Oleh: bening1 | Desember 2, 2008

Haji satu kali seumur hidup

dakwatuna.com – Syaikh Dr. Yusuf Al Qardhawi menegaskan bahwa ibadah haji adalah bagian ibadah unik dan berbeda, karena merupakan ibadah fisik dan harta sekaligus. Shalat dan shaum adalah dua ibadah fisik. Sedangkan zakat merupakan ibadah harta. Ibadah haji menggabungkan dua hal tersebut. Karena manusia yang berangkat ibadah haji pasti mencurahkan kekuatan fisiknya dan mempersiapkan hartanya, karena orang yang menunaikan ibadah haji pada dasarnya sedang melaksanakan ibadah safar dan rihlah yang pasti membutuhkan biaya-biaya.

Karena itu, kami melihat bahwa haji adalah kewajiban yang disebutkan Allah swt. bagi orang yang mampu.

Beliau dalam fatwanya yang dilansir situs resmi pribadi beliau, “Bahwa setiap manusia mampu untuk melaksanakan sholat dan shaum, dan tidak setiap orang mampu berangkat ke tanah suci. Karena itu, bentuk kasih sayang Allah swt. mewajibkan ibadah haji sekali seumur hidup, Allah swt. tidak memberi beban di luar kemampuan hamba-Nya, tidak menghendaki kesulitan. Allah swt menghendaki kemudahan. Pembebanan dalam Islam sesuai kemampuan.”

“Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.” Al Baqarah: 286.

Karena itu, ketika Rasulullah saw bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan kalian melaksanakan ibadah haji, maka berhajilah.” Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah pelaksanaannya setiap tahun wahai Rasulullah.?” Rasulullah tidak menjawab, sampai pertanyaan diulang tiga kali, baru Rasulullah menjawab: “Seandainya saya menjawab ya, pasti haji menjadi kewajiban setiap tahun sekali, dan kalian tidak mampu melaksanakan.”

Boleh jadi, tidak bisa seseorang melaksanakan haji setiap tahun. Maka Allah swt. menghendaki melaksanakan ibadah haji sekali seumur hidup. Ini bentuk kemudahan dan kasih sayang Allah swt kepada hamba-Nya.

Beliau menambahkan bahwa Allah swt. tidak membebani pelaksanaan ibadah haji kecuali bagi mereka yang “mampu melaksanakannya”. Arti mampu melaksanakan adalah sebagaimana yang disebutkan hadits-hadits yang saling menguatkan adalah: memiliki perbekalan selama melaksanakan haji, sarana transportasi baik lewat jalur, darat, laut atau udara, sehat badan, dan perjalanan yang aman.

Satu lagi beliau menambahkan, yaitu adanya kuota tertentu sesuai jumlah penduduk suatu negara. Sekarang, negara tertentu hanya mendapatkan jatah kuota tertentu, karena proses ibadah haji sangat sesak dan jumlah yang berangkat haji sangat banyak, lebih dari tiga juta. Semua negara harus mematuhi kuota ini, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa karena terlalu banyaknya oranng yang melaksanakan ibadah haji, sedangkan tempat-tempat penunaian manasik haji terbatas. Sehingga harus sesuai dengan ketentuan kuota yang telah disepakati. Allahu a’lam

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/al-qaradhawi-haji-sekali-seumur-hidup-kenapa/


Responses

  1. Ass Mbak bening sehat ya ————

    Kehajiban haji seperti yang mbak utarakan benar, apalagi apa yang dijawab oleh Rosullallah saw kepada sahabatnya tentang kewajiban haji, beliau berkata “ Seandainya saya menjawab ya, pasti haji menjadi kewajiban setiap tahun sekali, dan kalian tidak mampu melaksanakan.”, karena didalam Al Baqarah: 286, Allah berfirman “Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.”, telah diperhitungkan oleh gusti Allah mulai dari Nabi Muhammad saw semasa hidup hingga sekarang kondisinya dan sampai akhir jaman.

    Dimana Haji merupakan rukun islam, dan itu merupakan hukum syariat, merupakan ketaatan kita sebagai umat Rosullallah saw terhadap kenabian terdahulu terutama nabi Ibrahim as karena unsur mendidik 2 anak – anaknya, dijadikan sebagai contoh oleh Rosullah saw sebagai
    acuan untuk beribadah bagi umatnya.

    Jangan dilupakan bahwa kehajian secara hakekat adalah siraturohim, baik kepada hal yang real maupun yang non real, apabila kita melihat kebelakang, bahwa adat istiadat kita sudah berjalan telah lama, dan menjadi tradisi dimana sama halnya kita berziaroh ke makam, hanya tatacara kehajian diatur tatacara nya secara syariat yang sekarang dikembangkan oleh umat melalui kemudahan – kemudahan dalam pelaksanaannya.

    Apabila kita melaksanakan kehajian rukun, yang terpenting pertama adalah niat semata-mata karena Allah, bukan karena umat ! apabila ingin menjadi haji yang mabrur, bukan menuntut performence publik dikalangan umat islam wallahhualam, sedih apabila kita disiksa karena amal ibadah kita itulah hukum Allah dan masalah materi, ini yang lebih terpenting karena apabila didapat dengan tidak halal, menurut kacamata Nabiallah Muhammad saw dan Nabiallah Ibrahim as tidak akan bertemu secara Ghob apabila basic tingkatan ilmu islam kita sudah dapat bersiraturamim dikalangan dalam, karena ada bagian dari satu ayat dimana dikatakan ” Innalakuklanjalala ” saya tidak perlu jabarkan ini merupakan hal yang berisapat ghob.

    Jadi kehajian rukun merupakan bagian kehajian bathin, karena kehajian lahir bersipat pelengkap dan hanya untuk menyempurnakan rukunnya, dan tidak ada yang mengetahui kapan seorang kehajiannya mabrur atau tidak Wallahhuallam, apabila umat Nabiallah saw dapat melaksanakan kehajian bathin, Rosullah saw tidak sedih seperti beliau pulang miraj, dan menghampiri para penghuni yang ada di sana.

    Mbak bening, teruskan siar islam, perlu dilakukan konsolidasi dengan orang yang ahlul hakekat agar mengena materi luar dan dalam, kun fa yakun Allah bersamamu, saya akan uraiakan secara mendalam, mengingat ini merupakan bagian kecil dari tulisan buku saya, yang saya khususkan untuk istri dan anak-anak saya, agar akhir dari kehidupan saya berharap dapat berdambingan dan mengikuti rombongan Rosullallah saw ———————-

    Salam hangat untuk teman-teman dibelakang , mudah2an diberikan dan dibukakan ilmu yang lebih, agar dapat diibadahkan

    Wass,
    Syechjagad


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: