Oleh: bening1 | Februari 12, 2008

SHALAT SUBUH DENGAN WUDHU ISYA

Mengapa seseorang mampu melakukan shalat subuh,
dengan menggunakan wudhu’ Isya’nya…?

Pak Imam adalah salah satu jama’ah haji yang aku kunjungi ketika ia pulang dari ibadah haji. Ada sesuatu yang nampak aneh dalam pandanganku terhadap diri pak Imam ini. Ketika berangkat dahulu pak Imam adalah seorang jama’ah yang biasa-biasa saja, tak ada keistimewaan apa pun dalam pandanganku. Tetapi kurang lebih empat puluh hari aku tidak bertemu, kini wajahnya tampak beda. Ada semacam aura yang menyejukkan hati, sehingga membuat orang yang memandangnya menjadi kerasan dan menjadi senang.

Ketika aku minta oleh-oleh cerita dari pengalamannya ketika di tanah haram, ada sesuatu yang menurutku sangat menarik dan patut untuk direnungkan.
“Ketika saya di sana, saya menggunakan aji mumpung..,” katanya.
“Karena sangat sulit untuk bisa ke sana lagi. Di samping biayanya tambah lama menjadi tambah mahal, kesempatan dan kesehatan juga belum tentu bisa menunjangnya. ” lanjutnya.
“Karena itulah, saya menggunakan kesempatan yang ada itu, untuk beribadah semaksimal mungkin yang saya bisa.”
“Suatu saat, ketika saya ke masjid untuk melakukan shalat isya, ketika mau pulang, sandal saya nggak ketemu. Saya cari kemana-mana, tetap saja tidak ketemu. Padahal sandal itu saya bawa ke dekat tempat saya melakukan shalat…”
“Karena nggak ada sandal, maka saya putuskan malam itu saya tidak pulang ke hotel, tetapi saya ingin beribadah sebaik-baiknya di malam itu.”

Maka sejak waktu shalat isya’, saya terus melakukan aktivitas ibadah dengan konsentrasi sebaik-baiknya. ”
“Setelah melakukan shalat isya’ berjamaah, seperti biasanya saya melakukan shalat sunah. Selanjutnya saya membaca Al-Qur’an sebisa saya. Begitu terasa capek, saya pun kembali melakukan shalat sunah lagi. Tiba-tiba terfikir saat itu, bahwa saya ingin shalat di setiap penjuru ka’bah. Maka saya pun shalat dua rakaat berturut-turut berputar ke arah kanan mengelilingi ka’bah. Hal itu terus saya lakukan sampai akhirnya saya kembali pada posisi saya ketika pertama kali melakukan shalat isya’.

Entah berapa kali dan berapa rakaat saya melakukan shalat-shalat itu. Tanpa terasa tiba-tiba terdengar suara bilal yang sudah mengumandangkan adzan subuh…”
” Saya terkejut sekali! Betapa cepatnya waktu satu malam. Sejak waktu isya’ sampai dengan adzan subuh seolah-olah hanya sebentar saja..begitu cepatnya waktu berlalu.”

“Yang saya sendiri menjadi heran adalah, bahwa saya semalaman insya Allah tidak batal wudhu’ sehingga terus saja melakukan aktivitas di dalam masjid. Ya shalat, ya baca Al-Qur’an… . Dan tiba-tiba waktu subuh pun telah masuk. Barulah kemudian saya pergi ke kamar mandi untuk memperbarui wudhu’ saya, serta untuk keperluan lainnya..”

Aku pulang dari rumah pak Imam sambil merenung mendengar ceritanya yang cukup unik itu. “Sungguh hebat pak Imam,” kataku dalam hati. Sampai Allah memberlakukan relativitas waktu bagi dirinya. Waktu yang panjang seolah menjadi pendek. Berkat kekhusyu’annya, ia bisa melakukannya dengan ringan dan enak, tidak merasa berat. Bahkan semua itu secara tidak sadar ia lakukan dengan wudhu’nya shalat isya’. Sungguh benar firman Allah! orang yang khusyu’ akan merasa ringan dalam menjalankan aktivitasnya.

QS. Al-Baqarah (2) : 45
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Mungkin demikian pula halnya dengan orang-orang yang khusyu’ dalam hidupnya. Waktu dunia yang cukup lama, misalnya: enam puluh tahun, tujuh puluh tahun, delapan puluh tahun atau bahkan lebih, dalam diri orang yang khusyu’ menjadi terasa sebentar saja. Karena ia sibuk untuk berbuat kebajikan. Sibuk untuk mengabdikan dirinya, agar seluruh aktivitas hidupnya selalu mempunyai nilai ibadah di hadapan Allah Subhanahu wata’ala.

QS. Thaha (20) : 104
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: “”Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja.”


Responses

  1. Artikel-artikelnya menarik buat penyegaran rohani tapi usul nich kalo bisa sumbernya dicvantumkan dong biar lebih valid gitu. Bukannya apa-apa tapi kalo ada sumbernya kan lebih manteb gitu. Trus kalau mau yang lebih berat kajiannya kunjungi aja http://susiyanto.wordpress.com. Kalu boleh minta dilink dihalaman ini yah. Sekalian bikin jaringan dakwah di blog. Ok. fastabiqul Kahirat

  2. cukup menarik dan menyentuyh hati. sebuah penyegaran jiwa yang lahirt secara sederhana dan mampu membuka tirai jiwa dengan cara yang simple juga. Kalau mau materi kajian yang agak berat dateng aja ke http://susiyanto.wordpress.com. Mohon klalu boleh dilinkan ke situs ini ya. Sekalian membuat jaeringan dakwah yang lebih luas

  3. Silahkan saja dilink ke web anda,alhamdulilah.. kita akan memperluas situs dakwah ini,insyaAllah.

  4. Taqobbalallahuminna waminkum
    Washiyamana washiyamakum
    Minal ‘Aidin walpaidzin
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H

  5. smg ilmu yg di amalkan menjadi lebih bermanpaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: