Oleh: bening1 | Agustus 27, 2009

Tips Puasa

tips puasa kali ini adalah mengatasi rasa lapar dan haus dibulan puasa atau hari puasa yang lainnya.

sering kali muncul pertanyaan: puasa kok lapar sekali, puasa kok haus yaaa….
jawabnya : ya yang namanya puasa pasti lapar dan haus….
kalo gak lapar gak haus dan panas namanya bukan puasa…gak ada tantangannya puasa.

sudah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, yang namanya puasa itu ya ibadah untuk menahan lapar dan haus, tirakat, prihatin (bahasa jawanya). kalo kita puasa dan merasa tersiksa dengan kondisi lapar dan haus, itu namanya puasa kita tidak ikhlas, tidak ridlo menjalankan puasa. berarti puasa kita selama ini karena terpaksa. karena malu pada temen, saudara, atau karena takut pada orang tua. bukankan kita itu menjalankan segala sesuatu termasuk ibadah, itu untuk mencari ridlo allah swt. jadi seharuanya kita jalankan puasa juga dengan rasa ikhlas, kita terima bahwa kenyataannya ibadah puasa ini adalah ibadah yang cukup berat. makanya allah swt. menjanjikan banyak kemudahan, banyak pahala yang berlimpah atas setiap perbuatan, setiap amal baik yang kita lakukan di kala berpuasa.
bagaimana sekarang caranya membuat ibadah puasa kita bermanfaat dan menyenangkan.

1. ujian terberat pertama adalah jam 11 siang. pada jam ini, hampir semua umat adalah waktu produktif. kita lupakan rasa dan suara diperut ini dengan bekerja, belajar atau melakukan aktivitas yang tidak berat, tetapi memerlukan konsentrasi atau penanganan yang fokus.
kita bayangkan para fakir miskin bagaimana mengatasi rasa lapar pada jam jam ini. mereka gak peduli kalo mereka lapar, mereka bekerja atau mencari uang dengan tekun untuk bisa mendapatkan sesuap nasi untuk hari ini.intinya gak usah dipikirin, kita gak bakalan mati kalo cuman nahan lapar sampai jam 12 siang.

2. periode waktu setelah sholat dhuhur relatif lebih tenang, karena badan sudah mulai adaptasi dengan kondisi perut kosong.

3. periode yang berikutnya antara jam 3.30 sampai jam 5.15. ini adalah ujian yang terberat dari puasa. waktu bergerak seperti lambat sekali, detik demi detik dilihatin, tiap menit lihat jam. dimana mana makanan, di pinggir jalan udah mulai banyak yang jualan, dirumah aroma masakan mulai tercium wanginya, nonton tv pun yang muncul iklan makanan juga. membuat perut ini menjerit semakin kuat. pikiranpun sumbang saran apa saja nanti yang mo dilahap, minumnya mau apa, takjil beli dimana…..dll. membuat perut ini semakin menjerit..

salah sendiri, puasa kok mikirin makanan, yang dilihatin makanan mulu. ganti arah konsentrasi kita ke ibadah. ambil wudhlu, berdzikirlah bila ada waktu luang, bila tidak tentu kita sedang bekerja atau melakukan suatu aktivitas dan lupakan dengan rasa dan suara dari perut ini karena takut pada atasan. buat target dzikir apa yang akan kita lakukan dan berapa yang akan kita selesaikan, misal dzikir dengan takbir, tahlil, tahmid atau asmaul husna sebanyak 2000 kali sampai magrib harus selesai, jauhkan pandangan dari tv dan jam dinding serta hp. konsentrasi dan mulai dzikirnya. berdoalah setiap selesai 100x, tujuannya untuk memecah konsentrasi dan membuat kita tidak bosan berdzikir. bila jenuh, pindahlah tempat berdzikirnya, cari tempat yang sepi dan tenang. insya allah kita akan melewati beratnya sore hari dengan ringan. dengan ibadah dan dengan amalah yang lebih bermanfaat.

mengisi ibadah puasa dengan tidur emang diibaratkan mendapat pahala dan termasuk ibadah, karena kalo bangun akan menyusahkan dan dikawatirkan berbuat dosa, makanya emang lebih baik tidur di saat berpuasa, emosipun kadang emang mudah untuk tersulut. tetapi akan lebih baik lagi bila disaat kita berpuasa, waktunya diisi dengan ibadah yang sebenarnya. yaitu dengan sholat sunnah atau berdzikir, membaca alquran.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: