Oleh: bening1 | Agustus 2, 2008

Diterimakah Sholat (Ibadah) Kita?

Hingga detik ini,saya ingin mengajak smua introspeksi diri.SATU pertanyaan..
DITERIMAKAH IBADAH KITA?
sholat,zakat,sedekah,dan sgala sesuatu yang tentunya dari awal kita niatkan untuk ibadah,hanya kepada Allah SWT.

Ada beberapa sign yang dapat kita ketahui,dimana ini menjadi semacam parameter yang akan mengotori ibadah kita,yang tentunya setelah kita tahu.. kita bisa meninggalkannya.

1. Sibukkah Kita dg Aib orang lain?
Jika kita masih melakukan hal-hal yang bertujuan mengungkap aib orang lain,maka rasanya masih jauh untuk bisa dikatakan bahwa ibadah kita bisa diterima oleh Allah. Karena itu mari berbaik sangka pada orang lain dan buruk sangka hanya pada diri sendiri. Dengan maksud jika kita terus melihat diri kurang baik maka kita akan terus melakukan peningkatan kualitas baik keimanan, keilmuan, pekerjaan maupun perilaku kita sehari-hari. Lebih baik sibukkan diri dengan terus mencari kekurangan diri lantas memperbaikinya, ketimbang sibuk mencari aib orang lain. Sukakah engkau memakan daging saudara kita sendiri?

2. Niat kita seperti apa?
‘Segala sesuatu itu bergantung pada niatnya.’ Smua orang bisa sholat,namun niat bisa berbeda.. ada yang sekedar gugur gunung,ada yang ingin dikatakan taat,ada yang karena takut (dibil orang islam tp tidak sholat) dan di atas semua itu yang terbaik adalah meniatkan segala ibadah yang kita lakukan hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Sholat karena Allah bukan karena manusia, sedekah karena Allah bukan karena ingin dipuji manusia.

3. Cinta Duniakah Kita?
Dunia memang Allah berikan pada kita untuk memenuhi segala keperluan kita selama di dunia bukan untuk membuat kita mencintainya secara berlebihan ( Hubbud dunya) sehingga kita lupa tujuan utama kita, yaitu menggunakan dunia sebagai persiapan untuk hidup kita yang lebih kekal yaitu di akherat nanti.

4. Terlalu bangga terhadap diri sendiri
Ingatlah jangan terlalu membanggakan diri,karena akan menghancurkan diri sendiri. Sebab terlalu bangga membuat kita lupa,bahwa ada ada orang lain yang lebih dari kita,ada Allah yang Maha Kuasa,Maha berkehendak,Maha Mengawali skaligus Maha Mengakhiri. Jika Allah berkehendak mengakhiri kesombongan seseorang,maka tidak ada lagi yang bisa dibanggakan.

Kebahagian itu terletak di hati bukan pada kebanggaan.. karenanya jangan mencari kebanggaan tapi carilah kebahagian dunia, sekedar untuk mempersiapkan kebahagiaan yang sesungguhnya,di akherat.

5. Berbuat dzalim terus menerus
Smua manusia pasti melakukan kesalahan,namun ada 2 macam,pertama..ada orang yang sadar salah namun terus melakukan dosa tsb (inilah fasik). Kedua.. ada yang salah kemudian bertaubat tidak melakukannya lagi (mukmin inilah yang dicintai Allah).Yang parah adalah kaum yang munafik, sudah salah,tidak mengaku salah dan mensiasati yang salah tampak benar,yang haram jadi halal.

6. Punya malukah kita kepada Allah?
Jika kita punya malu pada Allah & merasa sgala perbuatan kita diawasi olehNya,maka kita akan jauh dari sgala hal yang munkar. Dan insyaAllah kita akan mengusahakan segala sesuatu semaksimal mungkin yang terbaik tentunya.
Contoh 1,
ketika hendak sholat subuh,bangun tidur..apakah kita merasa cukup hanya dengan wudhu saja dengan mata yang masih merem sebelah kemudian serta merta sholat? Atau kita merasa malu,mau menghadap Allah dengan mulut yang bau,badan bau sehingga kita berusaha mandi dan menggosok gigi?
Contoh 2,
Ketika kita berdua dengan orang yang bukan muhrim kita,lantas ada perasaan seerrr…
mampukah kita malu pada Allah untuk tidak melakukan hal yang dilarang olehNya?
Contoh 3,
Ketika kita menerima ajakan untuk KKN,malukah kita terhadap Allah?
Mana yang dipilih malu terhadap Allah dan tidak menerima ajakan tsb,atau tidak punya rasa malu,tidak merasa diawasi oleh Allah sehingga kita memutuskan melakukan maksiat?

Sebaik-baik apapun rupa manusia,prestasi,jabatan manusia.. semua manusia dalam keadaan merugi.Kecuali yang beriman dan saling mengajak dalam kebaikan dan menasehati dalam kesabaran. (Qs.103:1-3)

Smoga kita smua yang telah mengetahui hal-hal yang merusak ibadah kita di atas bisa menjaga hati & perbuatan kita dari yang demikian,dengan begitu hanya pada Allah kita kembalikan segalaNya, hanya pada Allah kita berharap, bahwa Allah akan menerima sholat & semua ibadah kita, insyaAllah,Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: