Oleh: bening1 | April 16, 2008

Pintu Jannah yang Paling Tengah

Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya,”Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah diantara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.” (HR Tirmidzi). Al-Qadhi berkata, ” Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan,”Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk jannah.” (HR Muslim)

Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri. Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak berbakti?

(Abu Umar A)


Responses

  1. Bagaimana dg seorang anak laki2 yg sdh menemukan plhan ht utk d jadikan istri. tetapi ke dua org tua tdk merestui bhkan melarang. apakah anak tsb trmasuk dlm golongan ank durhaka. mohon penjelasan,, dan apakah dlm memilih calon istri anak laki2 hrs mengkuti apa yg di inginkan org tuanya.

    Reply:
    Mas Uya,ada satu yang mungkin bisa anda renungkan bahwa ‘ridho Allah ada pada ridho orang tua’. Sbnrnya kita sbg anak punya hak untuk menentukan pilihan hati kita sendiri,namun jika orang tua melarang mungkin juga memiliki alasan.cobalah mengambil jalan musyawarah.. mencari sebab2 mengapa dilarang,menjelaskan dg baik pada orang tua,mohon restu mereka… karena tanpa restu mereka,dikhawatirkan rumahtangga kita (sbg anak) tidak mendapat ridho Allah..

    Salam – Bening

  2. ju2r, sy sdh brp kli mlakukn zina dgn pcar sy, dan kmi sdr kLo km sangt berdosa.lalu qt berusaha cr orng yg bs menikahkan qt (nkah siri’) tnp dketahui org tua qt msing2… tp tdk ada yg hsilx..tlong bntu sy dan pacar sy bagaimana solusix pdhl qt msh kuliah dan blum bs memenuhi kbtuhan hdup…

  3. ingatlah!!!!surga ada ditelapak kaki ibu…!!!
    allah akan ridho jika orang tua kita ridho,sebaliknya allah akan marah jika orang tua kita marah.tidak ada satu orang tua yang tidak menginginkan anaknya menjadi baik sekalipun orang tua tukang maksiat(naudzubilah himindzalit).dan kita juga harus berbakti kpd orang tua sekalipun orang tua kita kafir.

  4. Assalammualaikum..Ibu segala segalanya buat sy dan istri sy. apa yg sy korbankan selama ini sy rasa belum sebanding dengan apa yg ibu korbankan untuk sy.. Saat ini sy meminta doa dr nya agar sy dan istri dapat dikaruniai momongan secepatnya… Kami sayang ibu dan bapak.. Jazakillah hoiron katsiron ..Wassalam..

  5. Asswrw.
    Saat ini saya dalam kegundahan, mohon beri nasehat.
    Ibu saya telah meninggal karena sakit belum sampai 1 tahun. Kemudian bapak saya akan menikah lagi dengan janda yang telah cerai 3x, saya tdk tau alasan sampai menjanda dengan cerai 3x tsb.
    kemudian mlm tadi si perempuan oleh bapak saya dibawa kerumah, dari awal saya sudah tidak mau punya ibu tiri seperti dia, tapi bapak saya tetap ingin menikahinya, bagimana, apa yang harus saya lakukan?? Mohon di bantu.
    Wasswrwb.

    • kita serahkan semuanya kembali kepada allah, berserah dirilah kepada allah, minta petunjuk hanya kepada allah. insya allah akan ditunjukkan jalan yang terbaik, terbaik bukan untuk kita saja melainkan untuk semua. hal hal yang akan terjadi kemudian adalah pilihan allah yang terbaik untuk kita, ambil manfaatnya. entah itu nanti sebagai ujian, sebagai cobaan atau kebahagiaan kita harus menghadapinya, kita blum tau endingnya. allah dapat dengan mudah membolak balikkan keadaan, sifat, rupa dalam sekejap. bila kita berharap kepada manusia, maka harapan itu akan segera sirna berubah menjadi bencana

  6. bagai mana bila seorang anak laki-laki yang sudah beristri dan mempunyai anak tak bisa mengurus ibu nya yg sudah tua dan tak bisa melihat tetapi sebenarnya anak nya ingin mengurus ibunya, tapi dikarenakan istri merasa cemburu dan tak merasa di perhatikan ahirnya dia tak bisa lagi mengurusi sang ibu, jadi jalan apa yang harus saya ambil? tolong pendapatnya….

  7. mbak bening gimana kbr ku tunggu kata-kata mutiara mbak bening


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: