Oleh: nirvana2005 | Februari 10, 2009

Orientasi Surga dan Neraka

apakah orientasi hidup, ibadah dan amal kita hanya untuk mengejar surga atau neraka?..
mudah mudahan tidak, orientasi kita sebaiknya untuk mencari ridlo allah swt. dan berbuat sebaik baiknya menurut alquran dan hadist.

kenapa demikian?, karena apa yang kita bayangkan tentang surga dan neraka adalah menurut akal kita, logika pemikiran kita. padahal surga dan neraka jauh diluar nalar kita. seperti kita waktu masih dalam alam kandungan, apakah kita membayangkan akan hidup didunia seperti ini? dan apakah kita juga inget apa yang terjadi selama didalam alam kandungan.

berikut adalah penalaran menurut logika saya :

didalam kehidupan setalah mati, kita berada dalam alam arwah, bukan jasad, maka dari itu kita tidak memerlukan lagi yang namanya makan, minum, pakaian, dan segala kebutuhan yang ada didunia, termasuk nafsu dan amarah. karena kita telah meninggalkan jasad kita di alam kubur dan kita tidak memerlukan energi untuk bergerak dan berjalan. didalam surga digambarkan mengalir sungai sungai dengan air susu, emang bisa dibenarkan karena allah maha kuasa, apapun bisa disediakan oleh allah swt. bisa terjadi, tetapi kita sudah tidak membutuhkannya lagi, auranya udah lain, bukan nafsu lagi. kita dilayani oleh bidadari bidadari yang selalu perawan, sekali lagi kita kan udah gak punya nafsu lagi, gak ada jasad dan tidak bisa berbuat apa apa disana ( alias jangan ngeres bila membaca terjemahan seperti diatas). disediakan minuman minuman yang belum pernah ada di bumi, ingat; kita kan udah ddalam alam arwah, kita tidak perlu lagi memenuhi segala keserakahan kita akan makanan minuman yang mewah, yang mahal, yang paling enak. insya allah semua kan terasa hambar. bagaimana bentuk kaki kita, kepala kita, mata kita, tangan dan segala isi perut ini, waallahu alam .
dan kegiatan yang paling baik didalam surga adalah untuk beribadah kepada allah swt. berdzikir, pertemuan dengan sang pencipta.

untuk itu marilah kita sebagai sesama muslim untuk saling mengajak beribadah tidak semata untuk mengejar surga, tetapi untuk mencari ridlo allah swt.

kondisi neraka akan lebih terlihat nyata, seperti halnya pertemuan dengan setan, setan masih bisa merasakan panas, sakit, masih bisa teriak minta ampunan ketika dibacakan ayat ayat allah. dihari pembalasan tentunya tidak akan sama dengan ilustrasi ilustrasi yang ada dalam gambar gambar komik, tetapi bisa lebih parah dari itu kondisinya, bisa dibayangkan sendiri.

akankah kita menjadi pengikut setan?

masihkah kita beribadah karena ditakut takuti keadaan neraka ?,
subhanallah……..

allahu akbar..allahu akbar… allahu akbar.


Responses

  1. Memang sebaiknya kita beribadah bukan karena semata-mata syurga dan neraka. Tapi apa hikmah nya Allah jadikan juga syurga dan neraka? Karena itu adalah satu cara Allah mendidik manusia. Supaya manusia takut berbuat dosa dan berkorban habis-habisan agar mendapat ganjaran yang berlipat ganda di akhirat nanti, semata-mata karena Allah SWT.

    Tidaklah salah apabila kita takut akan azab Allah, takut akan dosa-dosa kita, merindui syurga yang Allah janjikan kepada hamba-hamba yang cinta dan takut kepada-Nya. Berita-gembira (Tabsyir) dan Kabar yang menakutkan (Tanzir) adalah cara mendidik manusia.

    Contoh Kabar gembira:
    Firman Allah Maksudnya: “Ada pun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka Syurga Makwa sebagai anu­gerah atas apa yang mereka kerjakan.” (As Sajadah: 19)

    Contoh Kabar yang menakutkan:
    Firman Allah Maksudnya: “Adapun orang-orang yang fasik maka tempat kembali mereka adalah Neraka. Setiap kali mereka mahu keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka: Rasakanlah azab Neraka yang dahulu kamu dustakan di dunia.” (As Sajadah: 20)

    Sayidina Umar bin Khattab pernah berkata: “Jika hanya ada satu orang saja yang masuk neraka, maka akulah orangnya”. Ini menunjukkan rasa takut Sayidina Umar akan azab Allah di hari akhirat nanti boleh membuatnya kuat beribadah dengan ALLAH SWT. Wallahualam

    http://adefadlee.wordpress.com/2009/02/16/masuklah-syurg…n-rahmat-allahmasuklah-syurga-dengan-rahmat-allah/

  2. Sang Syeikh bercerita…

    “Pada masa lalu, seorang faqir pengelana tiba di sebuah oasis di sebuah gurun di barat. Dia seorang Qalandar (Sufi pengembara yang penyendiri) yang berkelana di gurun-gurun Afrika dan Arab selama bertahun-tahun. Dia mencari-cari tempat penyendirian agar bisa mengingat Tuhannya dan merenungi misteri-misteri-Nya. Amal, iman, dan kepasrahannya kepada Tuhan membuatnya dianugerahi kedamaian jiwa. Ketulusan dan ibadahnya di jalan Cinta sangatlah mendalam, sehingga hal-hal gaib tersingkap padanya, dan ia menjadi seorang Wali, Sahabat Allah.

    Nah, faqir itu tiba di oasis pada malam hari. Ia segera merebahkan tubuhnya di bawah pohon kurma untuk beristirahat sejenak sebelum menunaikan shalat tahajud. Tapi, tanpa disadari, ada lelaki lain yang juga sedang beristirahat di dekat pohon itu.

    “Tapi lelaki itu adalah penjahat tersohor, gembong dari sekelompok penjahat yang dahulu sangat ditakuti orang. Mereka dulu suka merampok kafilah-kafilah pedagang kaya yang bepergian melalui kota-kota di pedalaman. Tapi kekejaman para penjahat itu akhirnya sampai ke telinga sultan, dan karenanya ia memerintah prajuritnya untuk memburu dan membunuh gerombolan perampok itu. Banyak anggota perampok yang tertangkap dan dipancung kepalanya. Yang lainnya meninggalkan gembong penjahat itu. Sebagian lagi mengkhianatinya karena takut dihukum mati seperti kawan-kawannya yang lain.

    “Akhirnya, pentolan penjahat itu sendirian. Hartanya ludes semua. Uangnya yang terakhir sudah habis dalam pelarian. Kini ia menjadi buronan nomor wahid. Kepalanya dihargai sangat mahal. Bahkan, mantan kawan-kawannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut hasil jarahannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut jika kemarahan Sultan menimpa diri mereka. Karena itulah penjahat ini melarikan diri berhari-hari melintasi gurun dan sampai di oasis tersebut dalam keadaan letih dan lapar. Ia duduk di bawah pohon dan merutuki nasibnya yang malang.

    “Nah, sekarang aku bertanya kepada kalian, dari dua lelaki itu, mana yang lebih agung dan mana yang lebih rendah? Siapa yang diberkahi Allah dan siapa yang dilaknat-Nya? Jangan, jangan menjawab! Kalian tak akan tahu jawabannya, sebab kalian bukan hakim mereka. Hanya Sang Penciptalah yang berhak menghakimi ciptaan-Nya.

    “Tapi, Malaikat Munkar dan Nakir, yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal, melihat keadaan dua orang itu. Kata Malaikat Munkar, “Di sini jelas tampak beda antara emas yang murni dan yang palsu. Dua orang ini sudah bisa dinilai mutu jiwanya, walau mereka belum mati. Allah akan mengangkat lelaki yang saleh dan setan akan menemani lelaki jahat itu.’

    “‘Pasti demikian,’ kata Nakir setuju. ‘Emas sejati amatlah langka. Surga amatlah luas, dan neraka penuh api yang menyala-nyala hingga ke dasarnya.’

    “Allah mendengar bersitan pikiran kedua malaikat-Nya itu. Dia lalu berbicara kepada hati dua malaikat itu: ‘Kalian telah menghakimi nasib mereka. Namun manusia akan celaka jika Aku menghakimi makhluk-Ku hanya dengan keadilan belaka. Bukankah Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Saksikanlah! Aku akan mengunjungi mereka dalam tidur dan visi mereka, agar kalian tahu kebenaran sejati dari makhluk-Ku.’

    “Lalu Allah menidurkan dua orang itu dan mengirimkan mimpi kepada si faqir dan penjahat tersebut. Qalandar yang alim itu bermimpi berada di dalam neraka, bahkan berada di dasar neraka yang paling dalam, dengan nyala api yang paling lebat dan hebat. Sedangkan pentolan penjahat itu berada di surga, berdiri bersama-sama para Wali Allah di hadapan singgasana-Nya.”

    Syeikh meletakkan cangklingnya dan meminum tehnya. Matanya mengamati wajah-wajah kami.

    “Apakah baik memasukkan orang jahat ke surga?” tanyanya. “Apakah adil memasukkan orang saleh ke neraka?”

    Tak ada yang berani menjawab.

    “Bagus!” katanya. “Membersihkan hati dari penghakiman akan membuka Jalan Cinta. Dan itulah pelajaran yang diterima oleh Malaikat Munkar dan Nakir.

    “Sebab kedua malaikat itu menyaksikan si faqir yang saleh berada di tengah-tengah neraka, dan melihat orang yang sangat baik ini berdiri telanjang dengan api membakar dagingnya. Jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa membuat telinganya sakit. Tapi lelaki itu tidak merasakan kesakitan saat api neraka membakarnya, dan ia bahkan tak terkejut ataupun takut. Ia hanya memikirkan Sang Kekasih, dan penderitaan sehebat apa pun tak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Allah. Ia lalu duduk diselimuti kobaran api yang panas dan menyesakkan. Dengan suara tenang dan keras Sufi itu mulai berzikir:

    “Laa ilaaha illallah! Laa ilaaha illallah!’

    “Api itu menyala lebih hebat saat zikirnya menggelegar. Lalu api itu meredup, dan gunung-gunung api di neraka bergetar hebat mendengar zikirnya. Jiwa-jiwa lain yang disiksa di neraka berhenti menjerit dan memasang telinga lebar-lebar, karena nama Allah selama ini tak pernah diucapkan di neraka. Kemudian semua suara lenyap kecuali zikir itu. Lelaki itu terus berzikir sampai dasar dan fondasi neraka berguncang hebat, sedangkan para penghuni lain yang terkutuk di neraka mulai mendapatkan secercah harapan untuk bebas dari azab neraka.

    “Neraka itu pasti akan runtuh berkeping-keping jika Iblis tidak muncul dan memohon kepada si faqir untuk menghentikan zikirnya. Tapi lelaki saleh itu terus saja berzikir, sebab ia sudah lama menapaki Jalan Cinta, dan kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya, entah ia dimasukkan ke dalam surga atau neraka.”

    Syeikh berhenti sejenak untuk mencecap tehnya. Ia tak memandang kami sebelum melanjutkan ceritanya.

    “Dan bagaimana nasib penjahat itu?” tanyanya setelah gelas tehnya kosong. “Gembong penjahat yang dulu begitu ditakuti, dan kemudian tersia-sia dan menderita kini mendapatkan tempat yang begitu indah.

    “Allah juga memperlihatkan keadaan penjahat itu kepada kedua malaikat-Nya. Mereka melihat penjahat itu berdiri dengan jubah panjang, gemetar di tengah-tengah penghuni surga di hadapan singgasana Allah Yang Mahakuasa. Dan Malaikat Jibril berbicara kepada lelaki itu:

    “‘Dengan rahmat dan kasih Allah, Penciptamu, perbuatan burukmu telah dimaafkan,’ katanya. ‘Kini masuklah dengan damai.’

    “Dan kini, kebenaran memasuki hati si penjahat itu. Ia amat takjub, air mata menetes dari matanya. Lalu ia menyaksikan keagungan dan keindahan Dzat Yang Maha Pengasih. Ia pun tersungkur dan menangis sejadi-jadinya.

    “Dan Allah berfirman kepadanya: ‘wahai anak cucu Adam, janganlah takut. Sebab tiada satu pun yang terperosok ke dasar tanpa bisa kuangkat kembali ke permukaan.’

    “Penjahat itu tak lagi jeri. Ia berlutut dan bersujud kepada-Nya sembari terus menangis. Air matanya mengalir tiada henti. Ia menyesali hidupnya yang kelam di masa lampau. Air matanya menjadi aliran rahmat yang tak bisa berhenti. Kaki Sang Wali yang tidur di sebelahnya basah oleh air matanya.

    “Ia akan terus menangis kalau saja visi yang dihadirkan Allah itu tidak diakhiri. Kedua lelaki itu bangun mendadak. Kemudian sang penjahat melihat si faqir. Ia mendekati faqir itu sambil masih menangis. Si faqir yang mengetahui keadaannya lalu memeluknya. Mereka berdua melakukan shalat dan berdoa bersama sampai fajar mengembang. Akhirnya, penjahat itu menjadi murid si faqir. Demikianlah…

    “Sementara itu, Malaikat Munkar dan Nakir, yang baru saja melihat setetes dari rahmat Allah yang tiada habisnya, bersujud di hadapan Tuhan. Mereka malu karena terburu-buru menghakimi. Penilaian Allah berada di luar pemahaman manusia dan malaikat.”

    *********

    Tak terasa air mata telah meleleri pipi. Tak kuasa menyaksikan ketulusan cinta sang faqir, tidak sembarang manusia yang mampu mencapai tingkatan cinta seperti itu. Keadaan seperti apa pun yang ia hadapi tidak sedikitpun memalingkan hatinya dari mengingat Sang Kekasih. Kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya. Itulah Cinta Sejati, Cinta Agung yang tak akan pernah terjangkau oleh akal pikiran.

  3. terkadang saya jadi bingung dan kurang puas dgn artikel diatas bahwa setelah masuk ke alam arwah, tiada lagi segala bentuk nafsu seperti halnya hidup dunia, tapi kenapa dijanjikan Allah berbagai kenikmatan pada alam arwah tersebut adalah kenikmatan dunia semata, contoh nafsu makan, syahwat, dll?

    di kantor saya yang kebetulan mayoritas katholik, dan ada teman yg sesama muslim melontarkan kata2.. apakah surga atau neraka itu ada? jadi sulit menjawabnya.

    kalau dikatakan intinya manusia untuk dimotivasi agar berbuat yang baik dan benar dan menjauhi perbuatan yang jahat atau katakanlah berdosa, agama manapun menuntut umatnya berbuat baik.

    ironisnya saya melihat begitu banyak tindakan seperti bom bunuh diri yang belum lama terjadi dilakukan oleh umat Islam. kenapa? apa tujuannya? dalil apa yg melekat pada orang itu hingga berbuat demikian?

    • assalamualikum.
      disini saya juga msih bingung degan artikel di atas dengan masalah surga, apa janji allah cuma kiasan, apa ada pemahaman lain yg harus kita pahamin dr firman allah tersebut???
      Sungguh kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah tidak akan dicapai oleh indera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun. Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
      “Allah berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia. (HR. Muslim no. 2824)
      klo mnurut saya hanya allah yg mengetahui, jd klo bissa jangan pernah di logikakan…

      sebelumnya jika ada kata2 yang salah mohon di maafkan

  4. bom bunuh diri itu ijtihad atau hasil pemikiran oknum belaka, masih banyak yang tidak menyepakati ttg bom bunuh diri di negeri kita ini,… tapi pada dasarnya dalam islam tiada prtumpahan darah kecuali sudah ada yang menumpahkan darah kaum muslimin, tidak ada perang jika tidak diserang, Islam memiliki Fiqh tentang Jihad… jadi kita berharap tidak terancing dengan musibah yang menimpa kaum muslimin,… karena ini adalah fitnah yang dibuat untuk kita, didukung ,, Allahua’lam

    • assalamualikum.
      saya sangat setuji dengan pendapat bu shafna.
      islam tidak mengajarkan cara membuat kehancuran.kita umat islam bukan seperti apa yang dikatakan malikat ” manusia akan saling membunuh di muka bumi ini “ketika Allah akan menciptakan manusia.
      perlu dikethui Rasullah dapat mengembangkan siar islam bukan dengan pedang tetapi dengan ahlak yang mulia.pedang dimasalah Rasullah hanya sebuah pembelan diri.
      Dan menurut pemikiran saya apa yang dilakukan oleh teroris tersebut sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang jahiliah dimasa Rasullah,semoga apa yang saya tilis tidak dilaknat Allah.

  5. saya sangat suka dengan buku ini

  6. Reblogged this on Serangga Belang 45 and commented:
    apakah orientasi hidup, ibadah dan amal kita hanya untuk mengejar surga atau neraka?..
    mudah mudahan tidak, orientasi kita sebaiknya untuk mencari ridlo allah swt. dan berbuat sebaik baiknya menurut alquran dan hadist.

    kenapa demikian?, karena apa yang kita bayangkan tentang surga dan neraka adalah menurut akal kita, logika pemikiran kita. padahal surga dan neraka jauh diluar nalar kita. seperti kita waktu masih dalam alam kandungan, apakah kita membayangkan akan hidup didunia seperti ini? dan apakah kita juga inget apa yang terjadi selama didalam alam kandungan.

    berikut adalah penalaran menurut logika saya :

    didalam kehidupan setalah mati, kita berada dalam alam arwah, bukan jasad, maka dari itu kita tidak memerlukan lagi yang namanya makan, minum, pakaian, dan segala kebutuhan yang ada didunia, termasuk nafsu dan amarah. karena kita telah meninggalkan jasad kita di alam kubur dan kita tidak memerlukan energi untuk bergerak dan berjalan. didalam surga digambarkan mengalir sungai sungai dengan air susu, emang bisa dibenarkan karena allah maha kuasa, apapun bisa disediakan oleh allah swt. bisa terjadi, tetapi kita sudah tidak membutuhkannya lagi, auranya udah lain, bukan nafsu lagi. kita dilayani oleh bidadari bidadari yang selalu perawan, sekali lagi kita kan udah gak punya nafsu lagi, gak ada jasad dan tidak bisa berbuat apa apa disana ( alias jangan ngeres bila membaca terjemahan seperti diatas). disediakan minuman minuman yang belum pernah ada di bumi, ingat; kita kan udah ddalam alam arwah, kita tidak perlu lagi memenuhi segala keserakahan kita akan makanan minuman yang mewah, yang mahal, yang paling enak. insya allah semua kan terasa hambar. bagaimana bentuk kaki kita, kepala kita, mata kita, tangan dan segala isi perut ini, waallahu alam .
    dan kegiatan yang paling baik didalam surga adalah untuk beribadah kepada allah swt. berdzikir, pertemuan dengan sang pencipta.

    untuk itu marilah kita sebagai sesama muslim untuk saling mengajak beribadah tidak semata untuk mengejar surga, tetapi untuk mencari ridlo allah swt.

    kondisi neraka akan lebih terlihat nyata, seperti halnya pertemuan dengan setan, setan masih bisa merasakan panas, sakit, masih bisa teriak minta ampunan ketika dibacakan ayat ayat allah. dihari pembalasan tentunya tidak akan sama dengan ilustrasi ilustrasi yang ada dalam gambar gambar komik, tetapi bisa lebih parah dari itu kondisinya, bisa dibayangkan sendiri.

    akankah kita menjadi pengikut setan?

    masihkah kita beribadah karena ditakut takuti keadaan neraka ?,
    subhanallah……..

    allahu akbar..allahu akbar… allahu akbar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: