Oleh: bening1 | Januari 17, 2008

Allah Ya Rahman,Ya Razzaq..

Allah adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi seluruh umat manusia di dunia,baik yang beriman maupun yang kafir,yang saleh maupun yang durhaka,yang ahli taat maupun yang maksiat. Allah ya Razzaq.. Semua dikasih rezeki,keselamatan, kedudukan, jabatan, dan kesenangan dunia yang bersifat sementara dalam waktu yang terbatas. Semua itu sebagai ujian siapa diantara mereka yang paling baik dan mampu menjadikan fasilitas kehidupan di dunia sebagai sarana untuk mencapai kebahagian hidup yang abadi di akherat.

Suatu hari Hatim Al-Azham berkata kepada anak-anaknya,”Saya bermaksud melakukan haji.”Anak-anak dia menangis dan berkata,”Siapa yang akan menanggung makan kami?”Saat itu Hatim memiliki seorang anak perempuan,anak ini berkata,”biarkan bapak pergi.Toh dia bukan pemberi rizki.”Maka berangkatlah Hatim. Sampai larut malam anak-anak Hatim kelaparan,mereka tak henti-hentinya mencerca anak perempuan ini. Kemudian si anak perempuan berdoa,”Ya Allah jangan jadikan aku cemoohan mereka.”

Dalam saat yang sama rombongan seorang Gubernur lewat di depan anak-anak Hatim ini,ia menyuruh sebagian orang yang menyertainya mencari air. Kemudian keluarga Hatim menyuguhkan kendi baru yang berisi air dingin. Kemudian sang gubernur meminumnya dan bertanya,”rumah siapa ini?” Para pengawalnya berkata,”rumah keluarga Hatim.” Sang gubernur memasukkan seikat emas ke dalam kendi bekas air itu dan ia berkata: “Orang yang mencintaiku pasti mengikutiku.” Lantas semua pengawalnya ikut memasukkan beberapa keping uang ke dalam kendi itu.

Setelah gubernur dan pengawalnya pergi, anak perempuan Hatim menangis. Ibunya berkata,”kenapa kamu menangis? bukankah Allah telah memberi rezeki yang banyak pada kita?” Ia menjawab makhlukNya saja yang melihat kita mampu memberikan kecukupan, apalagi Allah yang senantiasa melihat kita?

Kita sering memaknai kata ‘rezeki’ hanyalah berupa materi lebih sempitnya uang. Jangan lupa segala fasilitas yang melekat di badan ini juga adalah rezeki. Mari renungkan,saat kita merasa lapar.. kita selalu pergi mencari makanan,menuju tempat disediakannya makanan,mengambilnya,menyuapkan ke dalam mulut kita, kemudian menelan terus masuk ke lambung kita,maka kita merasa kenyang. Pikirkanlah siapa yang mengatur ini semua? Jika saat kita menyuapkan nasi ke dalam mulut,kemudian mulut kita tiba-tiba terbuka terus tidak bisa mengatup lagi,atau saat hendak menelan Allah tutup saluran tenggorokan kita,apa yang terjadi? bisa kenyangkah kita?

Atau maaf,saat kita ingin buang hajat,perut mules,kita selalu pergi ke wc, menunaikan hajat kita,selesai dan mengambil air untuk membersihkannya. Siapa yang menuntun semua ini? mengapa saat kita ingin buang hajat arah kaki kita ke wc tidak melenceng ke kamar tidur? atau saat kita ingin membersihkan,kita mengambil air bukan mengambil pasta gigi.. Bagaimana jika Allah menutup saluran urine kita 1 hariiii saja…. ini telah mampu membuat kita menjual sebuah motor untuk berobat, sehingga rezeki kita berkurang. Bukan hanya rezeki yang berupa uang tetapi juga rezeki kesehatan.

Ya Rahman,Ya Razzaq..
Engkau begitu Maha Pengasih,Engkau Maha Pemberi Rezeki..
Lebih bukakanlah mata hati kami untuk selalu bisa melihatMu dalam setiap keseharian kami
Dalam setiap ciptaanMu,kuasaMu,pengaturanMu..
Engkau tampakkan DiriMu bagi orang-orang yang berpikir..
Jadikanlah jiwa dan raga yang Engkau karuniakan ini, fasilitas untuk mendapat ridhoMu
Bukan justru fasilitas untuk bermaksiat padaMu,Amin…


Responses

  1. Allahu Akbar..

  2. Hatim Al A’sham ya pak?

  3. Subhanallah

  4. ALHAMDULILLAH HI RABIL AALAMIN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: