Oleh: bening1 | November 18, 2009

syarat kurban

A. Ibadah Kurban / Qurban

Ibadah kurban adalah suatu aktifitas penyembelihan / menyembelih hewan ternak yang dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah atau disebut juga hari tasyrik / hari raya haji / lebaran haji / lebaran kurban / Idul Adha dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT.

Hukum ibadah kurban / qurban adalah sunat muakkad atau sunah yang penting untuk dikerjakan. Waktu pelaksanaan acara qurban adalah dari mulai matahari sejarak tombak setelah sholat idul adha tanggal 10 bulan haji sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 bulan haji.

Hewan ternak yang boleh dijadikan hewan qurban / kurban :
- Kambing biasa dengan umur lebih dari dua tahun
- Biri-biri atau domba dengan umur lebih dari satu tahun atau pernah ganti gigi.
- Kerbau / Kebo / Sapi dengan umur lebih dari dua tahun
- Unta dengan umur lebih dari lima tahun

Syarat-syarat sah pemilihan hewan kurban yang boleh menjadi qurban :
- Badannya tidak kurus kering
- Tidak sedang hamil atau habis melahirkan anak
- Kaki sehat tidak pincang
- Mata sehat tidak buta / pice / cacat lainnya
- Berbadan sehat walafiat
- Kuping / daun telinga tidak terpotong

Oleh: bening1 | November 18, 2009

Syarat syarat binatang ternak (kurban)

SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN

Oleh
Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar

Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah kecuali jika telah memenuhinya, yaitu.

[1]. Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

[2]. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.

a. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun
b. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun
c. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun
d. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

[3]. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

a. Buta sebelah yang jelas/tampak
b. Sakit yang jelas.
c. Pincang yang jelas
d. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang

Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.

[4]. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

[5]. Tidak ada hubungan dengan hakl orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.
[6]. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah

[Lihat Bidaayatul Mujtahid (I/450), Al-Mugni (VIII/637) dan setelahnya, Badaa’I’ush Shana’i (VI/2833) dan Al-Muhalla (VIII/30).

HEWAN KURBAN YANG UTAMA DAN YANG DIMAKRUHKAN
Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya.

a. Gemuk
b. Dagingnya banyak
c. Bentuk fisiknya sempurna
d. Bentuknya bagus
e. Harganya mahal

Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah.

[1]. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.
[2]. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-
[3]. Gila
[4]. Kehilangan gigi (ompong)
[5]. Tidak bertanduk dan tanduknya patah

Ahli fiqih Rahimahullah juga telah memakruhkan Al-Adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa’ (telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya’ah (yang lemah) dan Al-Mushfarah [1]

[Disalin dari kitab Ahkaamul Iidain wa Asyri Dzil Hijjah, Edisi Indonesia Lebaran Menurut Sunnah Yang Shahih, Penulis Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar, Penerjemah Kholid Syamhudi Lc, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

Oleh: bening1 | Oktober 8, 2009

Ikhlas (True Story)

apasih ikhlas itu, sering kali kita keluarkan dari mulut kita kata kata ikhlas, sering kali pula kita dengar kata kata ikhlas di telinga kita. seolah olah ikhlas itu sebuah kalimat tanpa makna. bicara ikhlas tapi hatinya masih berat, masih nggrundel. dan sepertinya kata ikhlas itu ringan untuk diucapkan.

padahal ikhlas itu menurut surat Al Ikhlas [1-4] menjelaskan tentang keesaan allah swt. dan ikhlas itu sendiri dalam kehidupan kita adalah penjelasan tentang segala tingkah laku dan perbuatan kita yang sepenuhnya tergantung kepada keesaan allah swt. manusia boleh berencana tetapi allah yang menentukan.

berikut kisahnya: Baca Lanjutannya…

Oleh: bening1 | September 17, 2009

Ramadhan akan segera berlalu

dikeheningan malam perlahan lahan aku menitikkan air mata
terkenang akan puasa sebulan yang aku jalankan
menahan lapar dan dahaga
menghindarkan zina dan menahan hawa nafsu.

diantara kekeringan ibadah yang aku lakukan dalam setahun ini Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | September 14, 2009

Mengejar Malam Seribu Bulan

malam lailatul qodar atau malam seribu bulan, adalah malam yang sangat diagungkan oleh umat islam diseluruh dunia. malam yang sangat dimuliakan karena pada malam itu al’quran untuk pertama kalinya diturunkan.
Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | September 8, 2009

Lupa Makan atau Minum, Padahal lagi Puasa

lagi enak enaknya menjalankan ibadah puasa, udah bisa nahan makan dan minum dari pagi sampai sore. tiba tiba muncul keinginan berjalan ke belakang rumah (dapur), sudah tersedia aneka makanan, atau minuman, atau takjil untuk membatalkan puasa. secara gak sadar kita minum atau makan makanan yang tersedia, misal makan pisang goreng atau minum teh manis setengah gelas. waduh, baru inget kan lagi puasa……. gimana nich… Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | September 7, 2009

Puasa, kok mulut kita bau Naga yaa..

jangan heran bila mulut kita tercium bau tidak sedap ketika kita berpuasa, mungkin kita sendiri tidak merasakan bau tersebut karena kita merasa kalo kita sedang beribadah dan urusan bau mulut ini tidak terlalu penting menurut kita. tetapi ketika kita mencoba untuk berbicara dengan orang lain, sepertinya orang didekat kita akan pingsan mencium bau mulut kita. atau mungkin langsung menghindar atau berkomentar “pren nafasmu bau naga tuh…” jangan tersinggung…
Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | September 4, 2009

Lagu Favorit di bulan Ramadhan 1430H

kutipan dari lagu yang sering nongol di tv, yang dengan setia menemani kita makan sahur…

[reff]
makannnnnnnn makannnnnnnnnnnnn
kalo puasa gak boleh makan…..

mimikkkkkkkkkk mimikkkkkkkkkkkkkkkk [minum]
kalo puasa gak boleh mimik…..

marahhhhhhhh marahhhhhhhhhhhhhh
kalo puasa gak boleh marah…..

sabarrrrrrrrrr sabarrrrrrrrrrrrrrr
kalo puasa yaa harus sabar……….

………….makannya….. sahur sama bukaaaaa….
………….mimiknya…….sahur sama bukaaaaa….
………….marahnya……gak boleh maran marah
………….puasa ya harus sabar [reff]

Oleh: nirvana2005 | September 4, 2009

Gempa Tasik dan Bencana

Subhanallah……..Maha Besar Engkau, Maha Dasyat Engkau, Maha Kuasa Engkau Yaa Allah….

hanya dengan kuasa-Mu ya Rob, hanya dengan sentilan kecil, diantara belahan bumi ini, kami semua merasakan betapa tidak berdayanya kami ini, betapa kecilnya kami ini, betapa lemah dan rapuhnya kami ini. ampunilah kami yang sombong dan naif ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: nirvana2005 | Agustus 27, 2009

Hakekat Puasa

puasa secara syariat seperti yang dijelaskan didalam alquranul kharim dan dalam hadist hadist yang lain. yaitu menahan lapar dan haus sejak sebelum fajar [imsyak] sampai menjelang matahari terbenam. selain itu dalam berpuasa kita juga tidak diperbolehkan untuk melakukan hal hal yang mengakibatkan perbuatan maksiat. perbuatan yang mengotori diri sendiri, baik dengan perbuatan atau dengan tindakan.

tapi sebenarnya apa makna yang terkandung dalam ritual ibadah puasa yang biasa disebut siam atau syaum itu?. karena kebanyakan yang kita ketaui itu hanyalah merupakan sebuah perintah berpuasa, sebuah petunjuk atau cara bagaimana untuk berpuasa dan larangan larangan ketika sedang melaksakan ibadah puasa, ayat ayat yang berhubungan dengan ritual berpuasa. secara tertulis tidak ada hakekat dari puasa itu sendiri, secara harfiah memang bertujuan untuk mendekatkan diri kita kepada sang kholiq. secara horizontal untuk merasakan rasa prihatin dan tirakat. tetapi dimana letak ibadah untuk diri kita sendiri.
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori