Oleh: bening1 | Februari 1, 2008

Jangan Kasihan pada Anak..

Jaman sekarang ini,banyak orang tua begitu sayang pada anaknya,namun sayang yang salah..
Yaitu membiarkan anaknya tidak belajar melakukan syariat Islam sejak dini dengan alasan kasihan masih kecil,biarlah menikmati dulu masa mudanya. Akibatnya.. ketika tanpa disadari anaknya tumbuh semakin besar,mengetahui banyak hal,tanpa dasar agama yang cukup terjebaklah anak dalam lingkungan pergaulan yang salah.Dugem di diskotik,miras,narkoba,hamil di luar nikah,kumpul kebo,judi,dan banyak lagi kemaksiatan lainnya yang semuanya berawal dari toleransi dan didikan orang tua yang salah karena menganggap bahwa sayang adalah membiarkan anak dengan kesenangannya.

Seyogyanya kita sebagai orang tua mengajarkan,menteladani sejak dini bagaimana tentang hidup dan tata cara hidup yang sesungguhnya.Terlebih bagi kaum muslim,contoh sederhana saja,banyak orang tua yang membiarkan anaknya mengabaikan sholat, seolah shalat bukan hal penting.Lebih penting belajar tentang ilmu-ilmu dunia,mengikuti perkembangan jaman.Tetapi bukankah menjadikan anak pandai hanya ilmu pengetahuan sedangkan ilmu agama Nol Besar,sama dengan mengajarkan anak hidup tanpa memiliki pondasi yang kuat? meraih dunianya tapi buta akan akherat,sehingga cepat atau lambat akan tersungkur juga. Apakah sebagai orang tua ada yang mau anaknya menderita? Tidak bukan?

Cobalah baca kisah dari tulisan Imam Al-Ghazali di bawah, sebagai orang tua yang sayang pada anak, tegakkan ajaran Islam sejak dini..jangan menunda hanya alasan kasihan terhadap usianya yang masih muda. Camkan ini sebelum kita benar-benar kehilangan anak kesayangan kita.

Syaikh Ibnu Zhafar Al-Maki berkata saya mendapat kabar bahwa Abu Yasid kecil ketika hafal ayat “Hai orang yang berselimut (Muhammad) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari..” (Al-Muzammil 1-2) ia berkata kepada bapaknya,’Wahai bapakku,bagi siapa ayat ini diperuntukkan oleh Allah?’
Bapaknya menjawab,’Wahai anakku,orang yang disebut dalam ayat itu adalah Nabi Muhammad SAW.’
Abu Yasid kecil berkata,’Wahai bapak,mengapa engkau tidak melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh Muhammad SAW?’
Bapaknya menjawab,’Sesungguhnya ibadah malam khusus untuk beliau.Baginya adalah fardhu,berbeda dengan umatnya.’
Abu Yasid diam.

Namun ketika ia hafal ayat “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam,atau seperdua malam,atau sepertiganya segolongan orang-orang yang bersama kamu.” (Al-Muzamil 20)
Ia berkata,’Wahai bapakku,saya mendengar ada sekelompok orang yang melakukan bangun malam,siapakah mereka?’
Bapaknya menjawab,’mereka adalah para sahabat.’
Abu Yazid berkata,’Apakah ada kebaikan meninggalkan yang dikerjakan Nabi dan para sahabatnya?’
Bapaknya menjawab,’engkau benar wahai anakku.’ Sejak itu Bapak Abu Yazid selalu bangun malam dan melakukan shalat.

“Pada suatu malam Abu Yazid kecil bangun sementara bapaknya sedang shalat. Ia berkata kepada bapaknya,’ajarkan kepadaku bagaimana cara bersuci dan melakukan shalat bersamamu?’
Sang bapak menjawab,’sudahlah anakku,kamu tidur saja sebab engkau masih kecil.Nanti saja kalau sudah besar.’
Abu Yazid berkata,’Jika pada hari dimana orang-orang keluar berhamburan untuk melihat amal mereka,saya akan katakan pada Tuhanku,saya bertanya pada bapakku tentang bersuci dan sholat namun bapakkuenggan memberi tahu dan malah berkata: Sudahlah engkau tidur,sebab engkau masih kecil,nanti saja jika sudah besar. Apakah engkau mau jika aku mengatakan itu nanti?’
Bapak Abu Yazid berkata,’Tentu aku tidak mau.Demi Allah saya tidak mau!’ maka sejak itu Abu Yazid diajari oleh Bapaknya cara bersuci dan sholat,sehingga selamanya ia ikut bersama ayahnya melakukan shalat.

Disarikan dari buku Imam Al-Ghazali


Responses

  1. Apabila manusia meninggal,maka terputuslah amalannya,kecuali 3 hal,sedekah,ilmu yg bermanfaat dan anak soleh yg mendoakannya.(HR Muslim,dari Abu Hurairah).

    • Ass.wr.wb
      Terima kasih silahturahminya kemari,komentar anda insyaAllah bermanfaat untuk pembaca yg laen. Teruslah membagi ilmu untuk saudara2 kita..
      Wass.wr.wb

      • b
        gus banget nih..artikelnya untuk mengingatkan banyak orang tua yang lalai ,apalagii dizaman seperti ini yang semua orang sibuk dengan dunia ,yang ukuran kasih sayang uang . sampai anaknya broken home

      • Terima kasih atas wejangannya…… semoga bermanfaat bagi kita orang0orang yang Beriman dan Bertqwa kepada Allah SWT ….. amin … lanjutkan …..

      • saya seneng membaca semua tulisan anda, teruslah membagi ilmu karena sangat bermanfaat terutama bagi saya yang kurang ilmu

  2. Sungguh anjuran yang bermanfaat buat anak” kita kelak nanti.
    Terima kasih yah?

  3. berat

  4. terima kasih memberi faedah

  5. ya Allah terimakasih atas petunjuk-Mu….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: