Oleh: bening1 | Mei 16, 2008

Distribusi Harta

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah 195)

Allah telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk,samapi binatang melata,semutpun tidak pernah akan kekurangan makanan.Namun manusia banyak lupa atau mungkin tidak tahu bahwa rezeki yang Allah berikan (terutama yang berupa harta benda) bukan mutlak milik kita.

Ada beberapa golongan yang mesti mendapat perhatian dalam distribusi harta yang telah kita terima . Terutama bagi seorang laki-laki yang notabene sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah rezeki yang Allah berikan dapat mencukupi keperluan keluarga dan masih memiliki sisa..maka kemanakah harta ini harus dibelanjakan? Hak siapa sajakah uang yang telah Allah berikan pada kita?

Jangan sekali-kali berpikir uang yang kita dapat adalah mutlak usaha kita,karena tanpa ijin Allah kita tidak akan menerima sepeserpun.Al-Quran telah memberi tuntunan bagi umat Islam bahwa jika harta (uang) yang kita miliki lebih…setelah mencukupi kebutuhan untuk istri dan anak,maka hendaknya harta itu diberikan pada yang memiliki hak atas harta kita:
1.Orang tua
Tidak dapat dipungkiri segala pengorbanan orang tua terhadap kita,mulai kita dalam kandungan hingga dewasa.Karena itu sudah sepantasnya jika kita memiliki rezeki lebih, alangkah baiknya untuk memuliakan orang tua kita.

2.Kerabat
yaitu keluarga dekat baik dari suami atau istri.Terkadang ada di antara kerabat kita yang kebetulan diberi rezeki sempit oleh Allah maka hendaknya kita membantu mereka meskipun sebenarnya mereka menjaga diri dari meminta.

3.Anak Yatim
Anak yatim yang ditinggal ayahnya atau bahkan ayah & ibunya (yatim piatu) bukan hanya mengalami kemiskinan harta,tetapi juga kasih sayang,karena itu Allah mengankat derajat orang-orang yang mau menyantuni anak yatim.Baik menyantuni harta ataupun kasih sayang sebagai pengganti orang tuanya.

4.Orang Miskin
Orang yang telah bekerja akan tetapi karena suatu hal tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarganya,sementara mereka tetap taat pada Allah,bersabar menerima rezeki seadanya,dan menjaga diri dari meminta-minta.Mereka inilah orang-orang yang perlu mendapat perhatian dari orang-orang yang memiliki rezeki lebih.Karena pada harta orang kaya terdapat hak orang-orang miskin.

5.Ibnu Sabil
Orang yang bepergian di jalan kebaikan,seperti berdakwah,tentunya memerlukan bekal yang bisa mencukupi keperluan perjalanannya,karena itu sepatutnya kita yang memiliki harta lebih membantu mereka berjuang di jalan Allah.

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan.Jawablah:Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (Al-Baqarah 215)

Demikianlah urutan garis besar yang ditentukan Allah SWT dalam menyalurkan harta yang kita terima dariNya.Namun dalam praktek masyarakat kita banyak menemukan gejala yang aneh,orang yang mengaku pandai dan modern tetapi justru tidak benar dalam mendistribusikan kekayaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: