Oleh: bening1 | April 7, 2008

Bekas Sujud Seorang Muslim

Sebenarnya dimanakah ‘bekas sujud’ seorang muslim?

Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, dengan menyandang status muslim tentunya kewajiban sebagai muslim ‘semestinya’ dilakukan. Akan tetapi kenyataannya justru pembuat kerusuhan,koruptor,dan beberapa pelaku kemaksiatan adalah muslim. Sedih memang mendengar ini,mengaku muslim tetapi tidak sholat, mengaku muslim tetapi kikir,mengaku muslim malah berzina & merusak rumah tangga orang,mengaku muslim menjadi fotomodel bikini,dan masih banyak lagi melakukan kemaksiatan lain yang sebenarnya Islam telah melarangnya untuk menjaga keselamatan seorang muslim. Namun orang itu sendirilah penyebab kerusakan dirinya, ketidaktentraman hatinya yang menyebabkan ia berperilaku seolah bukan seorang muslim.

Sebenarnya Allah itu amat sangat sayang pada manusia,buktinya ketika seseorang melakukan sebuah kesalahan, Allah selalu memberi peringatan,memberikan sebuah kejadian (yang biasanya buruk),yang bertujuan untuk menyadarkan seseorang,supaya orang tsb kembali ke jalan yang benar. Namun sayangnya, peringatan tinggal peringatan, tidak jua mengerti manusia tsb bahwa Allah menegurnya. Malah terus melenggang dengan kesalahan yang sama. Kalaupun ada orang di sekitarnya mengingatkan, ia malah tutup mata tutup telinga, tidak perduli, yang penting kesenangannya jalan terus. Seperti dijelaskan dalam beberapa ayat dalam Al-Quran,

” ..mereka mempunyai hati,tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah),dan mereka mempunyai mata,tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan) Allah,dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).Mereka itu seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang sesat.” (Al-Araf 179)

“Sesungguhnya (makhluk) yang seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang yang bisu dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka,tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar,niscaya pasti mereka berpaling juga…” ( Al-Anfal 22-23)

Sebenarnya ketika seorang muslim melakukan sholat tetapi mencampuradukkan dengan maksiat / melakukan hal yang dilarang oleh Al-Quran, ia menjadi fasik. Seolah tidak ada bekas sujudnya.. Bekas sujud bukan hanya tampak pada kening yang hitam.. akan tetapi bekas sujud tampak dari perbuatan seseorang dalam kesehariannya. Ketika sholatnya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan munkar, dimanakah bukti sujudnya kepada Allah SWT?

Bekas sujud seorang muslim seharusnya tampak dalam kehidupannya sehari-hari. Ketika melihat orang lain dalam kesusahan ia mau mengulurkan tangan,membantu mengangkat beban orang lain. Ketika menghadapi godaan dunia ia mampu menjaga dirinya untuk tidak terjerumus, tidak menjadi orang yang munafik, menggunting dalam lipatan.. belajar zuhud dengan hidup sederhana, mau mengajak orang lain dalam kebaikan dan mau mengingatkan ketika orang salah. Sebagaimana Al-Quran menjelaskan dalam Surat Al-Maidah : Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam kejahatan dan permusuhan.

Mudah-mudahan kita yang masih diberi Allah umur bisa menggunakan sisa umur ini benar-benar sebagai ibadah bukan hanya memuaskan hasrat meraih keinginan dunia lantas lupa bahwa setiap saat.. yang kita tidak tahu kapan waktunya… roh kita akan meninggalkan raga ini. Mumpung masih ada waktu untuk bertaubat, mari perbanyak & perbaiki sujud kita, tampakkan bekas sujud kita.. pada fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang sebenarnya ‘kurang’ namun menjaga diri dari meminta-minta. Smoga Allah akan menjadikan khusnul kotimah bagi kita semua. Amin ya robbal alamin..

Iklan

Responses

  1. Salah kaprah. Beginilah kalau menggunakan akal dalam memahami hadits, bukannya pemahaman. Terlalu primitif jika dikatakan bahwa yang dimaksud dalam hadits sebagai “bekas sujud” itu adalah noda hitam jelek yang terpampang pada jidat yang banyak menyebabkan orang menjadi riya. Yang dimaksud sebenarnya oleh hadits, bahwa bekas sujud itu meninggalkan bekas pada mukanya (fisik, perilakunya, dan raut wajah atau air mukanya).

  2. “Janganlah kamu mengira bahwa diri kamu termasuk dalam golongan kerohanian, kecuali jika kamu telah menjadi musuh diri kamu sendiri, terpisah dari anggota- anggota badan kamu, serta memutuskan hubungan dengan wujud kamu, dengan gerak dan diam kamu, dengan pendengaran dan penglihatan kamu, dengan percakapan dan pegangan kamu, dengan usaha dan tindak tanduk kamu, dan dengan apa saja yang kamu anggap datang dari diri kamu sendiri”. (Hadits Qudsy)

  3. Orang yang telah sujud tidak akan berani ia membatalkan “WUDHU NYA “……….ini lah bekas sujud


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: