Oleh: bening1 | Januari 9, 2008

Taubat Pangkal Cerdas

Pernahkah kita mencoba untuk memiliki fokus jangka panjang, yaitu kehidupan setelah mati? Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ditanya oleh salah seorang sahabat, “man akyasunnas wa akramunnas (siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia)”, beliau menjawab,“aktsaruhum dzikran lil maut wa asyadduhum isti’dadan lahu” (yang paling banyak mengingat mati dan paling dahsyat persiapannya untuk menghadapi kematian itu).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga pernah bersabda: “Orang yang pandai itu adalah orang yang dapat menundukkan nafsunya dan berbuat untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan nafsunya dan mengharap dari Allah agar angan-angannya terwujud.” (HR Imam At-Tirmidzy, Imam Ahmad, Imam Al-Hakim dan Imam Ibnu Majah).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.”(HR Imam Ahmad). “Seandainya hamba-hamba Allah tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menciptakan makhluk yang berbuat dosa lalu mereka istighfar, kemudian Allah mengampuni dosa mereka. Dan Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR Imam Hakim).

“Jadi kita perlu mengubah orientasi hidup kita. Tapi tidak harus drastis, cukup sedikit demi sedikit, bertahap, yang penting istiqomah (konsisten). Kalau dulu cuma shalat wajib, kini ditambah shalat sunnah. Jika dulu tidak pernah datang ke pengajian, sekarang coba datang seminggu-dua minggu sekali. Kalau dulu hanya baca koran, sekarang mulai belajar Qur’an dan bahkan membacanya di rumah setiap hari. Jika dulu cuma mendoakan diri sendiri, sekarang mendoakan orang tua, muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah. Kalau dulu ingat Rasulullah hanya pada saat perayaan Maulid Nabi, kini rajin membaca shalawat sebelum berdoa. Jika dulu cuma puasa wajib di bulan Ramadan, sekarang ditambah puasa sunnah. Kalau dulu hanya memasukkan uang receh seratusan rupiah ke kencleng masjid, kini justru rajin berinfaq dan mulai membantu anak yatim untuk bisa bersekolah….
Semua itu disertai dengan istighfar dan taubat, agar kita tidak kembali ke masa lalu, masa jahiliyah.“

Wallahu’alam bishshowab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: