Oleh: bening1 | April 2, 2008

EGP

EGP : Emang Gue Pikirin..
Istilah ini telah merasuk ke hampir seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak, remaja,para orang tua. Bukan hanya sebatas sebuah lagu namun telah benar-benar dianut menjadi semacam sebuah komitmen terhadap peringatan/perkataan orang lain yang dianggap mencampuri kehidupan seseorang.

Jika sebuah perkataan/sindiran tersebut mencela orang yang berbuat kebaikan, kalimat EGP boleh digunakan namun menjadi masalah jika sebuah peringatan datang kepada orang yang berbuat kesalahan,melanggar syariah agama Islam atau melakukan maksiat,lantas orang tersebut menanggapi dengan EGP atau cuek saja.. Ini yang berbahaya..
Bukankah Islam adalah agama yang selamat? ketika datang teguran karena seseorang melakukan kesalahan dan ditanggapi dengan EGP.. ini berarti orang yang menyatakan dirinya Islam tsb tidak menyadari bahwa teguran itu untuk keselamatannya.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuanNya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya, serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah membiarkannya sesat? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al-Jatsiyah 23)

EGP untuk menjawab agar tetap bisa melanjutkan suatu kemaksiatan,adalah sama dengan merusak diri sendiri. Bagaimanakah seharusnya EGP bagi orang yang mengaku Islam?

1. Cek dengan Al-Quran
Orang Islam yang bertaqwa ketika menerima teguran atau sindiran dari seseorang akan langsung koreksi diri, dan mengecek pada Al-Quran sebagai pedoman hidup seorang muslim,apakah yang dilakukan tsb dianjurkan atau dilarang. Ketika tahu sebuah larangan haruslah ditinggalkan bukan malah EGP.

2.Takut pada Allah SWT
Orang Islam sudah seharusnya memiliki rasa takut pada Allah,karena sesungguhnya inilah salah satu bukti keimanannya. Jika ada muslim yang tidak memiliki rasa takut pada Allah,tidak merasa senantiasa diawasi olehNya,sama saja ia tidak beriman pada Allah SWT.

3. Ridho atas segala ketentuanNya
sikap ridho terhadap apa yang terjadi atas hidup kita akan membuat kita tenang,tentram. Menyadari segala hal yang menimpa kita adalah atas ijinNya akan membuat kita sabar menerima apapun kejadian dalam hidup,entah hinaan,tuduhan bahkan fitnah,semua kita kembalikan padaNya. Tidak ada sesuatu musibah yang tidak memberi hikmah bagi yang tertimpa.

4. Sadari ada hidup yang lebih lama dari hidup di dunia ini.
Kita hidup di dunia sesungguhnya adalah proses pembelajaran,dari tidak tahu menjadi tahu,dari salah menjadi benar,ini harus disadari karena jika tidak kita akan terus sesat,menjadi manusia yang merugi karena tidak juga bisa mengambil hikmah dan perbaikan dari setiap kejadian. Hidup sekarang adalah jembatan untuk sampai ke hidup yang lebih kekal yaitu kampung akhirat. Dan kualitas kehidupan nanti ditentukan oleh semua yang kita lakukan selama hidup di dunia ini.

Inilah bekal kita sebagai muslim yang bertaqwa padaNya,bukan sekedar bisa mengucapkan Emang Gue Pikirin..


Responses

  1. Kalu EGP itu kaitannya dengan masalah iman, maka hal tersebut tentu merupakan masalah serius. namun demikian menyadarkan mereka agar merujuk kepaDA aL qURAN DAN sHUNNAH LANGSUNG AGAKNYA BELUM MERUPAKAN SOLUSI TERBAIK. Toh belum tentu mereka mau kan. Kita yang berpegang dengan keduanya dan kepada mereka kita menyampaikan kebenaran dari Allah. Mudah-mudahan melalui tangan kita Allah memeberi mereka hidayah. Jadi saya kira solusi utama bagi EGPnya Bening 1 adalah DAKWAH.

    Reply :
    Terima Kasih.. setuju sekali dg pendapat anda.
    Sebarkan dakwah utk org yg srg teriak EGP demi kepentingannya yg salah .

  2. Maaf saya salah kali ya mas…
    Kayaknya di Islam gak ada EGP dalam kamusnya. Karena Nabi saw… tetap GP (Gua pikirin) ketika ada orang yang menumpahkan kotoran binantang dibadannya saat sholat, dengan mendoakan orang tersebut.
    Nabi saw.. tetap GP dengan setiap hari menyuapin (setelah dilembutkan lebih dahulu) seorang pengemis buta dipasar. Walaupun sambil disuapin pengemis itu mencaci maki beliau.

    Heh… Indahnya Islam…..

    Reply
    Teh Yanti,saya akhwat..
    Gmn kbr anak2? si bungsu semakin sehat? smoga klrga teh Yanti dirahmati Allah. Anak-anak teh Yanti beruntung punya ibu yang konsisten terhadap Islam,smoga istiqomah.
    Maksud saya dlm tulisan EGP itu,menyoroti org yg mengaku Islam ttp tidak melakukan syariah Islam, Mereka kalo diingatkan suka bil EGP.. gitu teh..

    Kalo Islam sendiri jelaslah tidak EGP,sangat perduli,krn itu kita selaku muslim diajarkan untuk saling berpesan dlm kebenaran & kesabaran.Kalo saya ada menyebut EGP boleh,itu saat kita kita melakukan suatu kebenaran ttp digunjingkan org2 yang belum mendapat hidayah,spt keputusan menggunakan jilbab atau org yg telah bertaubat dr suatu dosa ttp msh trs dicemooh org lain. Iya khan?

    Kita tidak perlu perduli pandangan org,ketika mengambil keputusan yg tentunya diwajibkan oleh Islam, kita akan tetap berusaha lurus,dan Allah Maha Mengetahui hambaNya.

  3. Walah… saya kok salah melulu ya… kalau manggil orang… maaf ya… maaf… tiada maksud…

    Alahmdulillah anak-anak sehat…Aini juga.. Terimakasih untuk perhatiannya. Kami berharap anda juga demikian

    Wah… kalo ini emang benar…. selama apa yang kita kerjakan syar-i…, eh.. tapi ada baiknya juga kali ya… begitu ada yang “ngomongin” kita “balik badan” dulu.. Check & Re-Check lagi pada Al-Qur’an dan Al hadist tentang kebenaran kita…

    Ya.. maklum… kadang-kala… saya ini suka PD… tapi ternyata PDnya salah (he he he seperti salah manggil anda).. dengan begitu selalu hati-hati..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: