Oleh: bening1 | Mei 10, 2008

Berkah Hitam atau Putih ? Mungkin Abu abu

Ini adalah sekedar obrolan yang mungkin menyadarkan kita, betapa kita harus hati hati dalam menyikapi apa yang ada didepan kita. ternyata masih ada orang yang berpikiran tulus – takut pada azab Allah. dan ini adalah kisah nyata pergaulan sebuah anak kos kosan.

Pendek cerita terjadi ketika salah satu penghuni kos kosan baru saja pulang dari tugas luar kota, dia adalah salah satu pegawai bumn jakarta. Tentu saja namanya orang baru pulang dari tugas luar kota, banyak bawaan yang ditentengnya, salah satunya pasti baju kotor. dan yang paling ditunggu rekan rekan satu kos adalah Oleh olehnya, makanan khas atau jajanan khas dari daerah yang baru dikunjungi.

setelah ngobrol ngalor ngidur (betele tele) akhirnya sampai juga oleh oleh tersebut dibagikan. dibuka rame rame dan masing masing siap memasukkan makanan tsb. kedalam mulut, tiba tiba semua yang akan memakan kue tersebut berhenti sejenak menatap ke teman mereka yang baru saja datang dan bertanya, “hitam atau putih ? atau abu abu?”

tentunya kita yang tidak biasa bergaul sama mereka dibuat bingung, kue udah didepan mata, kelihatan warnanya masih juga bertanya apa warnanya. anak kecilpun tau apa warnanya. yang pasti yang namanya oleh oleh itu enak, karena gak usah pakai bayar. apalagi pertanyaannya hitam, putih atau abu abu. makanan macam mana pula itu….

ternyata yang ditanyakan hitam, putih atau abu abu bukan warna kuenya, bukan rasanya dan bukan pula bentuknya. tetapi dari mana sumber dan asal usul kue tersebut, dengan uang apa kue tersebut dibeli, haram atau halal duitnya. kue tersebut dibeli dari uang suap, uang korupsi, uang yang gak jelas asal usulnya atau dari uang gaji sendiri?

asal usul itulah yang ingin ditanyakan oleh teman teman penghuni kos tersebut. mereka tidak mau turut menikmati makanan yang enak tapi tidak jelas asal usulnya. tidak mengijinkan makanan kotor (haram) masuk dalam perutnya.

ternyata di Indonesia ini masih ada orang yang memegang prinsip sebaik ini, sepele tapi sangat bermakna, dalam sekali. apalagi di kota jakarta yang serba panas.

akhirnya teman yang membawa oleh oleh pun membuka kalimat, ” ini murni dari gaji gwe sendiri”. alhamdulillah… merekapun segera menikmati kembali kue yang tertunda masuk ke perut.

hitam = dari uang suap, korupsi, ngentit
putih = dari uang sendiri(gaji), kue bikin sendiri/ keluarga
abu abu = gak jelas asal usulnyu, tidak terus terang, pemberian pejabat dengan embel embel/ tukar guling/ fasilitas

An Nahl – 114
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.

dikirim oleh sahabat bening


Responses

  1. bener banget , yang halal lebih enak dinikmati meski sedikit
    maaf sudah lama tidak bersilaturahmi
    sedang berbenah diri

  2. tapi jaman sekarang banyak yang berpendapat yang haram saja susah di dapat apalagi yang halal….maklum jaman sudah gila..ekonomi morat marit yang penting bisa makan semua main sikat…hu..cape deh..

  3. sekali kita memakan yang haram susah untuk menghapusnya, dan berikutnya kita tidak akan pernah lagi mempedulikan itu berkah haram atau halal, karena hati kita seolah olah telah mati (ditutupi) oleh yang haram.

  4. barang/makanan yang haram bisa membuat kita menjadi malas beribadah,berpikir,dan melakukan yang berhubungan dengan kebaikan.barang haram akan dihisap diakhirat dan membuat hati menjadi gelap.

  5. Makanan haram sudah barang tentu akan merusak tubuh dan mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit yang berbahaya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: