Oleh: bening1 | Maret 9, 2008

Dalam Belenggu Kekikiran

Orang kikir dan sombong akan mendapat kesulitan dari Allah.
“Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya kaya dan mendustakan kebaikan, maka Kami mudahkan dia menunju kesulitan.” [Al-Lail 8-10]

sebaliknya orang yang dermawan dirahmati Allah
“Maka barangsiapa memberikan hartanya di jalan Allah dan bertaqwa,dan membenarkan adanya pahala terbaik yaitu surga maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan.” [Al-Lail 5-7]

Allah telah mengatur bahwasanya orang yang mau memberikan harta yang dicintainya akan mendapat kebaikan yang sempurna,sedang orang yang merasa kaya dan susah memberi pada kerabat/sesama/anak yatim/fakir miskin,maka Allah mudahkan dia mendapat kesengsaraan.

Nah jika Allah telah berfirman demikian,betapa ruginya jika kita masih tidak memahaminya.Alhasil,kesulitan demi kesulitan akan terus menyertai hidup kita di bukan hanya dunia tetapi juga akherat.Boleh jadi gaji besar,tapi jika Allah berikan penyakit dalam diri kita,bukankah sebesar apa gaji tsb akan habis untuk berobat? atau bisa saja Allah memberikan masalah sehingga mengurus tabungan kita.Lantas dimana nilai gaji besar tsb? Boleh jadi rumah yang kita tempati megah,mobil mewah berjajar di garasi,namun jika Allah tidak memberikan ketentraman dalam hati pemiliknya,bisakah ia tidur nyenyak? tanpa merasa takut kehilangan hartanya? Harta yang banyak jika tidak dibarengi dengan zakat dan sedekah yang imbang maka tidak akan mendatangkan barokah bagi pemiliknya.

Ingatlah,Allah pasti memberi rezeki bagi setiap makhluk di dunia dan menjamin atas hidupnya. Akan tetapi ketika harta yang dititipkan Allah tsb malah membelenggu kita dalam kekikiran,maka kerumitan hidup telah berjajar di depan siap memeluk kita.

Hitam dan Putih telah ditunjukkan oleh Al-Quran,tinggal kita memilih..

Smoga kita smua disadarkan setiap saat bahwa harta yang kita banggakan, jika sewaktu-waktu Allah mengambilnya,kita tidak akan kuasa menahannya.. setelah itu kita tidak akan memiliki apa-apa,kecuali penyesalan karena tidak pernah mensedekahkannya.


Responses

  1. iya iya nanti saya sodaqoh dech, eh iya belum jakat juga, tapi mau ngelunasin utang dulu nih, besok bayar cicilan, abis itu uang nya langsung abis tinggal resiko sehari hari, gmn dunk????

    Reply:
    Allah khan tidak pernah memberi beban kepada kita melebihi kemampuan kita,jika gaji belum mencapai jumlah untuk wajib zakat,ya ga perlu berzakat..shodaqoh aja.. Intinya kita mesti faham untuk apa seh Allah ngasih harta ke kita. Lihat di surat 30 ayat 38,yaitu untuk diberikan kepada kerabat dekat,orang miskin,anak yatim,orang dlm perjalanan. Bukan untuk diri kita sendiri aja. Percayalah,kita mau dg ikhlas memberi pd org lain,Allah akan menggantinya lebih.Bukan dari orang yg kita beri,tapi dr org yg tidak disangka-sangka,insyaAllah.Ini telah menjadi janji Allah dan janji Allah akan selalu ditepati bukan spt janji manusia.Ok?

  2. kalopun anda punya utang, cicilan, dan berniat berinfak barang sedikitpun, allah pasti akan membalasnya dari tempat lain, allah akan membukakan pintu rejeki diluar kemampuan logika anda, allah maha kuasa tidak seperti kita yang berpikiran sempit ini.
    kalo gaji anda habis untuk bayar kredit mobil, tv 29 inc, atau konsumtif lainnya, itu salah anda sendiri, maka allah akan mencukupkan rejeki anda hanya segitu gitu aja, tdk akan dilebihkan.
    ingatlah sebagian rejekimu adalah titipan allah untuk orang fakir dan miskin serta untuk anak yatim.
    cobalah mulai untuk bersedekah/ berinfak walau cuma seribu dengan niat untuk mendapatkan hidayah dari allah.

  3. Semoga dengan membaca artikel ini ,hati saya akan lebih mantap untuk bersikap tidak pelit terhadap sesama,amien


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: