Oleh: bening1 | November 4, 2008

Fitri

Pantaskah kita dikatakan sebagai pemenang setelah apa yang kita kerjakan di bulan suci ramadhan

Setelah sebulan kita berpuasa selama sebulan penuh tiba hari dimana seluruh kaum muslimin seantero jagad raya ini merayakan hari yang dinanti –nanti ,kita rayakan hari raya idul fitri.Namun sudah pantaskah kita merayakannya,marilah kita lakukan instropeksi atas apa yang sudah kita kerjakan selama bulan ramadhan,kita diajarkan bahkan kita ditempah untuk mengendalikan diri kita dan hawa nafsu kita dengan tujuan peningkatan ketakwaan kita dan keimanan kita kepada Alloh.tapi yang terjadi justru malah sebaliknya dibulan ramadhan porsi makan justru meningkat bukan hanya secara kuantitas tetapi juga kualitas yang cenderung kepada arah pemborosan,diluar bulan Ramadhan kita biasanya cukup dengan satu tipe lauk tapi justru dibulan ramadhan semua jadi bertambah bahkan terkesan seperti balas dendam.Kita seperti takut bahwa berpuasa justru membuat kita tak ada tenaga untuk bekerja dan beribadah yang kita takuti ini justru bertentangan dengan sabda rasululloh ‘shoumu tashihu” berpuasalah agar kalian sehat,kita seakan ragu dengan ucapan beliau.Dan tujuann daripada puasa itu sendiri tak pernah terwujud,bertambahkah rasa solidaritas kita kepada fakir miskin,ataukah sudah sanggup kita menundukkan nafsu.

Saat malam terakhir dan takbir dikumandangkan sebagai tanda kemenangan bagi orang yang telah menjalankan puasa,jalanan penuh dengan orang-orang yang mengumandangkan takbir ribuan orang turun kejalan dari anak anak sampai orang tua,namun rasa hati menangis tatkala melihat mereka yang bertakbir seperti kaum jahiliyah menyembah tuhannya mereka menari sambil menabuh beduk ,bahkan ada yang bertelanjang dada,bukankah takbir itu untuk memuliakan Alloh yang harusnya diiringi rasa khusyu’,khudu,dan tawadhu’,apakah sedemkian rendahnya Alloh dimata kita padahal rizki yang kita makan,nikmati,helaan nafas denyut nadi semua itu milik Alloh,Seharusnya kita menangis meratapi apa yang telah kita kerjakan kita bertakbir tapi bukan untuk mengagungkan Alloh tapi menghina Alloh,Para Ulama’ yang seharusnya memberi contoh bagaimana adab memuji Alloh seolah ikut hanyut dengan apa mereka kerjakan,dimanakah para pemimpin umat saat itu,mereka yang katanya pewaris nabi saat melihat Takbir didengungkan dengan kondisi tiada rasa takut kepada Alloh ataukah sudah menjadi kebiasaan kesalahan yang sudah lumrah hingga dianggap hal yang wajar.sudah mampukah kita membendung azab Alloh hingga kita berani melakukan hal yang demikian.

Yang sangat disayangkan saat diadakannya takbir keliling banyak uang dihamburkan secara mubadzir,saat saya coba ngikuti satu putaran ternyata tangki bahan bakar yang terisi penuh tinggal separo kalau disetarakan dengan uang kurang lebih Rp 10.000,-, jika rata rata dari total ± 1500 kendaraan bermotor yang mengikuti takbir keliling dibatam memakai kurang lebih Rp.20.000,- untuk bahan bakar maka untuk dibatam saja Rp.300.000.000,- dibuang percuma,bagaimana dengan didaerah lainnya yang jumlah pendudduk muslim lebih banyak kalau dikumpulkan satu Negara ini,berapa ratus miliar uang yang dihamburkan,padahal kita ini masih dibilang Negara miskin,seandainya kita berpikir lebih jauh bagaimana dengan saudara yang masih fakir,yang tidak mampu menyekolahkan anak mereka sampai pada tingkat yang lebih tinggi,berapa ribu generasi muslim yang bisa kita selamatkan dari kebodohan,marilah dibulan yang fitri ini kita instropeksi keimanan kita,bukankah pemborosan itu perbuatan syetan laknatullah bahkan digolaongkan oleh Alloh sebagai kawan syetan.

Kenapa lebaran selalu identik dengan baju baru atau dengan segala hal yang baru?bukan kita tahu bahwa makna baru disini adalah pada pembaharuan diri kearah kesucian hati dari sesuatu selain Alloh.tapikita begitu percaya diri seolah-olah setelah keluar ramadhan kita benar benar dalam keadaan suci tanpa dosa,coba tengok diri anda apakah sudah pantas untuk dikatakan bersih dari dosa,Padahal kata Rasulloh seorang mukmin itu jika ditimbang antara rasa takut dan pengharapannya kepada Alloh adalah seimbang,kita sudah lupa bahwa puasa itu untuk mengajarkan kepada kita untuk menahan dan menundukkan nafsu akan tetapi sudahkah itu kita lakukan dan sudahkah kita wujudkan dalam kehidupan sosial kita.baju baru itu hanya untuk membri semangat kepada anak-anak yang baru mulai belajar berpuasa hal ini dilakukan oleh ulama zaman dulu.tapi kita telah salah mengartikan atau boleh dikatakan kita hanya meniru tanpa tahu kenapa itu dkerjakan,bukankah itu pola pikir anak anak.dengan apa yang kita contoh itu telah meninmbulkan kecemburuan sosial dan meningkatkan kriminalitas jadi tidaklah salah jika gubernur Jakarta fauzi bowo mengatakan kalau bulan ramadhan angka kriminalitas meningkat,apakah itu suatu kemenangan.

Begitu malam idul fitri banyak bertabur maksiat seakan membuktikan kebenaran sabda Rasululloh bahwa syetan yang diikat pada bulan ramaadhan dilepas di malam usai ramadhan, saya pribadi memandang sesuatu yng tidak harusnya terjadi banyak muda mudi melakukan takbir sendiri dan nggak tanggung tanggung berjajar berkelompok melakukan takbir yang bukan mengagungkan asma Alloh tetapi tabrak bibir (takbir) nggak Cuma bibir atas bahkan ada yang melakukannya sampai bibir bawah,bukankah ini salah satu tanda kiamat yang sudah dekat karena diantara tanda kiamat adalah merajalelanya perzinaan yang tiada orang peduli lagi,adanya hadits qudsi yang mengatakan bahwa kiamat tidak akan terjadi jika masih ada orang mengatakan kalimat tauhid hal ini harus kits cermati secara seksama apakah cukup dimulut atau diharus pembuktian dengan langkah perbuatan,sekali lagi kita koreksi diri kita sudah kita mampu mewujudkan hasil gemblengan dibulan ramadhan sampai kebulan ramadhan berikutnya hingga tercapai manusia muttaqin yang ihsan dapat terwujud,marilah kita kembali kepada kefitrahaan kita yaitu menghamba kepada Alloh.Demi terwujudnya dan tegaknya tauhid dan khilafah yang menjadi dambaan umat Islam.

Dari Moch.Djaelani – Batam


Responses

  1. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah. Salam!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: