Oleh: bening1 | Februari 9, 2010

Padi semakin berisi semakin menunduk

jika pohon padi, semakin berisi semakin menunduk
jika manusia semakin berisi semakin tambah sombongnya, semakin tinggi angkuhnya, semakin tinggi keakuannya, arogannya..

sering kali kita temui, entah ditempat kerja, di sekolah, dijalan, atau di tempat umum, yang namanya orang sombong, angkuh dan mau menang sendiri itu banyak. mungkin dalam dirinya tidak ada kenginan atau rasa kesombongan akan tetapi dari gerak geriknya, tingkah lakunya, perbuatannya, muncul sebuah penilaian yang seperti diatas. kita mungkin melakukannya tanpa kita sadari, akan tetapi orang disekitar kita yang bisa menilai bahwa ternyata kita memiliki salah satu sifat yang tidak terpuji tersebut. sifat tidak terpuji tersebut tidak tampak seperti dalam sinetron yang begitu fulgar

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. LUQMAN [31 ; 18]

Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | Januari 22, 2010

Jangan Mempersulit Sesama Muslim

beawal dari hal yang sangat sederhana, hanya karena mempersulit, berbelit belit, atau mungkin hanya iseng untuk mengerjain seseorang, teman atau kerabat. akan tetapi sadarilah, hal yang diakibatkan oleh ulah kita tersebut insya allah dapat mengakibatkan malapetaka yang amat panjang atau pedih atau bencana yang tak terkira kepada kita.

bagaimana bisa, seseorang yang mengaku melakukan segala sesuatu untuk mencari ridlo allah, menjalani hidup ini dengan ikhlas, bukan muslim yang abal abal (islam ktp), tetapi tingkah laku dan perilakunya tidak menggambarkan wajah islam yang hadir didalam kehidupannya. memang dari segi moral tidak melakukan dosa dosa besar, atau perbuatan yang terlarang dalam islam, tetapi memiliki kebiasaan untuk mempersulit siapa saja yang ditemuinya.

QS. al-Lail (92)
1.Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2.dan siang apabila terang benderang,
3.dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
4.sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5.Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6.dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),
7.maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8.Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9.serta mendustakan pahala yang terbaik,
10.maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11.Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
12.Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
13.dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
14.Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
15.Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
16.Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17.Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
18.Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
19.padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
20.tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
21.Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
Sumber : http://e-quran.sourceforge.net/chapter/092.html
Baca Lanjutannya…

Oleh: bening1 | Januari 19, 2010

Biasakan Dalam Keadaan Suci

Kenapa kita diajak untuk senantiasa dalam keadaan suci, dimanapun kita berada dan kapanpun. memang dalam keseharian kita hanya bersuci ketika akan melaksanakan ibadah saja, seperti sholat, membaca al qu’ran, puasa dan dzikir. kita hanya membersihkan diri ini ketika akan menghadap kepada sang illahi, Allah swt.

tetapi taukah kita, bahwa maut, ajal dan kematian tidak ada yang tahu, tidak ada yang bisa menebak, datang tak diundang dan pergi membawa nyawa kita. untuk itulah ayo selagi kita masih mampu, bersihkan diri kita, sucikan tubuh kita sucikan hati kita dari segala kotoran yang masih menempel dalam tubuh kita ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | Desember 30, 2009

Tahun Baru – apa maknanya

hore tahun baru……..seru anak2x kecil
tahukah mereka arti tahun baru, kemungkinan yang ada dipikiran mereka adalah hari libur, beli terompet, main petasan atau kembang api, makan makan dan begadang sampe malam apa kuat mereka begadang nunggu jam 00.00, paling jam 10 udah pada ko….

yang ada dibenak orang dewasa, menantikan detik detik pergantian tahun dengan harapan dan khayalan2x yang luar biasa seolah olah akan terjadi perubahan besar dalam dirinya. seolah olah tahun depan rejeki akan datang lebih banyak, jodoh akan muncul dengan wajah baru dan gaya hidup akan berubah….mengikuti slogan berikut :

tahun baru…baju baru…mobil baru…hp baru…cewek/cowok baru…rumah baru .. pekerjaan baru…dll.
Baca Lanjutannya…

Inilah pesan dari kumpulan doa Umar Bin Khathtab. ra.

Said musayyab bercerita : Ketika umar bin khathtab ra. kembali dari mina pada hari haji yang terakhir, dia berhenti mampir di batha. setelah berjongkok seraya melepas pakaian luarnya, umar lalu berbaring. dan sambil menegadahkan tangannya keatas langit dia berdoa :” Ya allah, usiaku sudah tua, staminaku sudah melemah, dan rakyatku sudah tersebar kemana mana. maka matikannlah aku secara tidak terlantar atau sedang berbuat kesalahan”.
Baca Lanjutannya…

Oleh: bening1 | Desember 7, 2009

2012 = Kiamat ?

udah nonton film 2012 ?
percaya dengan kiamat ?
percaya dengan kiamat yang jatuh pada 2012 ?
Baca Lanjutannya…

Oleh: bening1 | Desember 2, 2009

Penyakit Hati itu Namanya “Latah”

Latah, sering kali kita temui di lingkungan kita, baik dalam keluarga, teman sekolah, kantor, pasar atau bahkan dilayar televisi. penyakit hati satu ini bisa membawa keberuntungan, atau bahkan juga bisa membawa mala petaka.

membawa keberuntungan karena dengan aksen latah tersebut bisa membawa kita menjadi seorang artis terkenal, mudah dikenal dan menjadi akrab dengan lingkungan. membawa bencana karena aksen latah kita keluar tidak pada tempatnya. salah satu siaran tv di stop tayangannya karena kebiasaan latah yang tidak sopan. kita jadi sering menjadi bahan bercandaan teman atau lingkungan. tiba 2x dikagetin, di gebrak, dll supaya latah kita keluar, trus di ketawain, capek dech. gak enak kan? Baca Lanjutannya…

Oleh: bening1 | November 21, 2009

Baca Qur’an atau baca Koran?

apa sih bedanya kita baca koran dan kita baca al qur’an, ternyata banyak sekali bedanya. akan tetapi apakah kita selama ini tau perbedaan tersebut, atau kita gak mau tau?.

kalo baca koran Baca Lanjutannya…

Oleh: bening1 | November 18, 2009

syarat kurban

A. Ibadah Kurban / Qurban

Ibadah kurban adalah suatu aktifitas penyembelihan / menyembelih hewan ternak yang dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah atau disebut juga hari tasyrik / hari raya haji / lebaran haji / lebaran kurban / Idul Adha dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT.

Hukum ibadah kurban / qurban adalah sunat muakkad atau sunah yang penting untuk dikerjakan. Waktu pelaksanaan acara qurban adalah dari mulai matahari sejarak tombak setelah sholat idul adha tanggal 10 bulan haji sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 bulan haji.

Hewan ternak yang boleh dijadikan hewan qurban / kurban :
- Kambing biasa dengan umur lebih dari dua tahun
- Biri-biri atau domba dengan umur lebih dari satu tahun atau pernah ganti gigi.
- Kerbau / Kebo / Sapi dengan umur lebih dari dua tahun
- Unta dengan umur lebih dari lima tahun

Syarat-syarat sah pemilihan hewan kurban yang boleh menjadi qurban :
- Badannya tidak kurus kering
- Tidak sedang hamil atau habis melahirkan anak
- Kaki sehat tidak pincang
- Mata sehat tidak buta / pice / cacat lainnya
- Berbadan sehat walafiat
- Kuping / daun telinga tidak terpotong

Oleh: bening1 | November 18, 2009

Syarat syarat binatang ternak (kurban)

SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN

Oleh
Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar

Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah kecuali jika telah memenuhinya, yaitu.

[1]. Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

[2]. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.

a. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun
b. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
c. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
d. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

[3]. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

a. Buta sebelah yang jelas/tampak
b. Sakit yang jelas.
c. Pincang yang jelas
d. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang

Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.

[4]. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

[5]. Tidak ada hubungan dengan hakl orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.
[6]. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah

[Lihat Bidaayatul Mujtahid (I/450), Al-Mugni (VIII/637) dan setelahnya, Badaa’I’ush Shana’i (VI/2833) dan Al-Muhalla (VIII/30).

HEWAN KURBAN YANG UTAMA DAN YANG DIMAKRUHKAN
Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya.

a. Gemuk
b. Dagingnya banyak
c. Bentuk fisiknya sempurna
d. Bentuknya bagus
e. Harganya mahal

Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah.

[1]. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.
[2]. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-
[3]. Gila
[4]. Kehilangan gigi (ompong)
[5]. Tidak bertanduk dan tanduknya patah

Ahli fiqih Rahimahullah juga telah memakruhkan Al-Adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa’ (telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya’ah (yang lemah) dan Al-Mushfarah [1]

[Disalin dari kitab Ahkaamul Iidain wa Asyri Dzil Hijjah, Edisi Indonesia Lebaran Menurut Sunnah Yang Shahih, Penulis Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar, Penerjemah Kholid Syamhudi Lc, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

Tulisan Sebelumnya »

Kategori