Oleh: nirvana2005 | Mei 16, 2008

Mencari Pahala Dunia

Ali Imron – 145:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Ali Imron – 148:
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

kita semua mungkin sudah bisa menebak apa itu pahala akhirat. balasan balasan yang setimpal dengan perbuatan kita untuk bekal diakhirat. dan tentunya sudah sering pula kita mendengar ceramah atau dari ustad ustad kita tentang pahala akhirat. bahkan kita pun sudah dijanjikan oleh Allah pahala minimal 10 kali lipat sampai 700 kali lipat bahkan lebih untuk perbuatan baik maupun ibadah yang kita lakukan atau kita sempurnakan. tujuan dari pahala pahala akhirat tentunya untuk mencapai kebahagian di akhirat bukannya siksa di neraka. dan untuk mencapai pahala akhirat sudah banyak literatur yang bisa kita peroleh, bisa dengan cara sholat, berdzikir, puasa, zakat dan ibadah ibadah kepada Allah lainnya.

tetapi bagaimana untuk mencari pahala dunia?..
dari mana kita memperolehnya?..
kapan kita menuai berkah dari pahala dunia?..
berupa apakah pahala dunia itu?

dari sebuah hadist HR. Bukhari dan Muslim diriwayatkan :
seorang lelaki datang kepada Nabi.saw untuk meminta ijin ikut berjihat. Rasulullah saw. bersabda: “apakah kedua orang tuamu masih hidup?” orang itu menjawab “ya masih hidup”, lalu Rasulullah saw. bersabda :’berjuanglah untuk berbakti kepada keduanya”.
dari riwayat lain disebutkan :
Rasulullah saw. bersabda :”apakah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?”
orang itu menjawab:” ya, bahkan kedua-duanya”. Rasulullah saw. bertanya: “apakah engkau mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala?” orang itu menjawab: “Ya”. Rasulullah bersabda : “kembalilah kepada kedua orang tuamu, lalu baik baiklah bersama mereka berdua”.

ternyata pahala dunia itu tidaklah jauh, pahala itu ada diantara kita, tinggal kita memetiknya. yaitu dengan berbakti kepada orang tua kita sebagai mana mereka telah melahirkan kita, membesarkan kita dan mendidik kita untuk menjadi manusia yang sholeh. menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kita dikala kita masih kecil. membahagiakan mereka seperti mereka membahagiakan kita dengan riski yang mereka miliki.

pahala dunia itu bisa berupa harta atau tindakan. pahala dunia untuk mencapai kebahagiaan dunia itu harus dimulai dari diri kita. seperti bila kita memiliki rizki dan kita bagikan sebagian kepada orang tua kita, keluarga kita, saudara kita, atau para fakir miskin dan anak yatim. kita bisa lihat dari pancaran mata mereka, kebahagiaan mereka tatkala menerima pemberian dari kita. berarti kita telah membagikan sebagian pahala yang kita miliki kepada orang orang disekitar kita. kita ajak mereka turut merasakan kebahagian yang kita rasakan. tahukah kita kalau doa dari orang yang tangannya berada dibawah, doa yang sangat ikhlas, tulus. adalah doa yang sangat mustajab, langsung didengarkan oleh Allah.

lantas bagaimana pahala yang berupa tindakan?. tentu sudah bisa ditebak, setiap hari kita beribadah sholat minimal 5x, kita berpuasa, kita berdzikir dan berdoa, yang kesemuanya itu adalah ibadah untuk mendapatkan ridlo dari Allah. apakah buahnya dari semua ibadah kita itu?. kita ingin dicintai Allah, kita ingin dilebihkan rizkinya, kita ingin dilindungi Allah, kita ingin segala dosa kita dimaafkan oleh Allah. sekarang tinggal bagaimana kita menerapkan hasil ibadah dalam kehidupan dunia kita, ke orang orang disekitar kita, disekeliling kita. kita minta dilebihkan rizkinya – apakah kita telah menyisihkan rizki kita untuk orang lain, kita minta dilindungi – apakah kita telah melindungi orang lain, kita minta dicintai – apakah kita telah mencintai orang disekitar kita, kita minta diampuni – apakah kita telah memaafkan orang orang disekitar kita, kita minta diselamatkan – apakah kita telah menyelamatkan orang orang disekitar kita. kita ingin bahagia – apakah kita telah membahagiakan orang orang disekitar kita…inilah sebagian tindakan yang dapat mendatangkan pahala dunia, kebahagiaan bagi umat manusia didunia.

katanya agama islam adalah agama yang cinta damai, agama yang adil, agama yang bersih, agama yang bijaksana, mana buktinya ? bila kita tidak pernah menerapkan ilmu yang kita serap dari Al Quran dan hadist, berarti sloga slogan diatas hanya isapan jempol belaka.

pahala dunia inilah yang membawa kita menuju kebahagiaan dunia lahir dan batin serta mengangkat derajat kita ketempat yang lebih tinggi. amin…

dari sahabat bening…


Responses

  1. terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: