Oleh: bening1 | Februari 25, 2008

Tingkatan Pemahaman terhadap Agama

“Perumpamaan Allah mengutusku dengan petunjuk dan ilmu pengetahuan adalah seperti hujan lebat yang menyirami tanah. Diantara tanah itu ada yang gembur yang bisa menerima air, kemudian menumbuhkan rerumputan yang lebat.Kemudian ada pula tanah yang cadas yang dapat menghimpun air sehingga airnya dapat dimanfaatkan oleh manusia.Mereka minum,memberi minum pada ternaknya, dan bercocok tanam dengannya.Tetapi ada juga tanah yang sangat cadas,yang tidak dapat menerima air dan tidak dapat menumbuhkan tanaman.Begitulah perumpamaan orang yang memahami ajaran agama Allah dan memanfaatkan ajaran yang aku diutus untuk menyampaikannya.Dia memahami kemudian mengajarkannya.Dan begitulah orang-orang yang tidak mau mengangkat kepalanya dan tidak mau menerima petunjuk Allah.”

Hadits ini mengumpamakan apa yang dibawa oleh Nabi SAW,berupa petunjuk dan ilmu pengetahuan,laksana air hujan yang menghidupkan tanah yang mati,bagaikan ilmu agama yang menghidupkan hati yang mati.Orang yang menerima ajaran agama itupun bermacam-macam,seperti ragamnya tanah yang menerima air hujan.

Tingkatan yang paling tinggi ialah yang memahami ilmu pengetahuan, memanfaatkannya,kemudian mengajarkannya. Ia bagaikan tanah yang subur dan bersih,yang airnya dapat diminum,serta menumbuhkan berbagai macam tanaman di atasnya.

Tingkatan kedua adalah orang yang mempunyai hati yang dapat menyimpan,tetapi dia tidak mempunyai pemahaman yang baik dan mendalam pada akal dan pikiran mereka,sehingga dia dapat membuat kesimpulan hukum yang dimanfaatkan oleh orang lain. Mereka adalah orang-orang yang hafal dan bila ada orang yang datang memerlukan ilmu pengetahuan yang dimilikinya,maka dia dapat memberikannya.Kelompok ini diumpakan tanah cadas yang dapat menyimpan air,seperti hadits berikut:
“Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan perkataanku kemudian dia menghafalkannya,lalu menyampaikannya sebagaimana yang dia dengarkan.Bisa jadi orang yang membawa fiqih bukanlah seorang yang faqih,dan bisa jadi orang yang membawa fiqih ini membawanya kepada orang yang lebih faqih daripada dirinya.”

Kelompok ketiga,ialah orang-orang yang tidak memiliki pemahaman dan juga tidak ahli menghafal,tidak punya ilmu dan tidak punya amal.Mereka bagaikan tanah sangat cadas yang tidak dapat menampung air dan tidak dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

Kita adalah makhluk Allah yang dikaruniai akal untuk berpikir,akan tetapi seringkali tetap memilih ‘hitam’ meski tahu itu hitam dan tetap menolak ‘putih’ meski tahu itu putih. Sesungguhnya tanah yang subur itu tidak sedikit akan tetapi nafsu mengubah tanah yang subur menjadi tanah yang sangat cadas sehingga tidak bisa menerima air. Hanya orang-orang yang memang Allah kehendaki mendapat kebaikan,maka ia akan memilih putih dan meninggalkan hitam. Seperti terdapat dalam hadits shahih,
“Barangsiapa dikehendaki Allah mendapat kebaikan,maka Dia akan memberikan pemahaman tentang agamanya.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: