Oleh: bening1 | Mei 27, 2008

Shalat Khusyuk

Sungguh beruntung orang-orang Mukmin. Yakni mereka yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS Al-Mukminun [23]: 1-2)

Mari kita ingat-ingat kembali. Sudah berapa ribu kali kita shalat? Kalau kita mulai wajib shalat sejak usia 13 tahun (akil balig), katakanlah sekarang usia kita 33 tahun, berarti sudah 20 tahun kita shalat. Seandainya tak pernah sekalipun kita membolos dalam shalat, berarti 20 tahun kali 12 bulan kali 150 kali, hasilnya kurang lebih 36 ribu kali kita shalat.

Nah, dari jumlah tersebut, berapa kali kita shalat yang benar-benar khusyuk? Berapa kali kita shalat yang seluruh perhatian kita, baik pancaindera maupun hati dan pikiran hanya untuk Allah, tidak terganggu oleh ingatan dan perasaan tentang dunia?

Mungkin hal itu bisa kita hitung dengan jari. Bahkan, boleh jadi, belum sekalipun kita merasakan kekhusyukan dalam shalat. Orang yang khusyuk shalatnya adalah orang yang sangat beruntung. Siapa orang yang shalatnya khusyuk hidupnya akan bahagia. Bahkan, kematian pun akan membuatnya bahagia. Ia sama sekali tidak takut mati. Karena setiap shalat ia selalu berdoa, ”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata.”

Mengapa kita harus takut berjumpa dengan Allah? Bukankah Dia yang kita hadapi saat shalat? Bukankah Dia yang nama-Nya selalu kita sebut-sebut selama ini, sedangkan mati adalah satu-satunya pintu yang membuat kita bisa berjumpa dengan-Nya? Orang yang khusyuk berkeyakinan dalam shalatnya berjumpa dengan Allah, lalu ia selalu merasa dalam perhatian Allah, dalam pendengaran Allah, dalam tatapan Allah, sebagaimana ia wafat akan berjumpa dengan Allah. Allah mencintai hamba-Nya. Hamba itu pun mencintai Allah. Demikianlah kekasih Allah, ia akan tersenyum tatkala jiwanya dipanggil Allah.

”Wahai pribadi yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Masuklah dalam kelompok hamba-hamba- Ku yang Aku ridhai. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

Alangkah beruntungnya orang yang khusyuk dalam shalatnya. Surga perdana di dunia ini, bila Allah memberikan rasa khusyuk di dalam shalat kita.

Alangkah indahnya kalau para pejabat, para pemimpin, dan para wakil rakyat kita khusyuk shalatnya. Indonesia yang adil dan makmur insya Allah segera terwujud. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba- Nya yang senantiasa khusyuk dalam shalat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh : M Arifin Ilham

Iklan

Responses

  1. bagus untuk teladan
    salam kenal
    jaiman

  2. ORANG YANG KHUSUK SHOLAT?

    Q seorang yang selaLU ingat allah dlm shltQ,
    Q jga da brsh buat khusuk pdnya?
    tp pikiranQ sll diganggu dngan berbgai mcam kejadian yang Q alami,bahkan Q mrsa sperti disuruh2 untuk memikirkan itu.meskipun dipkiranQ ingin khusuk pda ALLAH tp Q tdk bisa.SUNGGUH Didalam HtiQ semua nya untuk beribadah kpd ALLA.tp pikiran2 itu selalu datang.selalu menentang hati nuraniQ.APA YANG MESKI AKU LAKUKAN BUAT NGALAHINNYA?

  3. Assalamualaikum ?

  4. makasih……
    semoga dapat balasannya yang sangaat besar.
    aamiin

  5. Mudah-mudahan info ini bisa membantu…….kalau bisa fahami lah sholat itu……dalam kan maksud dan tujuan nya…….insya allah akan menuju shloat khusuk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: