Oleh: nirvana2005 | November 7, 2008

Nilai Penghargaan seorang Guru Ngaji

>>sang guru ngaji

seseorang yang berdedikasi untuk menyebarkan agama islam.
mengajarkan, mengenalkan, mendidik, menteladani sesuai ajaran islam. dengan perhatiannya, dengan dengan kasih sayangnya, dengan kesabarannya, dengan ihklas, tanpa pamrih. dengan gigih mereka berjuang atas nama islam, merekalah pejuang pejuang kita, pejuang dijalan Allah.

kita bisa mengenal abjad huruf arab dari guru ngaji kita
kita bisa membaca ayat ayat alquran juga dari guru ngaji kita
kita sampai bisa menghafalkan ayat ayat dalam alquran juga berawal dari guru ngaji kita
kita bahkan sampai mahir dan bisa menerjemahkan kandungan isi dan manfaat ayat ayat dalam alquran berawal dari guru ngaji.sejauh ini, dari hasil yang kita terima, imbal balik apakah yang telah kita berikan kepada sang guru ngaji kita tersebut.

>>>>jangankan imbal balik, kadang ingat guru ngaji kita aja kagak.>>>>

jaman sudah amat sangat berkembang, tehnologi semakin maju, pendidikan juga semakin tinggi. tapi keadaan guru ngaji dari tahun ketahun masih begitu begitu aja.

bagaimana kita menghargai guru ngaji yang kita anggap vital ini, kita mengaku islam tapi kalo tidak bisa ngaji namanya juga bohong, kita ini islam tapi kalo tidak tau artinya aslam itu juga bohong, jadinya islam asal asalan, islam angin anginan, islam ktp. maka posisi guru ngaji disini dianggap sangatlah penting. dari guru ngajilah aqlakul karimah seorang muslim berawal.

guru ngaji selama ini selalu dipandang sebelah mata, sangat dibutuhkan sekali tetapi tidak dihargai. lihat saja fakta yang ada di masyarakat kita. untuk belajar ngaji tidak ada istilah biaya atau bayar berapa, tidak ada pendaftaran, tidak ada biaya gedung, tidak ada biaya daftar ulang. akhirnya kita menggunakan kata infak/ amal jariyah/ sodakoh.

saya sangat tercengang melihat kenyataan bahwa disekitar kita ternyata memberikan infak untuk anak kita yang ikutan belajar ngaji sebesar Rp. 10.000,00 adalah umum, biasa, paling lebih lebih tidak jauh dari 2x nya. dan ini sudah menjadi nilai infak pasaran. padahal anak kita berangkat ngaji seminggu bisa 4-5 kali pertemuan dan dalam sebulan bisa minimal 20x pertemuan. bisa dibayangkan bagaimana nasib para guru ngaji, akankah beliau masih terus bertahan. hanya dengan bantuan Allah lah mereka masih setia menjalaninya.

ternyata kita selama ini masih menghargai guru ngaji anak anak kita tidak lebih dari satu hari uang belanja kita. atau mungkin sehari uang jajan anak kita. atau lebih parah lagi uang bensin untuk sekali jalan. padahal infak yang kita berikan hanya sekali dalam sebulan.

>>>Bandingkan faktanya

1. kursus Bahasa Inggris
-biaya pendaftaran Minimal RP 50.000,00 sampai 200.000,00
-biaya bulanan minimal Rp. 50.000,00 sampai 100.000,00
-biaya buku minimal Rp. 25.000,00
-prekuensi pertemuan 2 kali seminggu, 8 kali dalam sebulan

2. Kursus Jarimatika atau sempoa
-biaya pendaftaran 100rb sampai 250rb
-biaya bulanan minimal 75rb
-biaya buku minimal 20rb
-frekuensi pertemuan 3 kali seminggu atau 12 dalam sebulan

3. jajan di pizza hut
-satu keluarga ambil paket ber 4 minimal 60rb
-satu bulan 2x ke pizza, minimal dalam satu bulan = 120rb

4. makan di mcd
-untuk berdua minimal 50rb
-dalam satu bulan 3x datang, minimal 150rb

fakta diatas peminatnya banyak, selalu penuh alias ngantre
bandingkan dengan infak yang kita keluarkan setiap bulan yang hanya 10-20rb setiap bulan untuk mendidik anak kita supaya bisa ngaji, membaca ayat ayat alquran.
itupun kadang masih ditambahin ngedumel ke guru ngajinya.
kita memang masih timpang dan belum bisa berlaku adil untuk urusan akhirat.

segitukan ukuran infak yang bisa kita keluarkan…..
pantas jika Allah juga memberikan rizki kepada kita juga ala kadarnya, tentunya kita akan mengangis, menjerit, meratap, berdoa siang malam mohon kepada Allah dibukakan pintu rizkinya.
mari kita kembalikan ke dalam kehidupan kita, bila kita ingin Allah memberikan lebih, maka lebihkanlah infak dijalan Allah.

kalo bukan kita sesama muslim yang mengangkat guru ngaji kita, guru anak anak kita, lantas siapa lagi?, mustahil orang yang berseberangan dengan kita rela membatunya.

saya bukan guru ngaji, tetapi saya peduli dengan mereka mereka yang iklas mengajarkan islam.

About these ads

Responses

  1. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  2. Bener sekaletuh, mosok ongkos nunjukin jalan ke sorga murah sekali? Ada seorang mantan pendeta mengatakan: kalau mau cari pendeta di gereja cari yg paling gendut, hp paling anyar dan mobil paling bagus, itu dia. Tapi kalau cari Imam masjid/guru ngaji cari yg pali kurus dan maaf agak kmel…itu dia krn masalah kurangnya penghargaan pd bliau.
    Astaghfurullah…..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: