Oleh: nirvana2005 | Mei 22, 2008

Renungan Jadup (Jatah Hidup)

Faathir – 11:
….Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Maha besar, maha Kuasa, maha bijaksana, maha adil. hanya kepada Allah kita patut Memujinya. Allah telah menciptakan bumi beserta isinya dengan sempurna, semua dapat bergerak tanpa kita perintah, Allah yang menggerakkannya, Allah yang mengijinkan semua ini terjadi . Allah menciptakan ini semua hanya untuk umat manusia. betapa bodohnya kita ini bila tidak bisa bersyukur, tidak berterima kasih kepada Allah. kita dilahirkan ke bumi juga atas izin Allah Azza Wajalla. berapa umur kita, kapan kita lahir, kapan kita mati, semua itu telah dituliskan dalam kitab lauh mahfuzh. akan tetapi

tidak seorangpun yang dapat melihat isi dan catatan kitab tersebut.

 jika sampai detik ini kita masih diberi kesempatan untuk silaturahmi, maka bersyukurlah. karena Allah masih mengijinkan kita untuk tetap bernafas, untuk tetap tinggal didunia ini. tetapi kita tidak tau sampai dimana akhir kehidupan kita. ini berhubungan dengan budaya yang sering kita lakukan, budaya untuk merayakan hal yang berhubungan dengan usia kita. perayaan ulang tahun. bagaimana kita harus menyikapi bertambahnya usia kita? dengan bersyukur atau bersedih?….
Menurut saya kita harus melakukan keduanya ..

Kenapa harus bersyukur? .. kita memang harus mengucapkan Syukur kepada Allah karena kita masih diberikan kesempatan untuk bertaubat, diberikan kesempatan untuk meminta ampunan atas dosa dosa kita, baik yang disengaja maupun tidak. kita masih diberikan kesempatan untuk meningkatkan amal dan ibadah kita kepada Allah. kita masih diberikan kesempatan untuk menyelamatkan keluarga dan orang terdekat kita dari siksa neraka. sebaliknya kita tidak perlu mengungkapkan rasa syukur kita dengan cara perayaan dan pesta pesta, cipika cipiki layaknya budaya jaman jahiliyah.

kenapa harus bersedih? … ya kita harus bersedih, bahkan kita harus merasa sangat merugi dengan bertambahnya umur kita. karena jadup (jatah hidup) kita telah berkurang 1 kesempatan untuk tinggal dibumi, misalnya jatah kita hanya 50 tahun dan kita berusia 40, berarti dengan bertambahnya usia kita menjadi 41, maka kesempatan kita tinggal didunia bersisa 9 tahun bukan? bukannya usia kita telah ditetapkan dalam kitab lauh mahfuzh? jadi apa yang perlu kita renungkan dan kita sesalkan? yaitu tabungan akhirat kita, amal ibadah kita, rasanya  masih minim sekali. 

untuk itu, dikala kita masih diberikan sisa waktu ini bisa kita manfaatkan untuk beribadah dengan sebaik baiknya. kita tingkatkan amal kita, ibadah kita. kita sempurnakan sholat kita. kita selamatkan orang orang disekitar kita. hanya untuk mendapatkan ridlo dari Allah swt.

Al Qashash – 60:
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?


Responses

  1. artikel anda selain mengugah jiwa juga memberi motifasi untuk lebih memaknai hidup.
    salam dari anak jihat bengkulu.—


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: