Oleh: bening1 | Juni 11, 2008

Dokter akhlaq

Membaca sebuah sketsa dengan judul Dokter Akhlaq,menggelitik keinginan saya untuk menulis artikel ini..

Akhir-akhir ini saya amat prihatin..
Banyak hal yang mempengaruhinya.. coba cerna rentetan peristiwa berikut
– Kenaikan harga sembako di akhir tahun,yang setiap tahunnya tidak dapat dihindari
– Kenaikan BBM yang membuat seluruh aspek kehidupan mengalami peningkatan & perubahan tajam
– Kenaikan jumlah rakyat miskin
– Kenaikan tingakat kriminalitas
– Fenomena sosial negatif yang semakin meningkat

Belum lagi selesai soal rumitnya mengatur pendapatan yang tidak seimbang dengan harga-harga barang kebutuhan di luar,muncullah banyak skandal di kalangan orang-orang yang mendapat kepercayaan rakyat untuk memimpin negeri ini.. bukan hanya skandal untuk mendapatkan kedudukan & uang yang notabene ‘uang hitam’.. tetapi juga kerusakan moral pemimpin yang seharusnya tidak pantas dilakukan oleh yang namanya wakil rakyat.Rakyat dicekoki berbagai berita kebejatan akhlak orang-orang di kursi kepercayaan,padahal seharusnya mereka menjadi panutan.. mengemban amanah orang banyak akan tetapi malah mencoreng-moreng diri sendiri,negara indonesia bahkan agama Islam.

Kemudian disusul tindakan kasar yang dilakukan ormas Islam terhadap saudaranya sendiri,Naudzubillah.. saudara menghina saudara,saudara menganiaya saudara. Apa ini namanya? sudah tidak ada lagi kebersamaan, kasih sayang kah?
Boro-boro mau syiar, menunjukkan indahnya, bagusnya islam kepada yang belum islam.. Terhadap saudara sesama Islam saja sudah tidak ada rasa mencintai.. bagaimana mau merangkul orang lain yang belum Islam untuk mencintai Islam.

Seluruh dunia bertanya, seperti itukah Islam? identik dengan kekerasan? identik dengan perkataan kasar yang saling melempar tudingan menjadi fitnah satu sama lainnya? Jujur saya hanya bisa bersedih ketika mengingat ini semua. Islam yang artinya selamat seolah tidak ada tanda-tandanya. Mirisnya sedikit sekali yang sadar,perbedaan adalah fitrah, permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan saling adu otot, adu argumentasi, saling lempar pernyataan mematikan lewat media,semua pihak menonjolkan kepandaiannya bersiasat , memutarbalikkan fakta untuk membela kepentingannya. Jika sudah demikian siapa korbannya? ujung-ujungnya adalah keluarga sendiri.. istri dan anak-anak ikut menanggung beban moral karena tingkah polah ayah-ayah yang seharusnya menjadi imam mereka, menjadi panutan, melindungi, menjaga dan memberi ketentraman dalam keluarga.. raib! ditelan persoalan yang sesungguhnya bisa diselesaikan secara baik-baik, tidak dengan jalan mendzalimi orang lain.

Marilah..Jangan menuding aliran ini sesat,aliran itu sesat,jangan katakan aliran sayalah yang benar..
Hanya Allah Yang Maha Tahu mana yang benar,mana yang salah.. termasuk vonis benar/sesat.
Kita semua sedang dalam perjalanan ikhtiar mencari jalan yang lurus agar bisa mendapat ridhoNya, mendapat rahmatNya baik di dunia maupun di akherat. Apakah kita akan mendapat ridhoNya dengan menghujat ‘itu sesat’? dengan menyerang,menghakimi orang-orang yang dianggap sesat?

Allah saja Ar-Rahman & Ar-Rahim…
mari kita renungkan,ketika manusia khilaf.. melakukan sebuah dosa, apakah dengan serta merta Allah mengambil nyawa orang tsb? Tidak bukan?
Allah beri peringatan step by step dengan kasih sayang,hingga di satu titik manusia ini akan meyadari kesalahannya. Mengapa kita manusia yang kerdil & serba terbatas ini tidak dapat mencontoh sifat mulia Allah tsb? Kita memang tidak akan pernah bisa menjadi Ar-Rahman sesempurna asma Allah tsb, tetapi setidaknya kita mampu berpikir untuk mencontoh sifat pengasih & penyayang tsb kita buktikan pada sesama dalam kehidupan di dunia ini?

Harusnya kita malu.. yang suka koar-koar kasar.. memprovokasi kesana-kemari, Andai Allah Ya Latif yang Maha Lembut, membungkam mulut kita sehingga tidak mampu bersuara, mau apa kita? semua itu bukan hal yang sulit bagi Allah. Jika Dia sudah berkehendak, tidak ada satu makhlukpun yang bisa mencegahNya. Demikian pula sebaliknya, walaupun seluruh dunia ini menghunus pedang untuk membasmi segala hal yang disebut ‘sesat’ jika Allah belum berkehendak mengakhiri segalanya..tidak akan ada yang bergeming.

Yang namanya sesat bukan hanya sebagian aliran Islam yang anarkis, orang Islam yang tahu korupsi itu salah dan dosa tetapi masih dilakukan juga,apakah ini tidak sesat? berjuta-juta pencuri,penodong,perampok,pemerkosa,tukang madat,psk apakah ini tidak sesat? Kita sendiri yang mengaku Islam,sudah tahu jika shalat dan zakat wajib ditunaikan,kemudian kita meninggalkannya.. apakah ini juga bukan sesat?

Marilah kita semua memulai introspeksi diri,terus memperbaiki kehidupan dan akhlak kita,sedikit demi sedikit tetapi tiap hari ada perbaikan.Jangan sibuk menuding orang lain salah tapi diri sendiri juga melakukan kesalahan. Bukan hanya ketegasan membasmi aliran sesat yang diperlukan saat ini akan tetapi Dokter Akhlaq yang dengan ikhlas mau membantu berjuta-juta orang yang sesat,nyaris sesat atau bahkan tidak tau sesat atau benar… yang akan membantu tahap demi tahap seseorang menemukan titik kesadarannya. Karena sungguh merugi jika seseorang meninggalkan dunia ini masih belum menemukan jalan yang lurus, jalan yang mendapat ridho Allah Azza wa Jalla.

Banyak sekali penyakit hati yang memerlukan perhatian Dokter Akhlaq, perlu disembuhkan,dicegah agar tidak semakin mewabah..
Bukan hanya kerjasama antara pemilik penyakit dan dokternya,namun support dari orang-orang yang telah sembuh atau dalam jalan menuju keridhoan Allah akan mampu mengurangi bahkan menyembuhkan penyakit mewabah yang saat ini tengah melanda rakyat Indonesia dan umat Islam khususnya.

Ya Shobur,Ya Latif..
Ajarilah kami untuk bersabar menerima segala takdirMu
Ajarilah kami sanggup mengendalikan nafsu amarah
Yang setiap saat membuat orang lain murka
Ya Allah kami ini rentan disulut bisikan setan
Mudah sekali jatuh ke dalam kedzaliman..
Namun kasih sayangMu tidak berkurang sedikitpun..
Mudahan-mudahan sisa waktu yang masih kami miliki di dunia,
Bisa menjadikan kami taat padaMu,mencintaiMu dan berserah diri sepenuhnya kepadaMu.
Amin Ya Allah..


Responses

  1. semoga akhlatul kharimah milik kita semua
    amin

  2. Kita selalu dicoba dan diuji semoga ujian dan cobaan itu bisa diselesaikan dengan baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: