Oleh: nirvana2005 | Desember 6, 2010

Tahun Baru Islam mengajak kita untuk Mengingat Waktu

tahun baru hijriyah sudah datang, tahun barunya umat islam, apa pengaruhnya bagi kita, dari hitungan kasar sampai hitungan halusnya (pemaknaan).

awalya kita harus mengetahui kenapa ada tahun baru hijriyah, apa tonggak sejarah dalam islam ditahun baru hijriyah ini. pertama adalah kita harus meneladani perjalanan nabi besar Muhammad saw. untuk berhijrah, hijrah dari kota mekah ke kota madinah. Hijrah adalah melakukan perjalanan dari suatu tempat ketempat lain untuk melakukan perbaikan, perubahan yang membawa manfaat atau mendukung penyebaran agama islam. tanpa melakukan hijrah niscaya perkembangan islam tidak akan sampai di negeri kita.

pada tahun baru hijriyah ini adalah tonggak sejarah dimana dimulainya penyebaran ajaran islam menjadi lebih luas dan diterima masyarakat bangsa arab. seperti kita tahu, pada awal penyebaran agama islam di mekkah banyak sekali pertentangan pertentangan dari banyak kelompok terhadap ajaran islam.

islam datang membawa perubahan yang lebih baik, dimana negera ini (Jazirah arab) pada waktu itu selalu terjadi perang saudara, perebutan kekuasaan, pembunuhan seperti hal biasa. maka dengan datanganya islam telah membawa banyak perubahan menjadi lebih baik, manyarakat menjadi lebih aman dan tentram serta hidup berdampingan dengan agama lain.

lantas bagaimana kita memaknai tahun baru islam ini?, secara kasar kita juga seharusnya mengikuti langkah nabi kita Muhammad saw. untuk berhijrah dari sautu tempat ke tempat lain, dalam artian berhijrah untuk menyebarkan agama, untuk berdakwah dan memajukan agama.

akan tetapi dengan kondisi keadaan saat ini, perkembangan jaman sudah menuntut lebih banyak perhatian kita, maka kita bisa memaknai tahun baru hijriyah ini dengan lebih bijaksana. kita bisa menghijrahkan keimanan kita. seperti setiap tahun anak sekolah ada kenaikan kelas, setiap tahun atau perayaan tahun baru masehi dengan  istilah tahun baru baju baru, rumah baru, mobil baru, motor baru, atau hp baru. maka kita sebagai umat muslim jangan sampai ketinggalan, kita juga harus memperbarui keimanan kita dengan meniggalkan level iman kita yang lama untuk menuju pada level keimanan yang baru. jangan setiap tahun terus terusan pada level yang sama!!.  kapan kita naik kelas kalau tidak pernah meningkatkan level ibadah kita. “masa setiap kali sholat masih kulhu terus bacaannya” ……….(kata ust. yusuf mansur).

Al-Ashr (1-3)

وَالْعَصْرِ
1. Demi waktu,

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

2. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

 

surat al ashr ini bisa mewakili ayat ayat Allah untuk perjalanan waktu/ masa, dimana setiap hari waktu terus bergulir. ada waktu kelahiran, waktu hidup, waktu kematian, waktu anak, waktu dewasa dan waktu tua. demi waktu atau demi masa, adalah perjalanan waktu yang terus bergerah secara dinamis, dari waktu kewaktu dan dalam masa itu akan selalu terjadi perubahan perubahan, entah itu perubahan yang membawa kebaikan atau perubahan yang membawa kehancuran.

maka dalam ayat ke dua diartikan sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. merugi ini adalah sisi yang negatif, sisi yang membawa kehancuran, atau sisi lain yang sifatnya merusak tatanan dunia dan alam semesta ini. secara lahiriyah kita lahir didunia ini dalam keadaan merugi, karena kita ini adalah tipe manusia yang memiliki nafsu, emosi ego dan kesombongan yang bersifat menghancurkan, bersifat merusak, lihat saja kenyataan saat ini, hutan gundul, longsor dimana mana , banjir tak kenal waktu, cuaca tak menentu, semua akibat ulah manusia dan kita kita juga.

sebagai umat islam yang lebih baik dari umat lainnya, secara lebih dalam kita memaknai merugi disini bahwa kita menempatkan  posisi keimanan kita pada level yang itu itu mulu…. tidak pernah ada peningkatan, alias tidak pernah naik kelas. kalo anak kita tidak naik kelas kita sebagai ortu udah mencak mencak, tetapi kalo keimanan kita diam ditempat allah yang akan mencak mencak. contoh lain orang yang merugi diantaranya kita yang tidak pernah menghadiri masjlis taklim, pengajian atau membaca buku buku agama. meninggalkan ibadah ibadah sunnah seperti sholat malam, dzikir, atau bersedekah. katanya jaman udah berubah, teknologi udah canggih, gaji udah juta jutaan, tapi sedekahnya masih seribu perak terus…..

dengan mengingat waktu waktu yang lalu, tahun tahun kemaren, kita sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran, memiliki naluri yang labih baik dari makluk lainnya, dengan hadirnya tahun baru hijriyah kali adalah momen penting bagi kita untuk meninggkatkan keimanan kita, ayo kita kejar ibadah kita untuk bisa naik kelas, ayo kita berlomba untuk kebaikan, berlomba untuk berburu pahala dari allah swt.

 


Responses

  1. berbahagialah orang yang selalu mengingatkan saudaranya untuk selalu ingat kepada dzat pencipta dzat pengasih dan dzat penyayang. yang sayang tanpa ada batasan, yang kasih tanpa pilih kasih, yang cinta terhadap seluruh ciptaannya.

  2. Luar biasa, dengan membaca tulisan diatas, saya jadi merenung kembali dan menanya tentag keimanan yang ada selama ini, mudah-mudahan saya bisa lebih baik untuk masa mendatang. Terima kasih banyak ilmu atas ilmu yang diberikan, semoga Allah swt, memberkahinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: