Oleh: nirvana2005 | Agustus 15, 2008

Menjelang Ramadhan

bulan ramadhan telah datang, persiapan apa yang telah kita lakukan untuk menyambut bulan yang penuh hikmah, bulan yang penuh barokah ini. masihkah kita sama seperti tahun tahun kemaren, atau kah ada peningkatan atau semakin bertambah banyak kemundurannya.

dalam bulan ramadhan atau bulan puasa kita diuji untuk menahan lapar, menahan haus, menahan nafsu, dan menahan semua panca indera yang dapat memicu munculnya nafsu. kita juga dituntut untuk meningkatkan ibadah kita, yang sholatnya masih bolong bolong segera ditutup semua, yang udah baik ditambahkan dengan sholat sunnah, sholat malam atau tahajut.

tapi kenyataannya setelah bulan puasa selesai banyak diantara kita yang terlihat perutnya masih buncit atau tambah buncit, badannya masih banyak tertimbun lemak. itu karena ibadahnya puasanya hanya untuk menahan lapar aja, puasanya hanya siang, waktu balas dendam telah datang saat mendengar adzan magrib buru melahap semua makan yang ada. , seperti kita gak makan 3 hari. keenakan makan lupa sama sholat magribnya, abis makan enak, perut kenyang, santapan udah abis, akhirnya gak bisa berdiri, kekenyangan, sehingga menimbulkan rasasakit untuk bergerak, pikir pikir istirahat. sebentar kemudian muncul penyakit lain, penyakit ngantuknya kambuh, akhirnya gak sholat isyak atau taraweh, bangun bangun pas saur. kita awalnya niat ingin ibadah puasa untuk meningkatkan iman, ibadah, menambal lobang lobang yang selama ini muncul, jadi sia sia. ujian lainnya datang pada waktu sore, yang dipikirin hanya makan untuk berbuka, nanti makan yang mana dulu, nanti minum es apa, lauknya apa, makan dimana. kalo boleh dinilai puasa yang seperti itu udah batal, gak ada gunanya puasa kalo hanya untuk mikirin makanan. bukannya lebih baik mikirin yang menciptakan semua ini, mirikin bekal ibadah kita, syukur syukur mau meluangkan waktu untuk dzikir, ingat Allah.


Responses

  1. Mungkin bukan cuma ritual dalam bulan Ramadhan saja yang kita tingkatkan tapi juga menjaga kebersihan hati. Bersih dari segala kesedihan, kegundahan, keputus-asaan, kegembiraan yg berlebihan, nafsu, prasangka buruk, iri, dengki dan semua sifat-sifat hati yang membuat kita jauh dari-Nya. Agak susah memang tapi itu semua bisa dicapai asal kita terus berlatih terutama di bulan Ramadhan ini. Semoga Allah membukakan pintu hidayah-Nya kepada kita. Amin

  2. terima kasih telah melengkapi tulisan diatas, kadang dikepala banyak yang ingin diungkapkan akan tetapi sulit untuk menuangkan dalam tulisan. mudah mudahan dengan penambahan komentar diatas dapat melengkapi kekurangan kami.

  3. Mak numpang tanya apa lailatul kodar? itu terus gmn cr mengetahuinya? bgmn mendapatkannya? Apasaja yg harus dilakukan agar lailatul kodar itu tidak pergi dr peluankita?

    • saya rasa mas yanto lebih tau banyak dari pada saya, dan tentu juga pemahamannya. tapi buat yang lain menjadi lebih penting bila bisa mengetahuinya. malam lailatul kodar adalah malam seribu bulan, dimana setiap amal ibadah yg kita kerjakan pahalanya sama dengan kita melakukan ibadah selama seribu bulan. tanda tandanya menurut beberapa buku adalah langit bersinar terang, bertabur bintang, dan daun daun menunduk/ bersujud kepada allah swt. lailatul kodar terjadi pada 10 hari terakhir dibulan ramadhon, beberapa pendapat mengacu pada malam hari ganjil, akan tetapi sering kita mendapati permulaan bulan ramadhan selalu berbeda antara beberapa aliran, maka sebaiknya pada 10 hari terakhir kita memaksimalkan ibadah kita, baik, puasa,sholat malam, amal jariyah dan memperbaiki kualitas, keiklasan dalam ibadah kita. akan tetapi alangkah baiknya bila kita menganggap bahwa setiap hari adalah malam lailatul qodar, agar supaya setiap hari kita beribadah dengan sebaik baiknya, baik sholat wajib, sholat sunnah, amal jariyah dan hubungan dengan makluk lainnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: