Oleh: nirvana2005 | Desember 15, 2007

Ujian untuk sedekah

untuk kesempatan kali ini saya ingin bercerita tentang kehidupan saya sehubungan dengan “Sedekah jilid 1”

kami adalah keluarga kecil yang merantau disebuah kota besar, jakarta. kami hidup disekeliling hiruk pikuk kota jakarta yang luas dan komplek tingkat kehidupannya. sebagai pendatang yang berharap mendapatkan uang lebih banyak, kami bekerja sampai tidak pandang waktu, siang dan malam, meninggalkan anak dan istri. dengan penghasilan yang cukup menurut ukuran kami, membuat kami merasa nyaman dengan kehidupan kami. kami menjalankan ibadah dengan tertip dan tidak neko neko dalam bekerja. hanya saja masih ada yang belum kami pikirkan saat itu, yaitu membagikan sedekah sebagian dari penghasilan kami untuk orang yang kurang mampu. pikiran kami saat itu hanya menjalankan hidup apa adanya.

beberapa bulan setelah kami menetap dijakarta, anak kami yang hanya dua orang sering mengalami sakit sakitan, bergantian pula. setiap bulannya selalu aja ada yang harus dibawa ke dokter, baik itu hanya batuk, pilek atau demam. tetapi setiap kali anak kami ada yang sakit tidak bisa disembuhkan hanya diobati dengan obat biasa, setelah dari dokter baru bisa sembuh, bahkan sering saya amati setelah pulang dari dokter dan belum minum obah, penyakit anak saya tersebut udah berkurang, subhanallah….( inilah coban yang saya terima dari Allah)….

suatu hari saat saya sedang berada dirumah adik ipar saya, saya membaca kisah kisah orang yang sering melakukan sedekah dan perubahan dalam kehidupannya setelah menjalankannya, dari sebuah majalah islami terbitan yayasan disurabaya. saya pun berpikir untuk melakukan hal serupa, mengikuti orang orang untuk beramal dan mendapatkan hidayah dari Allah. sepulang dari rumah tersebut saya diskusi dengan istri tentang kisah kisah tersebut, dan mulai saat itu kami sepakat untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan kami, tidak banyak, tapi menurut saya sudah cukup.

kami melakukan sedekah ini dengan rasa iklas, tidak mengharapkan imbalan apa apa dari allah. syukur syukur kalo allah memberikan nikmatnya kepada kami. setelah waktu berjalan kurang lebih enam bulan kami sekeluarga lagi ngobrol ngobrol sama anak dan istri sambil nonton tv, tanpa sadar, enam bulan setelah kami mengeluarkan sedekah rutin, anak saya sudah jarang sakit. bisa dipastikan, selama enam bulan ini saya tidak pernah mengeluarkan biaya untuk kedokter. dan juga bulan bulan berikutnya, walaupun sempat terkena batuk pilek atau demam, itupun diberi obat pasaran juga sembuh. itulah karunia dari tuhan gumam saya. itu baru sedikit yang saya keluarkan untuk sedekah. bagaimana kalo saya lebihkan .. hanya tuhan yang tau jawabnya.

dalam pemikiran saya setelah itu hanya ada satu pilihan. sedekahkan hartaku dan kamipun dapat memperoleh perasaan lebih tenang lagi, tidak kawatir bila dengan isu anak sakit, karena allah akan membantu dan menjaganya. dari pada saya tidak sedekah, dan saya harus setor kedokter setiap bulan, dan belum lagi bila cobaan yang akan diberikan oleh allah semakin berat, biaya yang dikeluarkan akan lebih besar dari sedekah kita. bayangkan boo…

anak adalah titipan allah, anak adalah buah hati kita, bila anak sakit kitapun akan merasakan sakit, jiwa kita, badan kita juga turut sakit. bahkan satu kampung bisa dibikin heboh. akibatnya, hasil pekerjaan kita kan menjadi sakit pula, pahitnya nich ,, kalo diurai lagi rejeki kita akan pahit juga. karena konsentrasi kita terpecah dan hasilnya tidak akan maksimal. kalo anak kita sakit akankah kita masih mengejar dollar?? tentu tidak. minimal kita ijin, cuti, bolos. bagaimana dengan pekerjaan kita, bisnis kita,dagangan kita, siapa yang menjalankan, mana yang lebih rugi??? ……gunakan logika anda

suatu hari saya pernah lupa belum membayarkan sedekah ke orang yang biasa saya titipin, dan beliau juga lupa untuk mengingatkan saya, wal hasil ketika saya melakukan perjalanan diluar kota, saya mendapatkan telepon dari rumah, anak saya demam, tinggi banget, udah dibawa ke dokter, gejalanya seperti tipus. tetapi setelah diberi obat bukannya sembuh, tambah gak menentu, panas ya dingin ya. sudah pasti ini kelakuan penyakit dbd. tindakan ekstrim harus segera diambil, tentunya tidak dengan biaya murah. setelah saya ingat ingat dan konfirmasi ke istri saya, emang kami blom membayarkan sedekah untuk bulan ini, dan setelah itu kami introspeksi, beginilah cara tuhan untuk mengingatkan saya . ternyata allah masih sayang sama saya, saya telah diuji dikala saya melalaikan tugas saya. bersedekah, hanya kata inilah yang dapat membatu  dan menenangkan saya.

harapan saya kejadian ini jangan terulang pada sahabat sahabat saya. cukup saya aja yang mangalaminya…
apakah anda mempunyai pengalaman rohani?. share disini

nirVana
register user

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: