Oleh: bening1 | Mei 27, 2008

Kunci Sukses Bisnis Khadijah

Adakah korelasi antara derma dengan kesuksesan sebuah usaha bisnis? Apakah sikap dermawan seorang pelaku usaha memberi pengaruh terhadap keberhasilan usaha bisnisnya? Apakah kegemaran Khadijah berderma dan membantu mereka yang bernasib kurang beruntung merupakan salah satu kunci rahasia di balik kesuksesan bisnisnya?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, ada baiknya kita memotret terlebih dahulu tentang sikap kedermawanan Khadijah.

Terdapat banyak catatan para sejarawan yang menerangkan bahwa Khadijah adalah sosok perempuan yang terkenal hartawan dan dermawan. Ia senang mengasuh para janda dan anak-anak yatim, menjamu para tamu, melimpahi
rumah-rumah sanak keluarganya dengan kebajikan serta santunan, dan mengasuh anak-anak-selain anak-anak kandungnya-dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Suatu hari, Halimah Sa’diyah, perempuan yang pernah mengasuh Nabi Muhammad pada masa kecilnya, datang bertamu ke rumah Khadijah. Khadijah menyambut Halimah dengan senang hati dan penuh hormat. Padahal, suaminya,
Muhammad, kala itu belum pulang ke rumah dari Gua Hira. Selama tinggal di rumah Khadijah, Halimah menjadi tamu kehormatan. Saat itu, Halimah bercerita tentang kampungnya yang ditimpa oleh kemarau panjang. Tanaman-tanaman rusak dan hewan-hewan ternak mati. Mendengar hal itu, Khadijah membekali Halimah dengan hadiah besar berupa seekor unta dan empat puluh ekor kambing untuk membantu meringankan beban hidupnya di kampung.

Betapa murah hatimu dan betapa ringan tanganmu untuk berderma kepada orang yang membutuhkan uluran tangan orang lain, wahai perempuan terbaik penghuni surga. Engkau benar-benar perempuan mulia, terhormat, dan
penuh belas kasih, wahai ibu orang-orang mukmin.

Bagi Khadijah, kekayaan adalah rahmat Tuhan yang harus disiramkan pula kepada sesama, sebagai tali asih dan pertolongan. Kekayaan bukanlah segala-galanya. Karenanya, ia lebih suka hidup sederhana, kendati ia
dilahirkan dan dibesarkan dalam kesenangan dan kemewahan. Ia tidak suka hidup berlebih-lebihan, tidak angkuh, dan tidak pula menyombongkan kebangsawanannya.

Kedermawanan perempuan suci ini pun mendapat kesaksian dari Rasulullah. Ia rela mendedikasikan hartanya untuk sang suami tercinta, Muhammad, di kala orang-orang menghalangi beliau. Setelah berumah tangga dengan Rasulullah, Khadijah juga mengasuh dan mendidik anak-anak selain anak kandungnya yang kelak menjadi pejuang-pejuang Islam yang tangguh. Ia tercatat pernah mengasuh dan mendidik Ali bin Abi Thalib sejak kecil di rumahnya. Hal ini terjadi tatkala Rasulullah meminta pamannya, Abu Thalib, untuk menyerahkan Ali padanya untuk
dididik. Beliau mengetahui bahwa pamannya begitu disibukkan untuk mengurusi anak-anaknya. Khadijah menyayangi Ali sebagaimana ia menyayangi anak-anak kandungnya sendiri. Kelak anak yang diasuhnya ini, Ali, menjadi
suami dari putrinya sendiri, Fatimah.

Selain Ali, Khadijah juga tercatat pernah mengasuh dan mendidik Zubair bin Awwam yang ditinggal mati oleh ayahnya saat ia berumur dua tahun, dan Zaid bin Haritsah yang menjadi anak angkat Rasulullah.

Betapa lembut kasih sayangmu kepada anak-anak, wahai nenek Hasan dan Husein. Engkaulah yang mendidik calon menantumu dan ayah dari cucu-cucumu, dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sungguh mulia hatimu, wahai
perempuan terbaik penghuni surga dan pendamping Rasulullah yang setia.

Tatkala kaum Quraisy melancarkan aksi boikot terhadap Nabi dan Bani Hasyim, Khadijah tetap setia mendampingi beliau. Bahkan, ia korbankan harta bendanya untuk menafkahi orang-orang yang terisolasi dalam aksi
boikot tersebut. Padahal, ia tidak termasuk objek boikot karena ia bukan berasal dari Bani Hasyim.

Karena kedermawanan Khadijah kepada sanak keluarganya, dalam aksi boikot tersebut ia mendapat pertolongan dari para tokoh sanak keluarganya. Mereka tidak tega menyaksikan perempuan agung ini kelaparan dan tidak
mendapat pertolongan. Karena dahulu perempuan agung inilah yang melimpahi rumah-rumah mereka dengan kebajikan dan santunan yang tidak pernah diberikan oleh konglomerat dan para dermawan dari kaum mereka. Karenanya,
salah seorang di antara mereka membawakan makanan untuk perempuan suci ini secara sembunyi-sembunyi.

Demikianlah potret kedermawanan perempuan mulia nan agung ini. Yang jadi pertanyaan, adakah korelasi antara sikap dermawannya ini dengan keberhasilan dan kesuksesan usaha bisnisnya?

Penulis katakan, ada. Terbukti, setelah ia menikah dengan Rasulullah, mereka membangun bisnis mereka atas dasar keadilan dan kedermawanan. Karenanya, usaha bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan
keuntungan besar. Mereka tidak pernah menolak membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Mereka berderma tanpa pernah takut harta mereka akan habis. Dan, terbukti harta di tangan mereka justru selalu bertambah
sebanyak harta yang mereka keluarkan atau dermakan.

Mengapa bisnis mereka malah berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan besar, serta harta mereka selalu bertambah sebanyak yang mereka dermakan?

Jawabannya, karena derma (atau sedekah, infak, zakat) itulah yang akan menumbuhkembangkan harta, yang mencegahnya dari kelenyapan, yang melestarikannya, dan yang mendatangkan berkah. Rasulullah sendiri pernah
bersabda, “Tidak akan berkurang harta orang yang berderma.”

Rasulullah juga pernah menggambarkan orang yang kikir dan orang yang dermawan itu dengan dua orang yang masing-masing memiliki jubah. Orang yang dermawan terus-menerus memberi dan mendermakan hartanya, sehingga
jubah yang ia pakai terus melebar. Demikian pula dengan baju perangnya yang terbuat dari besi, sehingga bekas-bekas telapak kakinya terhapus. Sementara itu, orang yang kikir terlalu kuat memegang hartanya. Semakin
hari semakin berkuranglah hartanya, bahkan menjepitnya hingga jiwanya tersendat….

Dikutif dari buku:

Judul : Rahasia Sukses Bisnis Khadijah
Penulis : Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I.
Penerbit: QultumMedia, 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: