Oleh: bening1 | Februari 29, 2008

Tangisan Sang Nabi

Setiap pohon yang tidak berbuah, seperti pohon pinus dan pohon cemara, tumbuh tinggi dan lurus, mengangkat kepalanya ke atas, dan semua cabangnya mengarah ke atas. Sedangkan semua pohonnya yang berbuah menundukkan kepala mereka, dan cabang-cabang mereka mengembang ke samping.

Rasulullah adalah orang yang paling rendah hati, meskipun dia memiliki segala kebajikan dan keutamaan orang-orang dahulu kala dan orang-orang sekarang, dia seperti sebuah pohon yang berbuah. Menurut sebuah riwayat, beliau bersabda, Aku diperintahkan untuk menunjukkan perhatian kepada semua manusia, untuk bersikap baik hati kepada mereka. Tidak ada Nabi yang sedemikian diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh manusia selain aku.

Kita tahu bahwa beliau dilukai kepalanya, ditanggalkan giginya, lututnya berdarah karena lemparan batu, tubuhnya dilumuri kotoran, rumahnya dilempari kotoran ternak. Beliau di hina, dan di siksa dengan keji.

Saat beliau berdakwah di Thaif, tak ada yang didapatkannya kecuali hinaan dan pengusiran yang keji. Ketika Rasulullah menyadari usaha dakwahnya itu tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Thaif. Tetapi penduduk Thaif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.

Dalam perjalanan pulang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut. Di sana beliau berdoa begitu mengharukan dan menyayat hati. Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan Nabi, sehingga Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemuinya. Setibanya di hadapan Nabi, Jibril memberi salam seraya berkata, â€oeAllah mengetahui apa yang telah terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu.Sambil berkata demikian, Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kata malaikat itu, Wahai Rasulullah, kami siap untuk menjalankan perintah tuan. Jika tuan mau, kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan, sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. Atau apa saja hukuman yang engkau inginkan, kami siap melaksanakannya.

Mendengar tawaran malaikat itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. dengan sifat kasih sayangnya berkata,Walaupun mereka menolak ajaran Islam, saya berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.

Ketika Makkah berhasil ditaklukkan, beliau berkata kepada orang-orang yang pernah menyiksanya,Bagaimanakah menurut kalian, apakah yang akan kulakukan terhadapmu? Mereka menangis dan berkata, Engkau adalah saudara yang mulia, putra saudara yang mulia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, Pergilah kalian! Kalian adalah orang-orang yang dibebaskan. Semoga Allah mengampuni kalian. (HR. Thabari, Baihaqi, Ibnu Hibban, dan Syafi’i).

Abu Sufyan bin Harits, sepupu beliau, lari dengan membawa semua anak-anaknya karena pernah menyakiti Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu bertanya kepadanya,Hai Abu Sufyan, hendak pergi kemanakah kamu?
Ia menjawab, Aku akan keluar ke padang sahara. Biarlah aku dan anak-anakku mati karena lapar, haus, dan tidak berpakaian. Ali bertanya, Mengapa kamu lakukan itu? Ia menjawab, Jika Muhammad menangkapku, niscaya dia akan mencincangku dengan pedang menjadi potongan-potongan kecil.

Ali berkata, Kembalilah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya dengan mengakui kenabiannya dan katakanlah kepadanya sebagaimana yang pernah dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf, ¦.Demi Allah, Sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). (QS. Yusuf [12]: 91).

Abu Sufyan pun kembali kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdiri di dekat kepalanya, lalu mengucapkan salam kepada beliau seraya berkata, Wahai Rasulullah, …Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan engkau atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). (QS. Yusuf [12]: 91).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menengadahkan pandangannya, sedang air matanya membasahi pipinya yang indah hingga membasahi jenggotnya. Rasulullah menjawab dengan menyitir firman-Nya, ¦Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu. Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS. Yusuf [12]: 92).

Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, Bacakan al-Quran kepadaku. Ibnu Mas’ud berkata, Bagaimana aku membacakannya kepada Engkau, sementara al-Quran itu sendiri diturunkan kepada Engkau?

Aku ingin mendengarnya dari orang lain,jawab beliau. Lalu Ibnu Mas’ud membaca surat an-Nisa hingga firman-Nya,
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (QS. an-Nisaa [4]: 41).

Begitu bacaan tiba pada ayat ini, beliau bersabda, Cukup.

Ibnu Mas’ud melihat ke arah beliau, dan terlihatlah olehnya bahwa beliau sedang menangis.

Dalam kisah ini kita memperoleh pelajaran berharga, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai umat manusia. Beliau sangat mengharapkan agar orang-orang kafir itu beriman. Karena balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala. Rasulullah sendiri pernah melihat neraka. Dia melihat sungguh mengerikan neraka itu. Hingga ketika menyadari hal itu, mengalirlah airmatanya dengan deras.

Abu Dzar Radhiallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau mendirikan shalat malam, sambil menangis dengan membaca satu ayat yang diulang-ulangi, yaitu, Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau juga. (QS. al-Maidah [5]: 118).

Dan diriwayatkan saat hari kiamat tiba, beliaulah orang yang pertama kali dibangkitkan. Yang diucapkannya pertama kali adalah, Mana umatku? Mana umatku? Mana umatku? Beliau ingin masuk surga bersama-sama umatnya. Beliau kucurkan syafaat kepada umatnya sebagai tanda kecintaan beliau terhadap mereka. Beliau juga sering berdoa, Allahumma salimna ummati. Ya Allah selamatkan umatku.

Keadaan diri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam digambarkan Allah Subhanahu wata’ala. dalam firman-Nya, Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. at-Taubah [9]: 129).

Alangkah buruknya akhlak kita bila tak mencintai Nabi, sebagaimana Nabi mencintai kita, berkorban untuk kita, dan meneteskan airmatanya untuk kita.
Di sini, apakah kita hanya berdiam diri saat Nabi dihina, seolah kita bukan lagi umatnya. Apakah kita rela Nabi berdakwah seorang diri dan kemudian dilempari batu hingga berdarah-darah, sementara umatnya yang begitu banyak hanya bisa berdiam diri?
Tangisan sang Nabi hendaknya menjadi pengingat kita, untuk lebih mencintainya, membelanya, bahkan berkorban nyawa untuknya, sebagaimana ia telah berkorban nyawa untuk kita agar kita selamat dari siksa neraka.

Ya Allah, berilah kami karunia untuk mecintai Nabi-Mu dan menapaki jalannya yang lurus, bukan sebagai orang yang sesat lagi menyesatkan. Ya Allah, curahkan shalawat untuk Muhammad selama siang masih berganti malam,
Ya Allah, curahkanlah shalawat untuk Muhammad selama ahli dzikir dan para shalihin melantunkan dzikirnya, Ya Allah, kumpulkanlah kami dengan Nabi kami Muhammad di Surga Firdaus yang tinggi dan sejukkanlah pandangan dan
mata hati kami dengan melihatnya dan berilah kami kesempatan untuk minum dari telaganya, hingga kami tidak akan haus dan dahaga selamanya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad , atas segenap keluarga dan sahabat beliau.

oleh Chandra Kurniawan

Iklan

Responses

  1. Assalamu’alaikum subhanallah pembahasanya bagus sekali sampai2 saya terharu dan puas dengan pembahasan ini.saya ingin sekali menjadi muslimah sejati tapi saya tidak tahu bagaimana caranya menjadi menjadi muslimah sejati itu dalam diri saya banyak sekali kekurangan dalam iman.

    waalaikumsalam.wr.wb
    alhamdulilah..kalo ingin belajar jadi muslimah sejati,tuntunannya ada di Al-Quran,coba baca surat An-Nur,An-Nisa,Maryam..disamping perbanyak baca hadits spy kita tau bagaimana sebenarnya tuntunan mjd muslimah sejati.
    InsyaAllah akan ada petunjuk dan hidayahNya.

  2. Assalamu’alaikum
    sungguh menggugah, dan menginspirasi saya untuk terus meneladani sifat rosulALLAH. trim’s

  3. Kisah ini benar2 bagus utk di tauladani oleh umat islam..andaikan saja slruh sifat baik yg ada ditiap manusia di bumi ini dkumpulkan,tentu tak akan bisa menandingi sifat baik beliau..

    • semua umat diberi bekal yang sama waktu lahir, tidak ada yang membedakannya, seiring pertumbuhannya baru dari lingkungan dan pergaulan yang membentuk watak, sifat dan nafsu seseorang, ditambah lagi dengan godaan setan.
      selama masih ada di dunia, kita akan selalu menemui yang namanya godaan setan. dimana godaan itu akan selalu mengiringi kita ketika kita sedang diuji oleh Allah swt.

      • itu smua susah, tapi tidak bagi orang-orang yang khusu.

  4. Alhamdulillah. saya yakin artikel ini sangat bermanfaat bagi yang membacanaya.
    Sholawat serta salam selalu buat junjunganku Muhamad SAW beserta keluarga, sahabat dan penerusnya hingga akhir Zaman.

  5. alhamdulillah..msh banyak orang islam yg msh mencintai Nabi, tapi alangkah naifnya jikalau masih ada orang2 yg mengatakan membaca sholawat itu bid’ah, maulid bid’ah dll…padahal di dalam al-qur’an saja Allooh serta malaikatnya bersholawat pada Nabi apa lagi kita sebagai umatnya yg tak lepas dari dosa & kealpaan2 siapa lg yang akan menolong kita di padang masar kalau bukan Nabi kita rosululloh SAW.

  6. Terima kasih, artikel ini menentramkan hati saya dan membuat saya semakin rindu pada Rasul.

  7. Asalamualaikum.Wr.Wb..,
    Alhamdulillah…,
    dng membaca artikel ini hati q menjadi lebih tenang dan damai..,
    q sangat trharu dengan kisah Rasul kita Nabi Muhammad SAW, q ingin sekali menjadi orang yg bijak, walau pun bnyk dosa d dalam diri q ini..,
    Ya, Allah…, maafkan sgala dosa q dan kedua orang tua q..!!! Amien..Amien..,
    terima kasih….,

  8. subhannallah..selawat dan salam ke atas baginda dan kerabat serta para sahabatnya serta sekalian umat nabi muhammad saw..

  9. Aslmkum.wr.wb.kisah ini sungguh menyenth.trma kash telah mengngatkan.

  10. assalam mu’alaikum…sungguh menyentuh,, izin share y insya allah ta lupa ukhti cantumkan sumbernya,,

  11. Assalammu’alaikum. Alhamdulillah. Saya tercerahkan denngan artikel-artikel ini yang meingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allooh. serta mengikuti amal ibadah yang telah dilakukan oleh rosulullah, SAW. Semoga tulisan terus berlanjut selama dunia masih ada dan selama kita masih diberikan kesempatan untuk hidup didunia yang fana menuju kelak ke akhirat, semoga dunia menjadi ladang amal ibadah kita untuk bekal menuju akhirat kelak bertemu Sang Khalik, Alloh. Amin. untuk mempertanggung jawabkan amal ibadah yang telah kita lakukan di dunia ini. Semoga Allah melindungi hambanya dari godaan syetan dan nafsu yang membawa kehancuran umat manusia. Amin Ya Robbal Alamin. Ya Mujibasailin.

  12. sungguh dan benar menakhjubkan sipat2 nabi muhammad ini,sungguh pantas jadi suri tauladan,ya allah limpahkan lah rahmat mu kepada junjungan kami nabi besar muhammad saw,beserta keluarga dan para sahabat nya

  13. Alhamdulillah,denganmembaca dan memahami kandungan isi dan makna tentang kisah nabi kita muhammad SAW,membuat keimanan saya bertambang dan mengigatkan kita untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama muslim serta mengingatkan kita agar mendirikan shalat 5 wktu dan sunah2nya.ya allah ampunilah dosa hambamu ini dan dosa ke2 orang tua hambamu ini serta keluarga hambamu ini dan umat islam di seluru dunia. amin…..!!!

  14. Alhamdulillah artikel ini menjadi pengingat diri saya betapa agungnya Rasulullah, betapa Allah mencintai Rasulullah…betapa Rasulullah mencintai umatnya. Ya Allah izinkanlah saya, anak2, suami dan orang tua saya bisa berkumpul dengan baginda di surga kelak..amin..amin.. ya rabbal alamin.

  15. Oki


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: