Oleh: nirvana2005 | Juli 20, 2008

Sholat koq Keji

sholat menghindarkan dari perbuatan keji? benarkah?

kebanyakan diantara kita melaksanakan sholat tapi kok masih berbuat maksiat, orang yang sudah taat sholat kok masih marah marah, katanya rajin sholat masih doyan korupsi, sudah ahli sholat kok masih tidak tau buat apa sholatnya……
waktu sholat ya sholat, setelah itu ya terserah…
seperti itukah gambaran kita….

jangan seperti orang berangkat haji abu abu, sebelum berangkat sudah dipersiapkan semua keperluan, semua orang dipamitin, sepulang haji seperti orang yang paling alim, tapi 5 bulan kemudian luntur semua, hanya panggilannya aja yang masih melekat.

sering kita dengarkan atau kita baca ayat yang satu ini

Al Ankabuut (Qs 29:45)
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).

apakah benar dengan sholat saja bisa menghindarkan kita dari perbuatan keji, apakah benar hanya dengan sholat saja kita dijamin tidak akan melakukan perbuatan mungkar ?. tidak ada jaminan.
kita baca seribu kalipun ayat diatas tidak ada jaminan merubah perbuatan kita, kenapa ? karena hanya lisan yang bicara, hanya logika yang berkata.

semua itu tergantung seperti apa sholat yang kita lakukan, bagai mana kita mengenal sholat, bagai mana kita melaksanakan sholat, untuk siapa kita persembahkan sholat ini dan bersama siapa kita melaksanakan sholat ini. sudah banyak artikel yang mengulas untuk mengenal sholat, akan tetapi seolah olah masih mengambang…hanya rutinitas…setelah sholat.. ya kembali ke urusan dunia lagi..kembali berbuat ….kembali marah marah, kembali memukul orang, kembali membenci orang, kembali mengkafirkan orang. padahal siapa yang kafir sebenarnya… orang kafir teriak kafir ?.
sebelum teriak kafir sebaiknya kita hilangkan terlebih dahulu kekafiran yang melekat pada diri kita, sifat sifat kekafiran yang tersembunyi dibalik jiwa ini. kita jauhkan jiwa dan pikiran kita dari sumber sumber dosa, yaitu : iri dan dengki, sombong, dan serakah. mungkin kita tidak merasa sombong, tetapi orang lain melihat kita sebagai orang yang sombong, mungkin kita tidak merasa serakah – tapi orang lain melihat kita amat sangat serakah..

kenapa demikian ? karena sholat kita masih sholat yang ikut ikutan, ada yang bilang sholatnya, agamanya, masih warisan dari orang tua. apa yang kita ketahui tentang sholat tidak lebih dari yang di ketahui orang tua kita. apalagi yang agamanya hanya stempel ktp aja, sholatnya hanya seminggu sekali, hari jumat saja yang dua rokaat (sholat jumat). lumayan masih mau sholat, tapi bagaimana dengan kualitasnya ? tidak ada peningkatan, cuma segitu gitu ajah. seperti itulah gambaran umat islam diindonesia. waktu sholat tiba, kita dengar panggilan adzan, yang sholat di masjid paling terisi 2 shaft, tetapi kalo dengar islam dihina satu kampung keluar semua.

lalu bagaimana untuk menghindarkan dari perbuatan keji dan mungkar setelah sholat ?
jangan memotong ayat Al Ankabuut (Qs 29:45) diatas, baca lanjutannya…

“Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

kita harus menyadari apapun yang kita lakukan akan diketahui oleh Allah, apa yang kita sembunyikan akan dilihat oleh allah, apapun yang kita perbuat akan dicatat oleh malaikat secara detail dalam database Allah dan akhirnya kita akan dimintai pertanggung jawaban. dibukakan semua catatan perbuatan kita-kelakuan kita-amal amal kita. kita dipantu terus menerus selama 24 jam, selama 7 hari seminggu kita disaksikan Allah secara live.

“kita tanamkan dalam hati kita, dalam jiwa kita, dalam pikiran kita, bahwa Allah senantiasa mengawasi kita. Allah selalu melihat kita. jika Allah melihat kita berarti Allah selalu bersama kita”. tidak mudah, kita harus melatihnya setiap hari, kita harus menempa setiap waktu untuk mengingat Allah, perlu kerja keras, usaha dan niat yang lurus untuk mencapainya.

selanjutnya dengan memperbaiki sholat kita, dengan menyadari tujuan sholat, mendalami sholat dengan benar, menjalankan sholat dengan sebaik baiknya, tentu kita tahu hasil yang akan kita peroleh. kita dengan susah payah mendirikan sholat, dengan berat kita berjuang untuk sholat dengan kusyuk mencari ridlo Allah. dengan begitu kita akan merasa sayang bila sholat yang telah kita perjuangkan akan gugur hanya dengan secuil riyak, hanya dengan kemarahan, iri dan dengki, maksiat dll.

untuk itu kita kembalikan kepada niat di awal, bagaimana niat kita sebelum sholat, bagaimana niat kita setelah sholat, sudahkan kita meluruskan niat sholat kita, sudahkah kita meluruskan niat sebelum melakukan segala sesuai, sudahkan kita menyadari setiap perbuatan hanya untuk mencari ridlo Allah. apa yang akan kita lakukan tergantung pada niatnya, hasil apa yang kita peroleh tidak akan jauh dari niatnya, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.

mohon maaf bila ada kata kata yang kurang sopan atau menyinggung.


Responses

  1. i agree 100%

    regards

  2. mengapa saya masih seperti itu di dalam batin saya… kata-kata di atas memukul hati saya, sekaligus menyadarkan saya. Allah tidak pernah tidur, Maha melihat maha tahu sebelum kita berpikir berbuat berkata…lagi maha pengampun yang tiada tangan lain selalin saya cari untuk saya pegang selain tangan Kuasa-Nya.

  3. makanya,klo mau bener2 mencegah dr perbuatan keji dan mungkar hrs khusyuk sholatnya,dan amalkan di kehidupan sehari2.jgn ngomong doang kalau sudah sholat……..
    sholat yg gmna dlu.
    ikhlas nggak???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: