikat & hari akhir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: