Oleh: nirvana2005 | Juli 11, 2008

Tuntunan Sutradara

dalam setiap tayangan televisi maupun film banyak terjadi adegan adegan yang sebenarnya tidak menggambarkan kehidupan asli yang pemain atau artis. sang pemain banyak dituntut untuk dapat memerankan sebagai orang lain sesuai tuntutan skenario atau tuntutan sutradara. karena sudah terikat kontrak atau ikatan dengan sang sutradara atau produktion.

barbagai tuntutan adegan dijalanin tanpa hambatan, misalnya sang artis bukan perokok, tapi dalam tuntutan sutradara, sang artis harus bisa merokok. maka sang artis berjuang untuk belajar merokok sehingga terlihat mahir dalam merokok saat akting. walaupun hal ini melawan atau bertentangan dengan kehidupannya, tutuntutan sutradara ini harus dapat dipenuhi. contoh lain misalnya saat sang artis yang biasa berdandan dengan pakaian minimalis harus menggunakan pakaian yang serba tertutup atau busanan muslim. atas tuntutan sutradara pula sang artis bisa menggunakan pakaian yang serba tertutup, walau pun setelah acara syuting selesai mereka kembali menggunakan pakaian yang alakadarnya. ini semua karena tuntutan sutradara yang harus dipenuhi.

jadi intinya untuk terus dapat bertahan tampil di media, sang artis harus dapat melakoni atau memerankan semua tuntutan sutradara, disuruh jungkir balik, nurut. disuruh guling guling nurut, disuruh seperti orang gila nurut, disuruh apa aja harus diturutin. asal tidak keluar dari norma aja semua tuntutan sutradara harus diturutin.

tahukan kita siapa sutradara dijagad raya ini ???
yang menciptakan kita didunia….
yang menciptakan langit dan bumi dan seisinya..
yang menggerakkan siang dan malam..
yang bisa membuat kita bahagia dan sedih..
yang bisa membuat kita tertawa dan menangis (menangis beneran lho)..
yang memberikan kita rizki..
yang memberikan kita penghidupan..
yang memberikan kita iman dan taqwa..

Allah-lah sutradara di alam semesta ini, dengan kebesarannya, dengan kekuasaannya, dengan kekayaannya, dengan kebijaksanaannya, dengan kelembutannya, dengan ke-esa-annya, dengan keadilannya, tidak ada didunia ini yang luput dari aturan main dan tuntutan skenario yang telah di susun oleh Allah azza wa jalla. Allah telah mengatur panggung sandiwara ini, Allah telah mengatur peran dengan menciptakan manusia, menciptakan binatang, menciptakan jin dan malaikat. dan Allah telah membagi peran masing masing sesuai dengan porsi mereka, tidak ada yang tumpang tindih atau berebut peran. hanya saja diantara masing masing peran terjadi saling mempengaruhi sehingga kadang terjadi penyimpangan penyimpangan dalam adegan adegan atau skenario.

tapi manusia memang makluk yang paling tidak sopan, seharusnya setiap tuntutan skenario harus dipenuhi??? bahkan tuntutan sutradara harus dilaksanakan, dipatuhi, kalo gak bisa ya.. dipelajari dulu, baru dijalankan. ini tuntutan sutradara lho…

misalnya dalam skenario Allah meminta kita sebagai orang muslim dituntut sutradara untuk menjalankan sholat 5 waktu. ternyata dalam adegan yang terjadi kita dipengaruhi oleh yang pemeran lain yaitu setan yang mengajak kita untuk tidak melaksanakan sholat. sutradara melihat kita tidak melaksanakan tuntutan skenario, apajadinya dengan sang sutradara…. tentu akan marah, marah besar. jika kita masih tidak bisa memenuhi tuntutan skenario tentu kita akan diputuskan kontraknya, tentu kita akan dilaknat dan kita akan dijerumuskan di tempat yang tidak kita inginkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan skenario sutradara. tetapi bila ternyata kita bisa memperbaiki peran kita dan dapat membuat sutradara kembali tersenyum, maka sang sutradara akan mengangkat derajat kita lebih tinggi lagi. mengabulkan tuntutan kita. insya allah.
Masih setiakah kita dengan tuntutan sutradara alam ini…..?

bila ada kesamaan nama, tokoh dan kejadian mohon diiklaskan. dalam kehidupan ini tidak ada yang fiktif, semua nyata. hanya kenyataan yang sengaja dibuat fiktif.


Responses

  1. assalamualaikum,
    sebelum saya mohon maaf,jika kurang berkenan,sebenarnya Alloh tidak pernah menuntut hambaNya karena Alloh itu Arrahman dan Arrahim maka Alloh memberikan tuntunan,dikarenakan Alloh tahu kecenderungan manusia itu mengikuti hawa nafsu.alloh itu nggak butuh dengan kita tetapi sebaliknya kita yang butuh akan Alloh.gimana kalo judulnya diganti tuntunan sutradara.

  2. Benar mas Jay..
    bahkan Allah memberi kebebasan pd manusia utk memilih,Al-Quran pun telah menerangkan telah jelas antara yg hak & bathil.
    Mgkn penulis memakai judul Tuntutan krn dimisalkan dg seorang sutradara film..ya kita maklum aja.
    Yg pasti Allah telah menetapkan takdir utk kita,bukan menuntut kita..

  3. sebenarnya kalo mau kita berpikir lagi diibaratkan memberi sesuatu Alloh memberi kita ayam kalo mau ambil dagingnya buang yang nggak bermanfaat

  4. iya bener juga pak jay
    kalo dilihat dari segi agama memang Allah lebih mengarahkan kita melalui tuntunannya, Al quran.
    dan dari segi bahasa emang lebih enak didengar kalo judul “tuntutan sutradara” dirubah menjadi “tuntunan sutradara”
    terima kasih koreksinya pak jay…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: