Oleh: bening1 | April 27, 2009

Rem Hati ini dengan Iman

Taukah kita fungsi rem dalam kendaraan kita?, yaitu untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. lantas bagaimana bila kendaraan itu tidak ada remnya?, tentu bencana menghadang. ada orang nyebrang kita tabrak, ada bangunan ditabrak, ada sungai akhirnya njebur. itulah fungsi rem untuk menghindarkan kita dari bencana. dijalanan pun demikian, banyak rambu rambu yang memberitahukan kepada kita, kapan harus mengurangi kecepan, menginjak rem, dan berhenti.

demikian juga dengan hidup kita, banyak sekali cobaan dan godaan yang datang silih berganti. dari depan dari belakang dan bahkan datang dari diri kita sendiri. bila kita tidak pandai pandai mengendalikan diri kita, tentu bencana yang datang. baik bencana yang menimpa kita atau bencana yang diakibatkan oleh perbuatan kita. untuk itu diperlukan sebuah atau bahkan banyak rem untuk menghambat, memperlambat, atau bahkan menghentikan perbuatan kita yang bisa mengakibatkan bencana.

seumpama diri kita adalah kendaraan, maka remnya adalah Iman. keimanan yang tertancap dalam hati kitalah yang akan mengendalikan hidup. dengan melihat tanda tanda, rambu rambu dan larangan yang telah ditulisakan dalam alquran dan hadist, kita bisa tau, kapan kita harus menginjak rem, kapan memperlambat, dan kapan harus berhenti. bagai mana bila kita terlambat atau tidak mengerem diri kita sendiri? insya allah bencana akan datang, penyakit menyebar, kesulitan dan kesusahan datang silih berganti.

Rem seperti apa yang kita perlukan untuk menghentikan lajunya hidup ini?, dalam rentang usia 20 sampai 50 tahun kita masih belum bisa mengerem hidup ini?. masih menuruti hawa nafsu dan ego kita?

semua jawaban sudah ada dalam alquran

didalam alquran sudah dipasang rambu rambu peringatan, dipasang pula tanda tanda kehidupan, apa akibatnya bila kita tabrak, dan apa bula akibatnya bila kita bisa berhenti dan menghindarinya.

rem pertama adalah sholat, sholat adalah rem utama kita. dengan sholat yang khusyuk dapat mencegah diri kita dari kemungkaran dan perbuatan keji. dengan doa dan dzikir yang kita panjatkan dalam sholat, dengan mengerti arti arti bacaan, gerakan dan doa, kita merasa malu bila mempersembahkan kejelekan kita kepada allah swt. masak habis kita puji puji allah, mohon doa, mohon ampunan dalam sholat kemudian disisi lain kita sombong, keji, dan beringas. dimana posisi allah dalam hati kita, bila kita tidak pernah mengingat allah dalam keseharian, dalam tingkah laku dan perbuatan kita. sebagai umat muslim sudah seharusnya bahwa segala tingkah laku dan perbuatan kita selalu mencerminkan kehadiran dan perbuatan allah seperti yang dicontohkan oleh nabi besar Muhammad saw. seumpama sholat itu mandi, dan kita mandi sehari 5 kali seberapa bersih tubuh kita? insya allah tubuh kita akan tercium bau harum, bersih mengkilat dan tidak ada kotoran yang menempel. itulah rem kita.

rem yang kedua adalah dengan dzikir. baik dzikir qolbu atau dengan dzikir lisan, diwaktu waktu selain waktu sholat, kita isi hati ini dengan dzikir, dengan mengingat allah. bukan dzikir yang hanya komat kamit seperti baca mantra yang gak tau asal usulnya, gak tau maknanya dan atau hanya ikut ikutan saja, atau biasa disebut dzikirnya orang latah. dan dzikir itu bukan tuhan, tempat meminta minta, pengobatan, atau memperkaya. dzikir itu untuk mendekatkan diri dengan allah, sang maha pencipta yang menguasai alam semesta. dengan membaca dzikir, dan tau arti serta maknanya, insya allah bisa menghindarkan kita dari berbagai bencana. misalnya ketika kita sedang mengemudi kendaraan dijalan raya, tau sendirikan kondisi jalanan di jakarta?, kusut, saling serobot, saling senggol, motong jalur seenaknya, berhenti ditengah jalan, hati ini jadi mudah marah, cepet panas dan emosi sering terpicu dan ujung ujungnya bencana bila kita ikuti perasaan kita. dengan membaca dzikir misal😦 ya lathief = Yang maha lembut) kita seperti diingatkan, allah maha lembut, lembutkanlah hati ini yang mudah panas ini, mudah emosi. bila ada yang memotong jalan didepan kita kita kaget, bila udah terbiasa yang keluar adalah kalimat Yaa Lathief bukan isi kebun binatang. atau minimal allahu akbar. dan kita ingat artinya yang lembut. yaa allah lembutkan lah hati ini yang mudah terpancing emosi akibat ulah orang didepan saya. insya allah dengan jalan ini kita bisa selamat sampai tujuan.
bagai mana bila hati kita tidak ada remnya……. gw sok jago, mobil gw hebat, hajar aja kendaraan didepan, urusan polisi, belakangan, akibatnya bencana datang, kendaraan rusak, masuk rumahsakit, kendaraan didepanpun juga rusak. mungkin kita puas dalam sesaat, tetapi dibelakangnya setan pada tepuk tangan…..

lawan kemarahan dengan kelembutan ( Yaa Lathief)
lawan kebencian dengan kasih sayang ( Yaa rochman … Yaa Rochim)
ingatkan kesalahan dengan tegoran, dengan kalimat yang sejuk, gak perlu pake marah marah, emosi dan emosi.

semoga kita semua selalu berada dalam lindungan allah swt. amin….


Responses

  1. Allah s.w.t hanya boleh dikenal jika Dia sendiri mahu Dia dikenali. Jika Dia mahu memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka hati hamba itu akan dipersiapkan dengan mengurniakannya warid. Hati hamba diterangi dengan Nur-Nya. Tidak mungkin mencapai Allah s.w.t tanpa dorongan yang kuat dari Nur-Nya. Nur-Nya adalah kenderaan bagi hati untuk sampai ke Hadrat-Nya. Hati adalah umpama badan dan roh adalah nyawanya. Roh pula berkait dengan Allah s.w.t dan perkaitan itu dinamakan as-Sir (Rahsia). Roh menjadi nyawa kepada hati dan Sir menjadi nyawa kepada roh. Boleh juga dikatakan bahawa hakikat kepada hati adalah roh dan hakikat kepada roh adalah Sir. Sir atau Rahsia yang sampai kepada Allah s.w.t dan Sir yang masuk ke Hadrat-Nya. Sir yang mengenal Allah s.w.t. Sir adalah hakikat kepada sekalian yang maujud.
    Nur Ilahi menerangi hati, roh dan Sir. Nur Ilahi membuka bidang hakikat-hakikat. Amal dan ilmu tidak mampu menyingkap rahsia hakikat-hakikat. Nur Ilahi yang berperanan menyingkap tabir hakikat. Orang yang mengambil hakikat dari buku-buku atau dari ucapan orang lain, bukanlah hakikat sebenar yang ditemuinya, tetapi hanyalah sangkaan dan khayalan semata-mata. Jika mahu mencapai hakikat perlulah mengamalkan wirid sebagai pembersih hati. Kemudian bersabar menanti sambil terus juga berwirid. Sekiranya Allah s.w.t kehendaki warid akan didatangkan-Nya kepada hati yang asyik dengan wirid itu. Itulah kejayaan yang besar boleh dicapai oleh seseorang hamba semasa hidupnya di dunia ini.

    Alam ini pada hakikatnya adalah gelap. Alam menjadi terang kerana ada kenyataan Allah s.w.t padanya. Misalkan kita berdiri di atas puncak sebuah bukit pada waktu malam yang gelap gelita. Apa yang dapat dilihat hanyalah kegelapan. Apabila hari siang, matahari menyinarkan sinarnya, kelihatanlah tumbuh-tumbuhan dan haiwan yang menghuni bukit itu. Kewujudan di atas bukit itu menjadi nyata kerana diterangi oleh cahaya matahari. Cahaya menzahirkan kewujudan dan gelap pula membungkusnya. Jika kegelapan hanya sedikit maka kewujudan kelihatan samar. Sekiranya kegelapan itu tebal maka kewujudan tidak kelihatan lagi. Hanya cahaya yang dapat menzahirkan kewujudan, kerana cahaya dapat menghalau kegelapan. Jika cahaya matahari dapat menghalau kegelapan yang menutupi benda-benda alam yang nyata, maka cahaya Nur Ilahi pula dapat menghalau kegelapan yang menutup hakikat-hakikat yang ghaib. Mata di kepala melihat benda-benda alam dan mata hati melihat kepada hakikat-hakikat. Banyaknya benda alam yang dilihat oleh mata kerana banyaknya cermin yang membalikkan cahaya matahari, sedangkan cahaya hanya satu jenis sahaja dan datangnya dari matahari yang satu jua. Begitu juga halnya pandangan mata hati. Mata hati melihat banyaknya hakikat kerana banyaknya cermin hakikat yang membalikkan cahaya Nur Ilahi, sedangkan Nur Ilahi datangnya dari nur yang satu yang bersumberkan Zat Yang Maha Esa.
    Kegelapan yang menutupi mata hati menyebabkan hati terpisah daripada kebenaran. Hatilah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran tetapi adalah untuk mengeluarkan hati dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang bagi melihat kebenaran yang sememangnya tersedia ada, bukan mencari kebenaran baharu. Cahayalah yang menerangi atau membuka tutupan hati. Nur Ilahi adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila Nur Ilahi sudah membuka tutupan dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Bertambah terang cahaya Nur Ilahi yang diterima oleh hati bertambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersuluhkan Nur Ilahi dinamakan ilmu laduni atau ilmu yang diterima dari Allah s.w.t secara langsung. Kekuatan ilmu yang diperolehi bergantung kepada kekuatan hati menerima cahaya Nur.
    Ilahi.
    Murid yang masih pada peringkat permulaan hatinya belum cukup bersih, maka cahaya Nur Ilahi yang diperolehinya tidak begitu terang. Oleh itu ilmu laduni yang diperolehinya masih belum mencapai peringkat yang halus-halus. Pada tahap ini hati boleh mengalami kekeliruan. Kadang-kadang hati menghadap kepada yang kurang benar dengan membelakangkan yang lebih benar. Orang yang pada peringkat ini perlu mendapatkan penjelasan daripada ahli makrifat yang lebih arif. Apabila hatinya semakin bersih cahaya Nur Ilahi semakin bersinar meneranginya dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas. Lalu hatinya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki.

  2. aku sudah pernah mempraktikkan. Dan hasilnya alhamdulillah efektif. Setiap dapat musibah, aku selalu mengucapkan Yaa Rahman, Yaa Rahiim… Akupun ingat bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang pada hambanya… Sehingga Ia akan memberikan jalan keluar yang terbaik dari setiap musibah karena Ia menyayangiku.

  3. trimakasih bagus baget artikel nya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: