Oleh: bening1 | Agustus 25, 2009

Masih Puasa-kah Aku

seperti yang telah diajarkan oleh para guru guru agama kita semasa disekolah, atau diajarkan oleh ustad ustad yang mengajar ngaji kepada kita, atau munkin sering kita dengarkan di televisi atau radio atau ceramah ceramah agama.

bahwa puasa itu tidak cuma menahan lapar, tidak cuma menahan haus, tetapi juga menahan mata untuk tidak melihat yang diharamkan, menahan mulut ini agak tidak berkata yang menyakitkan, menjaga telinga kita agar tidak mendengan kalimat kalimat yang tidak bermanfaat, menjaga langkah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat yang salah. tetapi semua yang diajarkan ternyata masih ada yang kurang…..atau tidak terserap ilmunya.

misal :

saya wanita 20 th, masih puasa, tetapi masih menggunakan pakaian yang semi terbuka, baik terbuka bagian atas (dada) atau bagian bawah (rok pendek). masih puasakah dia ini, wallahualam bishowab. karena wanita ini telah memperlihatkan sebagian dari auratnya yang seharusnya tertutup, akibatnya bila ada orang lain yang dengan tidak sengaja melihat, atau terlihat, ini sudah merupakan zina mata bagi yang melihatnya padahal kita sedang berpuasa, ……

kita puasa, tetapi perilaku kita selalu memancing amarah orang lain, baik itu perbuatan konyol kita, atau emang kita sengaja. misal melempar petasan ketemen sendiri atau orang lain. hal konyol yang seru seruan, rame ramean ini dapat menyulut kemarahan orang lain, kemarahan orang disekitar kita. atau semisal kita mengendari kendaraan dengan ugal ugalan, yang kemudian dapat menyulut emosi orang. secara gak langsung perbuatan kita ini telah memancing emosi orang sekitar untuk zina mulut, zina pikiran dll.

kita masih puasa, tetapi kita asik aja mendengarkan orang ngerumpi, atau kita sendiri yang ngerumpi, itukan ghibah. ghibah atau ngomongin orang kan dilarang dalam agama, apabila ghibah ini didenger oleh orang lain disekitar kita, maka bagi yang mendengarkan juga menjadi penyebab zina telinga.

maka dari itu selain kita menghindarkan diri kita dari perbuatan zina zina lainnya, ada baiknya pula kita berpikiran untuk menghindari perbuatan kita yang mengakibatkan/ menghasilkan zina bagi orang lain, baik dibulan puasa ini atau di bulan bulan lainnya.


Responses

  1. sahrul mubarok..

  2. Tujuan puasa adalah menggapai ketaqwaan. Adalah mustahil mencapainya jika dalam perjalanan puasa melakukan hal2 yang dilarang dalam syari’at.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: