Oleh: bening1 | Januari 5, 2008

Mengenal Allah?

Kita semua mengakui jika Allah itu ada tetapi kita sering mengabaikan keberadaanNya..
Kita tahu semua yang ada di sekitar kita adalah karena kuasaNya
Kita bisa merasakan,bahkan melihat ciptaanNya,keagunganNya
Tapi seiring itu juga kita bolak-balik berkhianat padaNya..

Sebenarnya sudah mengenal Allah kah kita?

Sebenarnya untuk apakah kita berada di dunia ini?
Bersenang-senang? Mencari kepuasan? Kalau benar ini yang kita cari,
Buktikan saja..kita tidak akan pernah mencapainya.
Kesenangan sesaat mungkin bisa kita dapat tapi kepuasan? Never!…
Karena sudah menjadi sifat manusia selalu merasa kurang

Dan memang dunia ini bukan tempat untuk bersenang-senang tapi tempat untuk mengenal dan beribadah kepada Allah..
Seperti firman Allah bahwa “Tidak diciptakan manusia dan jin selain untuk menyembah Allah”

Dunia ibarat tempat singgah,bertamu bagi kita yang sedang menjadi musafir
Siapa tuan rumahnya? Allah Azza wa jalla
Kalau kita menjadi tamu apakah kita akan bersikap tidak sopan? banyak permintaan?
Lancang pada tuan rumah? Atau santun padaNya?

Sehari minimal 17x bersumpah “Iyya kanna’buddu wa iyya kanastain”
“Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”
Nyatanya..
kita jauh lebih takut pada manusia ketimbang Allah
Kita lebih percaya & memohon pertolongan pada manusia..Hasilnya?
Bukannya kita mendapat syafaat malah membuat kita terperosok dalam masalah besar..
Menduakan Allah..
walau secara nyata kita tidak menyembah berhala.
Manusia tidak mau dimadu apalagi Allah..Dia Maha Pecemburu
Dia Ar-Rahman Ar-Rahim tapi kita yang dikasihi malah sering meninggalkanNya

Coba renungkan,
Bagaimana dalam telor ayam cairan putih dan kuning tidak bisa bercampur?
siapa yg membuatnya demikian?
Mengapa sapi bisa mengeluarkan susu padahal ia hanya makan rumput?
Apakah rumput mengandung komposisi pembentuk susu?
Mengapa buah-buahan yg kecil seperti anggur bisa tumbuh di ranting
sementara buah2 yg besar seperti durian tumbuh di batang?
mengapa tidak terbalik? Kuasa siapa yg membuat demikian?
Mengapa dijadikan siang dan malam pergantiannya selalu tepat waktu
tidak pernah molor salah satunya?

“..Kami padamkan lampu malam (bulan) dan lampu siang (matahari) terang benderang agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.Dan segala sesuatu telah kami jelaskan.” ( Al-Isra 12)

Apa semua ini belum cukup membuat kita mengenalNya?
MencintaiNya? Taat padaNya? Takut melanggar laranganNya?
Jika hari kemaren kita telah banyak mengecewakanNya bersalah padaNya
Ayo tebus hari ini dan esok dengan menyenangkanNya..

Dunia hanya tempat menanam,kelak Allah akan memberikan hasilnya sesuai yg kita tanam. Maha cepat perhitungan Allah tidak akan meleset sedikitpun.

Iklan

Responses

  1. mengenal Allah hanya bisa dengan hati. Akal hanya mampu memproses informasi yang bisa diterima oleh panca indera.

    Penggunaan akal adalah sebagai mukaddimah untuk mengenal Allah. Dengan banyak merenungkan kekuasan Allah, lama-lama akan timbul RASA. Bila RASA bahwa Allah itu berkuasa, Maha Melihat, Maha Mendengar, tentu kita akan takut untuk berbuat kerusakan di muka bumi ini.

    Silakan baca:

    Mengenal Allah dengan Hati

  2. Terima Kasih,comment-nya..
    Akan bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya,InsyaAllah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: