Oleh: bening1 | April 18, 2008

Kecintaan Abu Dzar Al-Ghifari pada Nabi SAW

Dalam perjalanan menuju perang Tabuk, Abu Dzar tertinggal di belakang pasukan karena beliau mengendarai hewan yang lambat jalannya. Saat mengetahui hal ini, para sahabat memberitahukan hal tersebut Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan mendirikan tenda di sebuah tempat terdekat.
Sementara itu Abu Dzar yang tertinggal di belakang merasa kecewa dengan kendaraannya, lalu turun dan berjalan kaki.

Saat itu salah seorang sahabat berteriak bahwa ada seseorang dikejauhan sedang menuju kemari. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : ” Ya Allah, semoga itu Abu Dzar.” Sahabat lainnya memberitahu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang itu memang Abu Dzar. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a: “Semoga Allah Subhanahu wata’ala mengampuni Abu Dzar ! ia berjalan sendirian, akan mati sendirian dan akan dibangkitkan kembali sendirian,” Kemudian beliau memerintahkan kepada para sahabat agar memberinya air. Tetapi ketika Abu Dzar tiba, beliau melihatnya sedang membawa sewadah air. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Kamu punya air tetapi kamu tampak kehausan? ”

“Ya, Nabi Allah ! Semoga kedua orang tuaku dikorbankan untukmu! Ditengah jalan aku merasa kehausan, lalu aku pergi kesebuah tempat yang ada airnya. Setelah mencicipinya aku merasa sejuk dan enak dan aku berkata
pada diriku, tidaklah adil jika aku meminum air ini sebelum Nabi meminumnya” jawab Abu Dzar.

Mendengar ini Nabi Saw berkata , “Wahai Abu Dzar ! Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu! Engkau akan meniti hidupmu kelak dalam kesendirian, mati dalam kesendirian yang jauh dari rumah penduduk, dan kemudian masuk syurga sendirian.

Sumber : Sayyid Ali Akber Sadaqat


Responses

  1. That’s sweet.
    Kita yang berjarak berratus tahun dengan beliaupun masih punya kesempatan untuk”membahagia”kan beliau, seperti Abu Dzar (Insya Allah) Dgn selalu mengucapkan shalawat dan salam.. Amin…

  2. begitulah manusia yang hatinya penuh kecintaan kepada pemimpinnya karena ikhlas.Tidak seperti sekarang ini yang mendekat pada orang2 besar hanya untuk mendapat kedudukan

  3. Sesungguhnya dulu bangsa Arab adl kaum jahilayah..tak akan bisa seorang hamba hngga bgt cintanya kpd Rasulullah kalau budi pekerti Beliau tdk sempurna.dgn membaca dan mendengar kisah2 rasulullah saja saya pun telah mencintai seseorang(Rasulullah) yg hidup 1400th yg lalu..

  4. sesunnguh nya betapa besar rasa cinta rosuulullah terhadap umat nya ketika sang umat tertiinggal sendiri dia masih sempat berdoa untuk umatnya,,amin ya raabillalallmin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: