Oleh: bening1 | Januari 11, 2008

Keadilan Allah pada Kakek Buta & Anak Kecil

Tidak jarang kita mendapat perlakuan tidak adil,atau melihat orang lain diperlakukan tidak adil.Yang berkuasa menindas yang lemah.Yang lemah tidak kuasa melakukan apa-apa selain menerima segala ketentuan penguasa.Dan dalam lubuk hati yang terdalam terbersit pertanyaan..”Dimana Keadilan?” Adakah keadilan di dunia ini,terutama pada jaman ini? Jika kita tidak mendapat keadilan manusia,adakah keadilan Allah berlaku? Bacalah kisah yang diambil dari karya Imam Al-Ghazali di bawah ini..

Suatu saat Nabi Musa bermunajat kepada Allah di bukit Thursina.
“Ya Allah tunjukkanlah keadilanMu kepadaku.”
“Jika Aku tampakkan keadilanKu niscaya engkau tidak akan dapat bersabar dan tergesa-gesa menyalahkanKu.”
“Aku akan bersabar menyaksikan keadilanMu.”
“Jika begitu pergilah engkau menuju mata air,bersembunyilah dan saksikan apa yang terjadi.”

Musa pergi ke mata air yang ditunjuk,naik ke sebuah bukit dan bersembunyi.Tidak lama kemudian datang seorang penunggang kuda.Dia turun dari kudanya,berwudhu,minum air dan kemudian shalat.Rupanya ia meletakkan kantong di pinggirnya yang berisi uang seribu dinar.

Setelah selesai shalat penunggang kuda tadi segera pergi,karena terburu-buru dia lupa membawa kantong uangnya.Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk minum air di mata air tsb karena ia melihat kantong uang itu maka ia ambil dan langsung pergi.

Beberapa saat kemudian,datang seorang kakek buta,ia mengambil air untuk wudhu kemudian shalat.Setelah selesai shalat datanglah si penunggang kuda yang tadi,dia berkata:”Mana kantong berisi uangku?pasti engkau yang mengambilnya.” Kata si kakek buta:”Bagaimana aku akan mengambilnya sementara aku tidak dapat melihat?” Penunggang kuda itu berkata lagi:”Jangan berdusta,sebab di sini tidak ada orang lagi selain engkau.” Si kakek buta ini menjawab:”iya betul,tetapi aku tidak dapat melihat,bagaimana bisa aku mengambilnya?” Penunggang kuda tadi makin naik darah:”Mengambil kantong tidak harus menggunakan mata,dungu.Walaupun matamu tidak melotot tapi tanganmu bisa mengambilnya.”Akhirnya si kakek buta itudibunuh oleh penunggang kuda.Dan digeledahnya badan si kakek untuk menemukan kantong uang tadi.Karena tidak ditemukan,maka penunggang kuda itu pergi dan meninggalkan begitu saja mayat si kakek.

Nabi Musa melihat kejadian itu dan berkata:”Ya Allah sungguh aku tidak sabar dengan kejadian itu.Tapi aku yakin Engkau Maha Adil.” Tidak lama kemudian datang malaikat Jibril,Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasan padamu.Dia sangat mengetahui hal-hal yang tidak engkau ketahui.Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong berisi uang adalah mengambil haknya.Dulu,ayahnya bekerja di si penunggang kuda,namun ia tidak dibayar secara dzalim.Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah uang yang ada dalam kantong tadi.Adapun kakek buta tadi adalah orang yang membunuh ayah anak kecil tsb sebelum mengalami kebutaan.

Ingatlah,apa yang kita tanam..itulah yang kita tuai..
Tidak ada cerita menanam padi menuai jagung..
Kebaikan atau keburukan seberat zarahpun akan mendapat balasannya.[ Az-Zalzalah 7-8]
Cepat atau lambat Keadilan Allah akan tampak,tinggal menunggu waktu.
Dia Maha Mengetahui sekalipun itu tersembunyi rapat dalam hati manusia.
Karenanya berpikirlah 2x jika ingin berbuat dosa,percayalah itu sama dengan bunuh diri.
Bukan hanya bunuh diri di dunia,tapi juga di akherat..Naudzubillah.


Responses

  1. setuju!
    sesungguhnya ALLAH maha mengetahui


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: