Oleh: bening1 | Januari 5, 2008

Rencana Hebat di Balik CobaanNya

Ini satu kisah hidup seseorang,yang dengan besar hati dikirimkan pada penulis, semoga pembaca sedikit banyak memetik hikmah dari ketabahannya..****

Satu keyakinanku,yang selalu aku tanamkan bahwa Allah memiliki ‘rencana hebat’ di balik semua ini…Dibalik pernikahanku yang hancur,di balik sakitnya anakku,di balik beratnya aku mencari nafkah,serta dibalik kesendirianku yang entah sampai kapan. Semangat tetap harus aku kumpulkan,kejenuhan sebisa mungkin aku tepis,hidup bukan untuk menyerah,tapi hidup untuk berjuang.Berjuang menjalani takdir,berjuang mengokohkan iman pada Allah..Karena hidup sekarang hanyalah sarana untuk mencapai hidup yang kekal di akherat nanti.

“Dan pasti kami akan mengujimu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa,dan buah-buahan.Dan sampaikanlah kabar gembira pada orang-orang yang sabar.” [Al-Baqorah 155]

Kehidupan keluargaku yang telah aku bangun sejak 1995,bisa dibilang baik-baik saja..
Suami yang aku cintai juga mencintaiku,buah cinta kami.. semua adalah anugrah terindah yang pernah aku miliki.Tidak pernah terbayang bahwa semua akan berakhir seperti ini.Lima tahun aku bersamanya,mendampinginya,melahirkan anak kami tercinta,tanpa pernah ada ombak besar yang menerpa bahtera rumah tangga kami.Riak-riak kecil memang ada akan tetapi semua itu selalu bisa ternetralisir kembali seiring cinta kami yang makin dewasa.

Rupanya Allah mengamanahkan pada kami buah hati yang diberi kelebihan dari anak-anak normal lainnya.Yah..anakku menderita autis.Tapi itu tidak mengurangi sedikitpun rasa sayangku padanya.Suamikupun mengerti keadaan anak kami,namun aku tidak tau persis bagaimana hatinya,perasaannya.Sampai suatu hari dia pamit padaku juga orang tuaku ingin pergi ke tempat saudara.Tanpa rasa curiga aku mengijinkannya.Hitungan hari telah berlalu,bahkan bulanpun berjalan.Hingga sampailah saat itu aku mendapat kejutan hidup yang amat tak terduga.Surat cerai darinya.. Kepala ini serasa ditimpa tumpukan balok,membaca surat yang datang,yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.Apa mau dikata? Talak telah jatuh tanpa aku tau apa sebabnya..

Bingung,sedih,marah,kecewa,hati ini..tapi apa mau dikata..keputusan telah jatuh..aku harus menjalaninya.Pada akhirnya,akulah yang mengurus sendiri surat perceraian itu ke pengadilan tanpa ada kehadiran suamiku.Dia benar telah hilang…bukan hanya sosoknya yang tidak pernah datang,tapi kabarnyapun tidak ada.Pernah sekali datang sebuah surat darinya,yang isinya minta ijin untuk menikah lagi..aku lebih tidak faham lagi mengapa dia seperti itu.Dengan sabar,ikhlas,dan tawakal aku menjalani hidup baru sebagai single parent dengan buah hatiku.Rasanya tidak benar jika aku terus larut dalam kesedihan hanya karena ditinggal suami,sementara buah hatiku jauh lebih membutuhkan aku.

Aku harus bangkit demi Nedar..anakku amat butuh perhatian lebih,jauh lebih besar di atas anak normal.Keadaanku yang tidak bekerja dan menggantungkan hidup sepenuhnya pada orang tua membuat aku harus banting setir,mencoba mencari pekerjaan untuk biaya pengobatan dan sekolah khusus buat Nedar. Alhamdulilah Allah mengijinkan aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta, setidaknya dengan rezeki inilah aku bisa gunakan untuk membiayai terapi skaligus sekolah anakku.Walaupun jujur masih banyak campur tangan orang tua membiayai hidupku dan Nedar.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah merupakan cobaan bagimu..” [At-Taghabun 15]

Waktu terus berjalan,ketika Nedar seusia anak yang seharusnya sudah berjalan dan bicara lancar,ternyata dia belum mampu baik secara fisik maupun mental.Pengobatan alternatif disamping kunjungan ke dokter yang tidak pernah berhenti terus aku lakukan,semua karena aku ingin dia memiliki kecerdasan akal sebagaimana anak-anak normal lainnya.Semua permasalahan,termasuk beratnya membuat seorang anak autis kembali normal aku hadapi dengan tabah..mungkin tanpa dukungan orang tua,aku tidak sanggup menghadapinya.Lebih-lebih tanpa seijin Allah SWT mungkin aku sudah tumbang lama sejak ditinggal suamiku.. Yang membuat aku heran bagaimana bisa seorang bapak lupa dan tidak perduli terhadap anaknya,darah dagingnya..Jika lupa denganku silahkan saja,awalnya kami juga orang lain kalau sekarang mesti menjadi orang lain rasanya tidak masalah tapi Nedar? Dia berhak untuk tetap diingat,diperhatikan,boleh jadi aku adalah mantan istrinya.Tapi tidak ada istilah mantan anak..

Kadang rasa sesal itu muncul,ketika aku merasa mengapa hidupku seperti ini?
Mengapa aku tidak diberikan keluarga yang utuh layaknya orang lain?
Mengapa aku diamanahi seorang anak yang autis? bukan anak yang normal?
Mengapa dan mengapa lain terus membuat air mata ini tidak berhenti menyesali hidup.
Namun iman kepada Allah membuat aku membatasi diri untuk tidak terus menerus suudzon pada kehendak Allah.Apapun yang Allah berikan pada hidupku..itulah yang terbaik menurut Allah.Aku berusaha untuk bisa bersyukur atas keadaan ini,karena bila kita melihat ke luar tentunya masih banyak ribuan orang yang mungkin memiliki penderitaan dan cobaan lebih berat daripadaku.

Bosan,lelah,marah,tetap saja aku harus menjalani hidup.Tapi aku rugi..hatiku jadi kotor dan tidak tentram jika aku terus memelihara penyakit-penyakit hati itu bersemayam.Lebih baik aku belajar ikhlas,senantiasa bersabar,istiqomah dalam ibadah,sambil terus mencintai dan mengajari anakku agar bisa seperti anak-anak normal yang lain.Senyum dan tawa Nedar setidaknya selalu menjadi semangat terbesarku untuk melewati saat-saat sulit.Nedar adalah amanah Allah,yang kelak harus aku pertanggungjawabkan dihadapanNya..apakah aku mendidiknya dengan baik atau membiarkannya. Sambil aku terus memohon padaNya jika aku diijinkan untuk mendapat jodoh kembali,aku ingin laki-laki yang bisa menjadi imam bagi aku dan Nedar,yang akan mengajariku dan membawaku ke jalan menuju surgaNya.Amin..

Iklan

Responses

  1. Allah tidak akan begitu saja membiarkan umat-Nya mengatakan bahwa dia beriman kepada Allah.Pasti Allah mengujinya.Tetap istiqomah.Semangat…………..Allahu Akbar……………………………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: