Oleh: bening1 | Mei 2, 2008

Yang Beruntung,Yang Merugi..

Apa sebenarnya makna beruntung dan merugi bagi manusia?
Apakah ukurannya hanya pada sebuah materi,uang khususnya?
Ketika kita melakukan sesuatu ternyata tidak mendatangkan profit maka kita akan mengatakan “untuk apa dilakukan khan tidak menguntungkan?”

Rasanya di jaman sulit ini,dimana semua orang berlomba mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya untuk bertahan hidup & mencapai tujuannya,banyak yang melupakan (khususnya bagi kaum muslim) bahwa beruntung bukan sekedar mendapatkan nilai tambah bagi seseorang ketika mendapatkan uang lebih,mendapat jabatan baru,atau bahkan bonus rumah,mobil,dan segala fasilitas hidup yang diinginkan kebanyakan manusia.Akan tetapi ternyata ada yang jauhhhh lebih penting dari semua itu dan Allah telah menjelaskan pada kita melalui firmanNya dalam Al-Quran.

Al-Quran mengajarkan bahwa orang mukmin yang beruntung adalah

1.orang yang beriman (pada Allah,Rasul SAW,Al-Quran,malaikat & hari akhir)
2.orang yang khusyu shalatnya
3.orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna
4.orang yang menunaikan zakat
5.orang yang menjaga kemaluannya
6.orang yang memelihara amanah dan janjinya
7.orang yang memelihara sholatnya (menjaga diri dari maksiat dlm kesehariannya)
(Al-Mukminin 1-9)
8.orang yang memelihara diri dari sifat kikir (Al-Hasyr 9)
9.orang yang berjihad dengan harta dan diri mereka (At-Taubah 88 )
10.orang yang mencari keridhaanNya (Ar-Rum 38 )
11.orang yang mengikuti ajaran Rasul SAW dengan amar ma’ruf nahi munkar (Al-A’raf 157)
12.orang yang bertaubat & mengerjakan banyak amal sholeh (Al-Qashash 67)
13.orang yang berat timbangan kebaikannya (Al-A’raf 8 )
14.orang yang menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya (Al-Anfaal 45)

Dari sini tentunya kita faham bukanlah setumpuk harta yang membuat seseorang beruntung akan tetapi harta yang disedekahkan itulah yang membuat orang tsb beruntung. Karena dari sedekah inilah ia bisa menjadi jalan rezeki bagi orang lain,hartanya mendatangkan manfaat bagi orang lain,dan satu lagi Allah catatkan pahalanya selama sedekahnya itu mendatangkan manfaat bagi penerimanya.

Bukan pula jabatan yang tinggi yang membuat orang lalai dari ibadah pada Allah,tetapi jabatan yang bisa bermanfaat dan menjadi jalan rezeki bagi orang lain itulah yang menjadikan seseorang beruntung.Jabatan yang bisa digunakan untuk memperjuangkan hak rakyat lemah agar bisa mendapatkan usaha untuk kelangsungan hidupnya.

Dan yang tidak kalah penting ketika godaan dunia datang,ajakan berbuat munkar bertubi-tubi datangnya,tetapi seseorang bisa menahan diri untuk tidak masuk dalam pusaran kemaksiatan,tetap berpegang teguh pada tali kuasa Allah dan berlindung hanya padaNya dari bujukan setan yang setiap saat mengalir dalam darahnya,itulah orang yang beruntung.

Masih banyak lagi keberuntungan yang sering tidak disyukuri karena seringnya ‘beruntung’ hanya diukur dengan uang.Istri solehah,suami yang soleh,anak-anak,nikmat iman dalam islam & kemudahan dalam ibadah kepada Allah adalah harta termahal yang sering terlupakan.

Iklan

Responses

  1. termasuk yang beruntung kah aku?
    hhhh…
    mesti sering2 bercermin nih..
    😦

  2. keberuntungan janganlah selalu dilihat dari segi materi, Allah memberikan kita nikmat, rejeki dalam bentuk lain, tetapi kita tidak menyadarinya, kita masih bisa bernafas itu adalah nikmat yang tiada tara, kita masih bisa mendengar, juga nikmat, masih bisa menggaruk punggung kita juga nikmat dari Allah . apa jadinya jika nikmat ini dicabut, badan gatal tdk bisa digaruk, punya mata gak bisa melihat, punya tangan tak bisa bekerja dan punya kaki tidak bisa melangkah. tentunya kita merasa sebagai orang yang tidak berguna…kita bisa melakukan semuanya ini atas izin Allah. ..bersyukurlah atas nikmat rizki dari Allah yang diberikan dalam bentuk lain ini..

  3. saya lebih bahagia apabila beruntung menurut allah dan tidak bahagia apabila beruntung menurut manusia (cintoh banyak harta di gunakan untuk foya-foya) tapi menurut Allah termasuk orang yang merugi.

    Reply:
    setuju saudaraku..
    Jauh lebih utama mulia menurut Allah ketimbang mulia di mata manusia tp salah di mata Allah. Yang bagus adalah mulia di mata manusia skaligus mulia di mata Allah,namun ini tdk bs ditempuh semudah meneguk minuman yang sudah ada dalam genggaman..perlu niat yg lurus,tekad yg utuh untuk ikhtiar mencari ridhoNya.InsyaAllah Allah yang akan mengangkat derajat kita, bukan manusia yang mengangkat kita jadi mulia .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: