Oleh: bening1 | Maret 3, 2008

NERAKA jaman sekarang

diriwayatkan dalam ajaran kita, bahwa kehidupan setelah mati adalah alam akhirat. dalam alam akhirat dibagi menjadi dua, neraka dan surga. kita pasti akan menghuni salah satu diantaranya, gak ada pilihan ditengah tengah atau tidak memilih sama sekali, emang kita bisa hidup abadi di dunia ini? berapapun usia kita, bagaimanapun usaha kita, kita pasti akan mati.

seperti ajaran yang sering di berikan kepada kita, segala tindakan kejahatan, maksiat, pasti akan mengakibatkan dosa, dan semua orang berdosa pasti akan merasakan bagaimana mengintip neraka. dari semua cerita tentang neraka, benarkah neraka adalah sebuah tempat yang sangat menyeramkan ?.

namun sebaliknya, setiap perbuatan yang mengandung kebaikan akan dibalas dengan posisi yang menyenangkan, disurga. tak perlu dipungkiri tentang cerita bagaimana rasanya hidup disurga, pasti akan lebih nikmat dari hidup didunia, pasti akan diceritakan yang enak enak. kehidupan yang kekal dan abadi. diriwayatkan seperti taman firdaus, mengalir sungai sungai dengan air susu dibawahnya, ditemani bidadari bidadari cantik yang selalu virgin, apa saja kebutuhan yang kita perlukan tinggal ambil, gak perlu bayar atau ngutang dengan kartu kredit. yang pasti amat sangat istimewa.

tapi bagaimana pemahaman kebanyakan orang tentang neraka. menurut apa yang saya perhatikan saat ini, gejala yang timbul di masyarakat yang terpelajar, neraka adalah sebuah tempat yang menyenangkan, terfavorit. bagaimana tidak? semua bintang cantik nan seksi dari holywood adalah penghuninya, semua dukun kepercayaan kita ada didalamnya, para pengedar dan bandar pada ngumpul, rentenir, koruptor udah teken kontrak untuk singgah dineraka, para kafirin dan kafirun, dan masih banyak lagi.

kita sebagai masyarakat yang berpendidikan tinggi, atau minimal lulusan luar negeri, mengandalkan kemampuan logika yang kita miliki, menganalogikan gambaran neraka seperti asumsi mereka. “menurut logika manusia” itu yang salah. padalah kita yang hidup dunia tidak ada seorangpun yang pernah melihat bagaimana keadaan didalam neraka, atau membayangkan bagaimana kehidupan neraka yang sebenarnya. bagaimana rasanya neraka jahanam, neraka saqor atau neraka yang paling tinggi sekalipun. neraka hanya sebatas nama, sepertinya hanya terdengar seperti angin lalu. tidak ada gregetnya setiap kali kita mendengar kata neraka.

beda sekali kalo kita jalan lewat tempat yang angker, mulut kita komat kamit, atau kalo kita mau lewat kuburan – dari jauh kita udah baca doa panjang banget karena takutnya. badan bergetar dan bulu kuduk berdiri, atau pas bos kita marah aja kita udah kalang kabut, sepertinya ungkapan diatas lebih seram dari neraka.

neraka bukan lagi sebagai tempat yang menakutkan, sebagai tempat yang sangat dikeramatkan, nama yang amat sangat ditakuti, tempat yang harus dihindari. bahkan banyak anak jaman sekarang berebut tempat untuk absen dineraka. kita contohkan bagaimana mudahnya kita menemukan miras di toko hpermarket, bagaimana kita dapat dengan mudah menemukan iklan para kupu kupu malam di internet atau koran, bagaimana mudahnya ditemui para orang pintar mengiklankan jasa mereka. koruptor, penipuan, pembunuhan meningkat tajam. bahkan informasi yang paling laku sekarang adalah eksploitasi tempat maksiat, tempat dugem, berita tentang jakarta underground, adalah segala hal yang menyesatkan sekarang semakin tampak dipermukaan, tidak malu malu, justru semakin terus terang, inikah yang dinamakan globalisasi, modernisasi, padahal jalan itu jalan pintas menuju neraka

walaupun sudah diperingatkan banyak ulama, “…kalian nanti pasti akan masuk neraka”. tapi apa kata mereka? jawabnya pasti “gak pa pa, yang penting sekarang enak dulu, yang penting sekarang senang senang dulu”, . apalagi menurut kebudayaan kita mumpung masih muda kita puas puasin, mengumbar hawa nafsu jelek kita, ntar kalo dah nikah kita gak bakalan bisa gini lagi, ntar kalo dah tua udah gak kuat lagi. tentunya mereka tidak memikirkan bagaimana bila allah akan memanggil kita lebih cepat, sebelum menikah,,, sebelum tua, ,,sebelum kita menikmati hasilnya,,, sebelum kita bertaubat.

tiga hal yang tidak kita ketahui dan tidak dapat diperhitungkan adalah kelahiran, rejeki dan kematian.

baru baru ini ada kejadian yang nauzdubillah.. ditemukan sepasang insan telah meninggal dalam mobil dan baru ditemukan setelah 4 hari diarea parkir di kawasan wisata ancol. siapa yang akan mengira dipanggil allah dalam keadaan sedang maksiat?. allah memiliki berjuta cara untuk memanggil kita. dalam sakit atau sehat, senang atau sedih, kaya atau miskin, dtempat yang aman sekalipun.

baca juga: gambaran neraka menurut al quran

dikirim oleh Nirvana

Iklan

Responses

  1. Rata-rata remaja sekarang belum banyak mengerti apa arti hidup didunia dan apa yang akan mereka dapatkan ketika mereka melakukan hal yang negatif.mereka kira tak ada balasan dr allah?????
    kita lihat saja kebejatan2 remaja sekarang,parah…….bahkan parah sekali,
    seakan mereka hanya hidup didunia saja dan tak memikirkan tentang kehidupan salanjutnya.
    inilah kehidupan.ada yang taat ada juga yang bejat.karna manusia dikombinasikan dari sifat taat dan jahat.tergantung diri kita masing2,apakah mampu mengendalikan hawa nafsunya untuk berbuat kajahatan.kalau mampu dapat surga,tapi bila tdk akan mendapatkan siksaan yang amat pedih yg blum prnh qta rasakan sbelumnya didunia ini.

  2. Harus kita catat untuk instrospeksi diri bahwa malaikat Izroil mendatangi tiap2 manusia sebanyak 70x dalam sehari.Izroil selalu siap siaga dan hanya menunggu aba2 Sang Pencipta,kapan,siapa & dimana harus mencabut nyawa seseorang.Tak tertunda seperdetikpun.

  3. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri(nafsu), kadang kalau sudah dikuasainya kita akan sulit menolaknya….pdahal kita sadar apa yang diperbuat adalah dosa besar…..,hanya dengan pertolongan dan hidayah Allah ta’ala kita dapat selamat dari cengkramannya…..

  4. Astagfirullahalladzim, Nau’zubillahimindzalik,

    Ya Allah, jauhkanlah aku dari godaan syaitan, Ameen.

  5. Assalamualaikum W.W.

    Sebernya hal apa yang menyebabkan para remaja berpikir bahwa dunia ini lah tempat tinggal selamanya. Padahal setiap hari kita hampir tak lepas mendengar berita tentang kematian seseorang ?

    Menurut yang saya tinjau, hal ini terjadi dikarenakan bekal yang diberikan oleh orang tua kepada anak ketika kecil kurang memadai. Seperti halnya kita tidak memberitahu kepada anak tujuan sebenarnya kita hidup di dunia ini (beribadah).

    Setelah saya amati, rata – rata remaja sekarang menggunakan agama hanya sebagai identitas semata. seperti halnya yang dikatakan oleh Film ISLAM KTP…

    NB: tolong dalam penulisan nama Allah penggunaan huruf kapitalnya di perhatikan. ^^

    Wassalamualaikum……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: