Oleh: bening1 | Januari 24, 2008

Hijrah .. dan Perubahan..

BaNgun!!… bAnGunnnnnn….Kita telah berada di tahun 1429 H
Sudahkah kita ‘Hijrah’ ? Makna hijrah bukan sekedar pindah dari tahun 1428H ke tahun 1429H, tapi lebih dalam lagi makna hijrah adalah adanya perubahan pada diri kita.. hidup kita.. ibadah kita.. Jika kita masih tetap sama seperti kemaren itu tandanya kita belum berubah, belum hijrah, hanya waktu saja yang berubah..tapi tidak dengan diri kita.
Siapa orang yang beruntung? Dia yang hari ini lebih baik dari kemaren,selalu ada perubahan kebaikan dalam hidupnya
Siapa orang yang rugi? Dia yang hari ini tetap sama seperti hari kemaren dan tidak ada perubahan kebaikan dalam hidupnya
Siapa orang yang celaka? Dia yang hari ini lebih buruk dari kemaren dan ke depan semakin lebih buruk
Itulah satu nasehat Rasul SAW , kita semuapun telah faham hal itu tapi terkadang yang terjadi adalah ucapan ‘Halah Teori!’ dan nasehat ini berlalu begitu saja..
Masih mengulang kesalahan yang sama? Tidak bisa membuka lembaran baru? Masih berkutat dengan maksiat yang lama? Duh!

Sekarang coba kita bercermin, pandang baik-baik wajah kita,rabalah..
Apa sama dengan 10 tahun yang lalu? Tidak bukan? Lantas mengapa ibadah kita masih sama dengan 10 tahun yang lalu?
Tengok kembali yang telah terjadi dan kita jalani setiap hari, doa yang kita baca berkutat antara Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas,itu melulu.. sholat masih olah raga terus .. bukan merasakan apa yang tengah kita baca.
Renungkan lagi,selama 10 tahun terakhir.. berapa banyak kebaikan yang telah Allah berikan pada kita? Banyak sekali bukan?
Dilancarkan rezeki kita, diberikan pekerjaan yang baik, diberikan kesehatan, kelapangan dalam usaha,dan masih banyak lagi kebaikan dimana 10 tahun yang lalu kita tidak memilikinya.
Tapi apa yang telah kita berikan pada Allah hingga saat ini? adakah ibadah lebih baik dari 10 tahun berlalu?
Sedih ya.. Cinta Allah kita abaikan.. kita balas dengan ibadah yang statis bahkan mundur.
Berubah lebih baik memang bukan perkara yang mudah, butuh kemauan kuat dari dalam diri kita sendiri. Namun tak ada kata susah, jika kita memang ingin mengisi sisa waktu kita hidup di dunia dengan perbuatan baik dan mengejar pahala semata-mata karena Allah Swt. Kalau tidak dari sekarang kapan lagi?
Tahun Baru Hijriah yang didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw bersama kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah, bukan sekedar hijrah secara fisik tapi juga hijrah secara drastis dari sisi mental. Seperti yang diungkapkan oleh sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab tentang hijrahnya Nabi Muhammad Saw, bahwa “Hijrah itu membedakan antara yang hak dan bathil. “
Bermuhasabah dan sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan yang merugikan diri kita sendiri,adalah satu usaha untuk berhijrah. Mari kita luruskan niat untuk “hijrah” karena mengharapkan ridho Allah Swt semata. “Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasulnya, hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan Rasulnya… ” (HR Bukhari dan Muslim).
Ya Latif.. Ya Karim..
Engkau Yang Maha Lembut.. tidak pernah menghardik ketika kami bermaksiat padaMu
Peringatan selalu datang karena cintaMu pada kami
Jadikanlah hati ini terbuka,menerima cahayaMu untuk merubah hidup kami
Dari gelap menjadi terang,dari maksiat menjadi taat,dari fasik menjadi muklis. Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: