Oleh: bening1 | Desember 12, 2007

Sepotong keju yang mengotori Iman

Abu Yazid adalah seorang zahid yang telah beribadah kepada Allah bertahun-tahun,namun dia belum bisa merasakan nikmatnya beribadah.Ia telah merasa mantap dalam berdoa,pas dalam berzikir,total dalam bertawakal,puasa,shalat,zakat,namun semuanya berjalan biasa-biasa saja..hambar..
Abu Yazid sebagai orang alim segera tanggap dengan keadaan ini,ia menanyakan kepada ibunya.”Wahai ibu,mengapa sampai sekarang saya belum bisa merasakan nikmatnya ibadah kepada Allah SWT,adakah ibu pernah memakan sesuatu selama saya dalam kandungan?

Setelah lama mengingat-ingat,maka berkata sang ibu “Anakku, dulu aku pernah melihat keju di jemuran tetangga,aku menginginkannya lantas aku mengambil sebesar ujung jari tanpa pengetahuan pemiliknya.”

“Hanya sebesar itu? Sudikah ibu menemui pemiliknya,untuk mengikhlaskannya?”
Sang ibu memenuhi,dan si pemilik memaafkan serta menghalalkan keju tsb.

Penyebab Abu Yazid tidak dapat merasakan nikmat ibadah ternyata hanya sekerat keju.Itupun dimakan ibunya dan ia tidak ikut mencuri.Hanya saja makanan haram itu tumbuh menjadi darah dan dagingnya.Itu baru sekerat keju,apalagi kalau makanan itu sepiring,beberapa piring,sebagian pendapatan atau bahkan seluruh pendapatan..

Banyak hal yang menghalangi seseorang untuk merasakan nikmat ibadahnya.Hati yang tidak tulus tidak mungkin mencapainya walaupun telah dilakukan bertahun-tahun.Kurangnya penyerahan diri secara total bisa juga menghambat,satu lagi,makanan yang haram..
Baik hakikatnya makanan tsb (spt babi) maupun cara memperolehnya (menipu,manipulasi,korupsi atau terkandung maksiat lainnya).Doa orang yang memakan makanan yang haram jelas tertolak dan tidak dikabulkan Allah SWT.Karena barang haram itu kotor dan Allah itu suci,sampai kapanpun yang kotor tidak akan dapat dicampur dengan yang suci.

Siapakah yang lebih sial daripada orang-orang yang tidak dikabulkan doanya?
Jika Allah tidak mengabulkan doa seorang hamba,berarti ibadahnya tidak bernilai apa-apa.Bukankah doa itu pokok ibadah? Mana mungkin Allah menerima doa seseorang yang hidup,berkembang,dan dewasa dalam iklim dan udara haram?

Al-Maidah:88 Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu,dan bertawakallah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.

Iklan

Responses

  1. nie artikel bagus bgt.
    kudu dibaca bwt tambah pengetahuan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: